https://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/issue/feedJurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)2025-07-07T03:09:21+00:00Afdhal Ilahiafdhalilahi08@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.</p> <table width="574" cellpadding="2"> <tbody align="top"> <tr> <td width="135"><strong>Journal Title</strong></td> <td><strong>: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)</strong></td> </tr> <tr> <td><strong>ISSN</strong></td> <td><strong>: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1611390286">2775-2445</a> (online)</strong></td> </tr> <tr> <td><strong>DOI Prefix</strong></td> <td><strong><span class="type">: <a href="https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/JIPDAS/index">10.37081/jipdas</a></span><span class="id"> by Crossref</span></strong></td> </tr> <tr> <td><strong>Editor in Cheif</strong></td> <td><strong>: <a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=59540849100">Afdhal Ilahi, S.Pd.I., M.Pd, C.SC.</a></strong></td> </tr> <tr> <td><strong>Journal Cover </strong></td> <td><strong>: Get <a href="https://jurnal.spada.ipts.ac.id/public/site/images/jipdas/cover-ok-bebas.png">Cover JIPDAS</a></strong></td> </tr> <tr> <td><strong>Frequency</strong></td> <td><strong>: 3 Bulanan - <a href="https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/JIPDAS/issue/archive">4 issues per year (Febr, Mei, Agust, November)</a></strong></td> </tr> <tr> <td valign="top"><strong>Publisher</strong></td> <td><strong>: <a href="https://ipts.ac.id/">Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Pendidikan Tapanuli Selatan</a></strong></td> </tr> <tr> <td valign="top"><strong>Indexation</strong></td> <td><strong>: <a title="GS JIPDAS" href="https://scholar.google.co.id/citations?hl=id&user=ecO46_YAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>| <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/26297">GARUDA</a>| <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&search_text=JURNAL%20JIPDAS%20(JURNAL%20ILMIAH%20PENDIDIKAN%20DASAR)&search_type=kws&search_field=full_search">DIMENSIONS</a>| Indexed Full <a href="https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/JIPDAS/indexing">Here</a></strong></td> </tr> <tr> <td valign="top"><strong>Email </strong></td> <td><strong>: Jipdas8@gmail.com</strong></td> </tr> </tbody> </table> <div> </div> <div> <div><strong><img src="https://www.ssoar.info/ssoar/themes/Mirage2/images/logo_oa.png" alt="Open Access Logo" /></strong></div> <div> </div> <div> <p>Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS):</p> <p><a style="background-color: #ffffff;" href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img src="http://i.creativecommons.org/l/by-nc/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a> </p> <p>This work is licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a>.</p> </div> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p>This journal is managed by <strong>Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Pendidikan Tapanuli Selatan</strong>. To publish articles of service that have been carried out in order to inspire and benefit the wider community.</p> <p> </p> </div> </div> </div>https://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2557PERAN ORANG TUA DALAM MEMOTIVASI BELAJAR ANAK DI MIS SERESAM INDRAGIRI HULU2025-04-25T04:11:01+00:00Dian Purnomodianpurnomo120295@gmail.comNurhasanawati Nurhasanawatinurhasnawati@uin-suska.ac.idDessy Syofiyantidessysyofiyati@gmail.comAkmal Abdul Munirdessysyofiyati@gmail.com<p>Kurang lebih 300 orang anak SD kelas I, II serta III yang waktu ini mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Karena orang tua tidak sadar akan perannya dalam mendampingi anaknya, mereka hanya tahu bahwa merekalah yang menyekolahkan dan mereka yang bertanggung jawab, serta tidak mempunyai tanggung jawab untuk menyemangati dan memotivasi anak mereka untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran orang tua memberi semangat belajar anak dan kendala yang dihadapi orang tua, sesuai dengan rumusan masalah:1) Apa peran orang tua dalam memotivasi belajar anak? 2) Kendala apa saja yang dihadapi orang tua dalam memotivasi belajar anak? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode kualitatif. Pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif. Hasil Penelitian yang dilakukan untuk melihat bahwa terdapat tiga bentuk peran orang tua terhadap motivasi belajar anak di Madrasah Ibtidaiyah Seresam Indragiri Hulu. kendala dalam memotivasi belajar anak adalah kondisi orang tua yang berbeda-beda, ada orang tua yang dari segi ekonomi memadai sehingga bisa mempersiapkan yang terbaik untuk anak, baik itu dari pola makan, istirahat, pakaian, dan fasilitas lainnya yang mendukung anak untuk nyaman dan semangat belajar. Kesimpulan masih ada orang tua yang memotivasi anak untuk belajar dan terus belajar.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Peran orang tua, Motivasi, Belajar anak</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Dian Purnomo, Nurhasanawati Nurhasanawati, Dessy Syofiyantihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2556IMPLEMENTASI APLIKASI BAMBOOZLE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENGUKUR PEMAHAMAN KONSEP DASAR SISWA SD 2025-04-25T04:12:58+00:00Silvi Andrianisilviandrianilo56@gmail.comYulina Fadilahyulinafadilah@gmail.comFaisal Faliyandrafaisalfaliyandra@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan aplikasi Bamboozle dalam pembelajaran matematika terhadap pemahaman konsep dasar matematika siswa kelas III MI Miftahul Huda. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain Posttest-Only Control Group. Sampel terdiri dari 44 siswa, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan aplikasi Bamboozle dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner serta diuji menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen (80,91) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (63,64), dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi Bamboozle dapat meningkatkan pemahaman konsep dasar matematika siswa secara signifikan. Penggunaan Bamboozle yang berbasis gamifikasi dan interaktif menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendorong keterlibatan aktif siswa, yang berdampak positif pada pemahaman mereka terhadap materi matematika. Penelitian ini menyarankan bahwa aplikasi berbasis teknologi, seperti Bamboozle, dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Silvi Andriani, Yulina Fadilah, Faisal Faliyandrahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2559IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP DI DAERAH TERPENCIL: STUDI KASUS SEKOLAH DASAR2025-04-25T04:13:32+00:00Ahmad Zamharizamhariahmad1969@gmail.comPutu Eka Lestarikamiliranasri412@gmail.comArmila Armilaarmila906@gmail.comYuliani Rahayu Ningsihyulianirahayuningsih0@gmail.comLyra Guswita Almuhsonaguswitaalmuhsona@gmail.comNadia Alviananadiaalviana649@gmail.comSri Yuniarsihsriyuniarsih06@gmail.com<p>Banyaknya Sekolah Dasar yang berada di daerah terpencil, senantiasa menerapkan pengembangan pembelajaran yang sarat dengan inovasi. Hal ini meluas dari daerah perkotaan ke daerah pedesaan. Tujuan utamanya agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kesulitan yang dihadapi sekolah-sekolah yang menerapkan pembelajaran kelas rangkap, khususnya di daerah geografis dengan keterbatasan fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik yang kekurangan.Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi kasus dengan menggunakan studi pustaka, untuk mengumpulkan data yang menghubungan teori-teori dari berbagai literatur yang relevan. Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Rangkap, Tantangan Guru dalam Pelaksanaan pembelajaran Kelas Rangkap, Usaha guru dalam menyelesaikan tantangan dalam Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Rangkap, Dampak Implementasi Pembelajaran Kelas Rangkap Terhadap Proses Pembelajaran, Dampak Implementasi Pembelajaran Kelas Rangkap terhadap Prestasi Belajar Siswa, Model yang di Implementasikan dalam Pembelajaran Kelas Rangkap.Pembelajaran Kelas Rangkap (Multigrade) diselenggarakan di sekolah sekolah yang memungkinkan sekolah tersebut terisolasi karena sedikitnya jumlah pengajar, kondisi sekolah yang buruk, jarak tempat tinggal siswa yang jauh dari rumah, dan faktor lainnya. Dalam melaksanakan Pembelajaran Kelas Rangkap guru akan mendapatkan tantangan ketika kedua kelas digabungkan, guru dapat mengatasinya dengan memberikan tugas-tugas tertentu kepada siswa, sedangkan yang lain menerima pembelajaran yang dipimpin oleh guru</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Zamhari, Putu Eka Lestari, Armila Armila, Yuliani Rahayu Ningsih, Lyra Guswita Almuhsona, Nadia Alviana, Sri Yuniarsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2566PENGARUH MUSIK ANGKLUNG TERHADAP SOSIALISASI ANAK DOWN SYNDROME DAN KAITANNYA DENGAN KONSEP KI HAJAR DEWANTARA: STUDI LITERATUR2025-04-25T04:14:01+00:00Syifa Fuadatul Kamalsyifafu.kamal@gmail.comSyein Fadilla Putri Sumiratsyeinfps@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengaruh musik angklung terhadap kemampuan sosialisasi anak dengan <em>down syndrome</em> serta menganalisis kaitannya dengan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara. Melalui studi literatur komprehensif, penelitian ini menggabungkan berbagai sumber ilmiah untuk memahami bagaimana alat musik tradisional angklung dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial anak <em>down syndrome</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa musik angklung memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kemampuan sosialisasi, koordinasi motorik, dan perkembangan kognitif anak <em>down syndrome</em>. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menekankan pada aspek <em>Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, </em>dan <em>Tut Wuri Handayani</em>.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Syifa Fuadatul Kamal, Syein Fadilla Putri Sumirathttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2555EFEKTIFITAS MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI DAN NUMERISASI SISWA DENGAN BIMBINGAN BELAJAR SDN MLAJAH 2 BANGKALAN2025-04-25T04:14:31+00:00Indah Wulandariwulandariindah251@gmail.comFachrur RozieFachrur.rozie@trunojoyo.ac.idRukmiyati Rukmiyatirukmiyatispd@gmail.comAstien Diena Koesminiwulandariindah251@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung siswa. Program ini menyasar siswa sekolah dasar di kelas atas yang mengalami kesulitan membaca dan berhitung. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Pengembangan).Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Mlajah 2 Bangkalan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: 1)Wawancara dengan kepala sekolah dan guru pamong, 2) Diskusi dengan anggota asistensi mengajar untuk menentukan program kerja, 3) Diskusi, mendata siswa terkait pelaksanaan program kerja bimbingan belajar membaca dan menghitung, 4) Pengefixan data program kerja bimbingan belajar membaca dan menghitung, 5) Pelaksanaan bimbingan belajar membaca dan menghitung, 6) Tes kemampuan siswa, 7) Evaluasi program bimbingan belajar. Pelaksanaan program bimbingan belajar membaca dilaksanakan setiap hari Senin dan Selasa untuk bimbingan belajar berhitung dilaksanakan setiap hari Rabu dan Kamis, dalam waktu 30 menit. Program bimbingan belajar yang dilaksanakan oleh tim asistensi mengajar mulai 1 Oktober 2024 sampai dengan 14 November 2024. berdasarkan dari hasil penelitian dari program ini adalah meningkatkan keampuan membaca dan berhitung siswa. Setelah mengikuti program ini, sisswa dapat mengenal dan lancar membaca berhitung.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Indah Wulandari; Fachrur Rozie; Rukmiyati Rukmiyati, Astien Diena Koesminihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2583FUNGSI BAHASA INDONESIA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR2025-04-25T04:16:01+00:00Ahmad Zamhari Zamhariahmad19692@gmail.comRena Windy AyuprajaWindyrena937@gmail.comEga Salsabilaegasalsabila07@gmail.comSalsabila Nurul Janahsalsabilasalsabila842@gmail.comPutri Widyastutiputri.widya270604@gmail.comWahyu Kardonowahyukardono218@gmail.com<p>Saat ini dalam era globalisasi pemahaman tentang fungsi dan peran bahasa dalam budaya sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian warisan budaya suatu bangsa agar tidak tergulir oleh budaya era baru seperti saat ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan fungsi bahasa dalam kebudayaan bisa membentuk masyarakat yang lebih berkarakter pada generasi-generasi yang akan mendatang. Karena fungsi bahasa sebagai persatuan Indonesia di mana banyak keanekaragaman suku yang berbeda-beda akan menjadi lebih utuh karena persamaan bahasa yaitu bahasa Indonesia. Bukan hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga cermin Dan dari kebudayaan bangsa yang memiliki peran besar yang berkontribusi pada pembentukan karakter di masyarakat. Penggunaan bahasa Indonesia yang benar dan bijaksana dapat membantu menanamkan prinsip-prinsip moral yang perlu untuk menciptakan masyarakat yang berintegrasi. Lebih daripada itu bahasa juga merupakan sarana untuk menumbuhkannya rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap cinta tanah air dengan mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik individu lebih mengenal sejarah budaya Indonesia sehingga menimbulkan rasa cinta dan tanggung jawab untuk melestarikan dan mewariskan nilai-nilai tersebut agar tidak terasing saat zaman sekarang.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Zamhari , Rena Windy Ayupraja, Ega Salsabila, Salsabila Nurul Janah, Putri Widyastuti, Wahyu Kardonohttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2584EFEKTIVITAS BLENDED LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DALAM KELAS RANGKAP DI SEKOLAH DASAR2025-04-25T04:16:31+00:00Ahmad Zamharizamhariahmad1969@gmail.comIndah Permata Sariindahps5201@gmail.comVera Febriantifebriantivera11@gmail.comAna Malindalw4066084@gmail.comMeilani Meilanimeilanim642@gmail.comAndrias Pratamaandriaspratama8954@gmail.comDamas Utamaabudamasfariza@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif model <em>blended learning</em> dalam meningkatkan minat belajar siswa pada kelas rangkap di sekolah dasar. <em>Blended learning</em> mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan daring, yang diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa melalui fleksibilitas dalam proses belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini mengkaji berbagai penelitian terdahulu yang relevan untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai sebarapa efektif <em>blended learning</em> terhadap minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan <em>blended learning</em> secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, dengan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 75 menjadi 88. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan kemandirian belajar dan penurunan tingkat kejenuhan dalam proses pembelajaran. Penerapan model blended learning ini terbukti menjadi solusi yang efektif dalam kelas rangkap sehingga guru dapat mengoptimalkan pengelolaan waktu serta sumber daya yang ada.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Zamhari, Indah Permata Sari, Vera Febrianti, Ana Malinda, Meilani Meilani, Andrias Pratama, Damas Utamahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2589UPAYA MELESTARIKAN TARI TANGGAI SEBAGAI BUDAYA TRADISIONAL SUMATERA SELATAN PADA GENERASI MILENIAL2025-04-25T04:17:02+00:00Amalia Putriamaliaputri131295@gmail.comSri Yuniarsihsriyuniarsih06@gmail.comJukiana Putri Irmawantijulianputri0307@gmail.comHidayatus Shofyanhidayatusshofyanshofyan@gmail.comElita Amanda Putrielitaamandaputri@gmail.comAhmad Zamhariahmadzamhari1969@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya melestarikan tari tanggai sebagai budaya tradisional Sumatera Selatan pada generasi milenial Jenis Penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif.. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melesarikan Tari Tanggai sebagai budaya tradisional Sumatera Selatan pada generasi milenial: 1)Membuka Sanggar Tari, membuat sanggar tari dan komunitas untuk bertukar informasi mengenai perkembangan seni tari. Sanggar tari dapat menjadi wadah untuk meneruskan kesenian tari tradisional, 2)Melaksanakan Pertunjukan Seni Tari Melaksanakan pertunjukan seni tari di tempat terbuka, seperti lapangan, taman, atau balai. Pertunjukan tari dapat menambah rasa cinta akan budaya, 3)Mempelajari Tari Tanggai, Mempelajari Tari Tanggai sebagai upaya untuk memperkenalkan serta melestarikan budaya palembang kepada Pemuda Indonesia. Tari Tanggai bermakna ucapan selamat datang dari tuan rumah dengan suguhan sekapur sirih sebagai penghantar kata selamat datang di Kota Palembang dan hingga saat ini masih terus dilestarikan dan di perkenalkan kepada pemuda Indonesia.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Amalia Putri, Sri Yuniarsih, Jukiana Putri Irmawanti, Hidayatus Shofyan, Elita Amanda Putri, Ahmad Zamharihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2595DAMPAK MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN TATA BAHASA YANG BAIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA2025-04-25T04:17:40+00:00Iman Sudi Zegaimansudizega1979@gmail.com<p>Proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian, salah satu model pembelajaran yang berdampak terhadap motivasi belajar siswa ialah Model Pembelajaran Kontekstual. Model pembelajaran kontekstual adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pentingnya menyajikan materi pembelajaran dalam konteks yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. model pembelajaran kontekstual menekankan pentingnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Model pembelajaran kontekstual juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian pada judul dampak model pembelajaran kontekstual terhadap motivasi belajar siswa adalah untuk menyelidiki secara mendalam pengaruh penerapan model pembelajaran kontekstual terhadap motivasi belajar siswa di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dari penelitian adalah siswa dan objek adalah model pembelajaran kontekstual. Instrument penilaian yang digunakan yakni reliable untuk mengukur motivasi belajar siswa seperti skala keterlibatan siswa, keaktifan siswa, respon peserta didik dan semangat belajar siswa. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner motivasi belajar, observasi dan wawancara. Teknik analisis data adalah analisis kualitatif untuk mengetahui tanggapan dari siswa terhadap model pembelajaran kontekstual melalui wawancara dan survei. Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dilapangan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran kontekstual menunjukan tingkat motivasi belajar yang lebih tinggi. Model pembelajaran kontekstual memiliki beberapa pengaruh positif terhadap proses belajar mengajar. Pertama, model ini meningkatkan keterlibatan aktif siswa karena mereka belajar melalui pengalaman nyata dan situasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya mereka belajar menulis artikel, mewawancarai narasumber, dan mengedit tulisan, yang semuanya merupakan keterampilan penting dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam menulis dan menyunting teks yang relevan dengan kehidupan nyata.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Iman Sudi Zegahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2586KEMAMPUAN MENINGKATKAN BERKOLABORASI MAHASISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION2025-04-25T04:18:06+00:00Nadia Sabrinanadiasabrina@gmail.comHalimatu Sadiyahha.limaaatusadiyah@gmail.comDewi Anjar Setyawatisetyawatidewianjar@gmail.comZaenul Slamzaenulslam@uinjkt.co.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran Investigasi Kelompok (GI) dalam meningkatkan kolaborasi mahasiswa di perguruan tinggi. Melalui tinjauan pustaka yang komprehensif, penelitian ini menggali landasan teori dan penerapan praktis dari GI. Studi ini menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran kolaboratif dalam GI, termasuk komposisi kelompok, kepemimpinan, keterampilan komunikasi, kompleksitas tugas, dan dukungan dosen. Selanjutnya, jurnal ini membahas tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan GI dan mengusulkan solusi potensial untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan mengkaji literatur yang ada, studi ini berkontribusi pada pengembangan pengetahuan tentang strategi pembelajaran kolaboratif yang efektif dan memberikan wawasan berharga bagi pendidik yang ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif studi kasus. Pada penelitian ini, peneliti juga melakukan wawancara kepada beberapa mahasiswa yang ikut dalam penerapan model pembelajaran group investigation, yang kemudian data ini diperlukan sebagai data primer, sedangkan data sekunder di dapat dari artikel, buku, dan jurnal yang diterbitkan oleh orang lain.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nadia Sabrina, Halimatu Sadiyah, Dewi Anjar Setyawati, Zaenul Slamhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2603PENGEMBANGAN E-BOOK CERITA BERGAMBAR BERBASIS CERITA RAKYAT BURUNG TAK TAK BAU BERTEMA EKOSISTEM YANG HARMONIS MUATAN IPAS PADA KELAS 5 SEKOLAH DASAR2025-04-25T04:19:12+00:00Ana Seftiana Zuhelanaseftiana26@gmail.comMahmud Alpusarimahmud.alpusari@lecture.unri.ac.idEddy Novianaeddy.noviana@lecture.unri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan dan menguji e-book cerita bergambar berbasis cerita rakyat burung tak tak bau bertema ekosistem yang harmonis yang dimasukkan ke dalam IPAS pada kelas V sekolah dasar. Peserta didik kelas V SDN 005 Langgini menggunakan buku tersebut pada bulan Agustus. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan R&D, yang menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi). Hasil validasi para ahli menunjukkan bahwa penelitian angket respons peserta didik rata-rata sebesar 92,083% dengan kategori sangat praktis, dan penelitian angket respons guru rata-rata sebesar 95,83 % dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan data, e-book bergambar yang didasarkan pada cerita rakyat tentang burung tak tak bau yang bertema ekosistem yang harmonis sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPA di kelas 5 sekolah dasar. </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ana Seftiana Zuhel, Mahmud Alpusari, Eddy Novianahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2599PENGUATAN KARAKTER SISWA SD MELALUI CERITA RAKYAT SUMATERA SELATAN: SI PAHIT LIDAH2025-04-25T04:19:41+00:00Alya Azzahrafienyazrief@gmail.comAhmad ZamhariZamhariahmad1969@gmail.comNadia Syafitrinadiaasyafitrii@gmail.comDela Sartikadelasartika845@gmail.comKhoirunnisa Khoirunnisakhoirun180205@gmail.com<p>Tingginya berbagai kasus penyimpangan yang di terjadi di masyarakat merupakan cerminan moral bangsa Indonesia. Saat ini, Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan serius berupa kemerosotan moralitas yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Tawuran merupakan satu dari banyaknya perilaku menyimpang yang sering terjadi di pelajar tingkat atas, maupun tingkat anak sekolah dasar. Situasi ini harus diberikan perhatian lebih terhadap pembentukan karakter dan nilai moral sejak dini. Melihat berbagai masalah yang melanda Indonesia, kita diingatkan betapa pentingnya membangun karakter. Kisah rakyat telah diwariskan turun menurun sejak era terdahulu untuk menceritakan karakter bangsa kita, baik secara visual maupun non-visual. Cerita rakyat, yang merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai moral, dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan karakter positif bagi siswa. Melalui tokoh-tokohnya, cerita rakyat memberikan moral teladan kepada siswa, membantu mereka memahami dan melaksanakan nilai-nilai tersebut. Selain itu, Kearifan lokal dalam cerita rakyat dapat menumbuhkan antusiasme belajar pada siswa dan memperkuat hubungan mereka dengan budaya lokal daerahnya. Hal ini diharapkan membantu menciptakan generasi muda yang bermoral dan pedoman yang kuat berdasarkan prinsip budaya.</p> <ul> <li> </li> </ul>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Alya Azzahra, Ahmad Zamhari, Nadia Syafitri, Dela Sartika, Khoirunnisa Khoirunnisahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2918ANALISIS TANTANGAN PEMBELAJARAN IPS DALAM KONSEP KAJIAN SISTEM EKONOMI GLOBAL2025-04-25T07:34:29+00:00Millah Fithriyanipisces.mee@gmail.comSiti NurfalahSnurfalah@gmail.comRatna Sari Dewiratna@untirta.ac.id<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang mengintegrasikan konsep sistem ekonomi global menghadapi berbagai tantangan yang signifikan dalam konteks pendidikan saat ini. Artikel ini menganalisis tantangan-tantangan tersebut, termasuk kompleksitas konsep ekonomi global yang menyulitkan pemahaman siswa, keterbatasan sumber daya pendidikan, kurangnya pelatihan guru, dan kurikulum yang tidak terintegrasi dengan baik. Selain itu, ketidakpahaman siswa terhadap isu-isu global, keterbatasan akses teknologi, dan kurangnya keterlibatan masyarakat serta orang tua juga menjadi hambatan dalam pembelajaran IPS. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya kolaboratif dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat, termasuk pengembangan kurikulum yang lebih komprehensif, peningkatan akses terhadap sumber daya dan teknologi, serta pelatihan guru yang relevan. Dengan demikian, siswa dapat dibekali dengan pemahaman yang lebih baik tentang sistem ekonomi global dan dampaknya terhadap kehidupan mereka, sehingga mereka dapat menjadi individu yang lebih sadar dan bertanggung jawab dalam masyarakat global yang terus berkembang.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Pembelejaran IPS, Sistem Ekonomi Global, Tantangan Pendidikan, Kurikulum Keterlibatan Masyarakat<em>.</em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Millah Fithriyani, Siti Nurfalah, Ratna Sari Dewihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2605PERUBAHAN BAHASA DAN BUDAYA DI KALANGAN GENERASI MUDA AKIBAT ADANYA MODERNISASI2025-04-25T06:32:30+00:00Ahmad Zamhari zamhariahmad1969@gmail.comAulia Pramudaniauliapramudani29@gmail.comRiva Anisa rivaanisa85@gmail.comLela Rahmayanti lelarahma204@gmail.comEnjel Cristina Gultomngelcrystina44@gmail.comNyoman Asmareasmarenyoman@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak signifikan dari modernisasi terhadap perubahan bahasa dan budaya di kalangan generasi muda. Proses globalisasi, perkembangan teknologi, serta kemajuan media sosial telah mempercepat adopsi bahasa asing dan istilah-istilah baru dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda cenderung mengintegrasikan unsur bahasa global seperti bahasa Inggris ke dalam komunikasi mereka. Fenomena ini memengaruhi identitas budaya lokal, karena tradisi dan nilai-nilai asli mulai tergeser oleh budaya pop global yang lebih dominan. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana modernisasi mengubah cara generasi muda memandang bahasa dan budaya, serta dampaknya terhadap pelestarian identitas budaya lokal. Selain itu, artikel ini menawarkan solusi untuk menjaga keseimbangan antara adaptasi terhadap modernisasi dan pelestarian warisan budaya.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Zamhari , Aulia Pramudani, Riva Anisa , Lela Rahmayanti , Enjel Cristina Gultom, Nyoman Asmarehttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2614ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SEKOLAH DASAR DI UPTD SDN KRATON 1 BANGKALAN2025-04-25T06:33:00+00:00Dewi Fitriangsihdewifitri2902@gmail.comMohammad Edy Nurtamamedynurtamam@trunojoyo.ac.idErna Dwi Lestariernalestari19@guru.sd.belajar.id<p>Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, pendidikan sangat penting. Ketika seseorang memiliki keterampilan berbicara maka mereka akan dapat menyampaikan apa yang mereka pikikan. Masih banyak siswa yang kesulitan ketika berbicara di depan kelas, hal ini juga peneliti temukan di UPTD SDN Kraton 1. Beberapa siswa masih kesulitan mengungkapkan pikirannya yang dikarenakan kurangnya percaya diri dan adanya perasaan takut salah, selain itu juga siswa masih menggunakan Bahasa daerah ketika berinteraksi dengan guru maupun sesama teman saat di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berbicara siswa kelas IV di UPTD SDN Kraton 1. Subjek penelitian siswa kelas IV yang berjumlah 27 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan berbicara siswa masih rendah dikarenakan faktor internal dan faktor eksternal yang memengaruhi. faktor internal seperti penguasaan kosa kata, serta faktor eksternal seperti metode pengajaran dan dukungan dari keluarga dan lingkungan. Siswa sering merasa kurang percaya diri dan gugup saat berbicara. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa, disarankan penggunaan metode pembelajaran yang interaktif, motivasi dari guru, dan media pembelajaran yang mendukung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Dewi Fitriangsih, Mohammad Edy Nurtamam, Erna Dwi Lestarihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2652PENGARUH MODEL PjBL BERBANTU MEDIA MOBITAN (MOBIL BERTENAGA ANGIN) PADA MATERI TRANSFORMASI ENERGI TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK2025-04-25T06:35:22+00:00Syarifah Dwi Saputrisyarifadwisaputri@gmail.comHusni Wakhyudinhusniwakhyudin@upgris.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa serta untuk mengetahui apakah dengan penggunaan model pembelajaran <em>Project Based Learning</em> dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS materi “Transformasi Energi” berbantu media mobil bertenaga angin di kelas IV B SD Negeri Sendangmulyo 02. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif Subjek penelitian adalah siswa kelas IV B SD Negeri Sendangmulyo 02. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: 1) Observasi, dan 2)Tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran <em>Project Based Learning </em>dapat meningkatkan hasil belajar pada materi transformasi energi peserta didik kelas IV B. Peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari analisis nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> yang dilakukan menggunakan uji statistik <em>Paired Samples t-test</em> dengan perangkat SPSS versi 30. Dari hasil pengujian, diperoleh nilai signifikan (<em>two</em>-<em>sided p</em>) sebesar <0,001, atau kurang dari 0,05 (5%). Hal ini membuktikan terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik pada sebelum dilakukan pembelajaran dan setelah dilakukan pembeajaran.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Syarifah Dwi Saputri, Husni Wakhyudinhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2602DAMPAK GLOBALISASI DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI BAHASA DAN BUDAYA DI ERA GLOBALISASI 2025-04-25T06:35:48+00:00Ahmad Zamhari Zamhariahmad1969@gmail.comNur Fauziahnurfauziah7998@gmail.comIndah Karolinindahkarolin24@icloud.comTesha Mutiara Mulia teshamutiaramuliaa@gmail.comKhalifah Khalifahkhalifahalfad25@gmail.comIlda Rezki Putri Pratiwi Ritongaildaritonga05@gmail.comValentine Valentinevalentinevln13@gmail.com<p>Globalisasi adalah fenomena global yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk bahasa dan budaya. Perubahan yang dibawa globalisasi menciptakan peluang seperti peningkatan interaksi lintas budaya dan penyebaran ilmu pengetahuan, namun juga menghadirkan tantangan besar, seperti homogenisasi budaya dan ancaman terhadap keberlanjutan bahasa lokal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secaramendalam dampak globalisasi terhadap bahasa dan budaya di indonesia, dengan menguraikan aspek positif dan negatifnya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dari sumber-sumber terpercaya di indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi membawa dampak signifikan pada dinamika bahasa dan budaya lokal. Artikel ini juga menawarkan strategi untuk melestarikan keanekaragaman budaya dan bahasa di tengah arus globalisasi.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Zamhari , Nur Fauziah, Indah Karolin, Tesha Mutiara Mulia , Khalifah Khalifah, Ilda Rezki Putri Pratiwi Ritonga, Valentine Valentinehttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2606PENGGUNAAN ICE BREAKING OLEH GURU DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI DAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DI KELAS I UPTD SD NEGERI KRATON 1 BANGKALAN2025-04-25T06:36:15+00:00Suwaibatul Aslamiyahhaymalsa075@gmail.comMohammad Edy Nurtamamedynurtamam@trunojoyo.ac.id<p>Penelitian ini membahas mengenai bagaimana cara guru dalam menumbuhkan konsentrasi dan semangat belajar siswa melalui kegiatan ice breaking yang dilaksanakan selama pembelajaran di kelas berlangsung. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan banyaknya siswa yang terlihat jenuh saat guru memaparkan materi. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara bersama guru kelas 1 di UPTD SD Negeri Kraton 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya kegiatan ice breaking yang dilakukan oleh guru kelas 1 UPTD SD Negeri Kraton 1 mendapatkan respon positif dari siswa, yaitu siswa menjadi lebih fokus pada pembelajaran dan siswa berminat untuk memperhatikan penjelasan materi dari guru, sehingga semangat belajar siswa meningkat. Meskipun ice breaking yang diterapkan seringkali menghadapi berbagai kendala, namun adanya perencanaan serta kecakapan guru dalam pengalihan perhatian siswa, menjadikan hal tersebut dapat teratasi dengan baik.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Suwaibatul Aslamiyah, Mohammad Edy Nurtamamhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2587PENDIDIKAN BUDAYA MELAYU MEMPERKUAT JATI DIRI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR2025-04-25T06:36:45+00:00Ahmad Syarifariefpoenya27@gmail.comYasnel Yasnelyasnel.yasnel@uin-suska.ac.id<p>Pendidikan budaya memiliki peran penting dalam membentuk jati diri dan karakter pemimpin, terutama di wilayah yang kaya akan kearifan lokal seperti budaya Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan budaya Melayu dalam memperkuat jati diri kepemimpinan kepala sekolah di sekolah dasar. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada kepala sekolah yang mengimplementasikan nilai-nilai budaya Melayu dalam kepemimpinannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan budaya Melayu, yang menekankan nilai-nilai seperti keadilan, tanggung jawab, musyawarah, dan kearifan lokal, mampu memperkuat kompetensi kepemimpinan kepala sekolah. Nilai-nilai ini diterapkan dalam pengambilan keputusan, interaksi dengan guru dan siswa, serta dalam menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan inklusif. Selain itu, pendidikan budaya Melayu memberikan landasan moral yang kokoh, sehingga kepala sekolah mampu menjadi teladan dalam menjaga integritas dan memelihara keberlanjutan budaya lokal di tengah modernisasi. Dengan demikian, integrasi pendidikan budaya Melayu ke dalam pengembangan kepemimpinan menjadi strategi efektif untuk membangun karakter pemimpin yang berjati diri kuat dan berdaya saing.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Syarif, Yasnel Yasnelhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2661PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 3 SD2025-04-25T06:37:43+00:00Ardina Nurul Hidayahardinanurul4@gmail.comDuwi Nuvitaliaduwinuvitalia@upgris.ac.id<p>Pendidikan menjadi suatu proses pembelajaran di sekolah menjadi hal yang dibutuhkan setiap manusia. Model pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru dipilih sesuai dengan karakteristik peserta didik dengan mengimplementasikan <em>student center. </em>Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar peserta didik yang rendah pada mata pelajaran matematika. Keaktifan peserta didik dalam memecahkan suatu permasalahan dalam kehidupan nyata menjadi dampak rendahnya hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan metode kuantitatif dengan subjek penelitian peserta didik kelas III B SDN Pedurungan Kidul 01. Jenis penelitian yang digunakan adalah <em>pre-experiment design </em>dengan desain penelitian <em>one-group pretest-posttest design. </em>Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah <em>pretest</em> dan <em>posttest.</em> Hasil penelitian menununjukkan nilai tertinggi sebelum diberikan model pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> dengan pendekatan <em>curturally responsive teaching </em>adalah 72 dan terendah 42. Kemudian untuk rata-rata hasil tes siswa adalah 58,07. Hasil analisis data setelah diberikan perlakuan, siswa mendapatkan nilai terendah yaitu 76 dan tertinggi 96, sedangkan untuk rata-rata nilainya adalah 84,43. Nilai rata-rata<em> posttest</em> yang memiliki selisih yang cukup besar dengan nilai rata-rata pretest menunjukkan bahwa ada pengaruh dari penerapan model pembelajaran<em> problem based learning </em>dengan pendekatan CRT terhadap hasil hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas 3 SD N Pedurungan Kidul 01.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ardina Nurul Hidayah, Duwi Nuvitaliahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2657PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI SIKLUS/ DAUR HUDUP HEWAN2025-04-25T06:38:10+00:00Ida Irmayantiidairmayantispd@gmail.comM. Danilm.danil@umuslim.ac.idNadia Aldyzanadia.aldyza@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi daur hidup hewan. PBL merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penyelesaian masalah sebagai cara untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain <em>pretest-posttest control group</em> dan dianalisi menggunakan Uji-t. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas V UPTD SD Negeri 2 Simpang Mamplam yang dibagi kedalam dua kelompok siswa, yaitu kelompok eksperimen terdiri dari 12 siswa yang diterapkan dengan model PBL dan kelompok kontrol terdiri dari 12 siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif berupa tes berbentuk soal pilihan ganda yang menguji pemahaman konsep siklus/ daur hidup hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL memiliki peningkatan hasil belajar kognitif yang lebih signifikan dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil ini mengindikasikan bahwa model PBL dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi siklus/ daur hidup hewan dan memberikan dampak positif terhadap hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu, penerapan model PBL disarankan untuk digunakan sebagai alternatif metode pengajaran dalam pembelajaran IPA di sekolah.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ida Irmayanti, M. Danil, Nadia Aldyzahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2663PENTINGNYA LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH DASAR: MEMBEKALI SISWA UNTUK MASA DEPAN2025-04-25T06:38:37+00:00Arum Desta Widyawatinurulkiska105@gmail.comCahya Karinacahyakarinna22@gmail.com<p>Peserta didik sekolah dasar sangat perlu dibekali berbagai pendidikan salah satunya pendidikan karakter dalam menghadapi perkembangan zaman. Literasi digital merupakan salah satu bentuk dari hasil perkembangan zaman yang terjadi. Perkembangan ini perlu diimbangi dengan penerapan pendidikan karakter sejak usia dini untuk mencegah krisis nilai karakter pada siswa, yang salah satunya dapat dilakukan melalui literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat literasi digital dalam membangun dan memperkuat pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dan data diperoleh dari analisis serta kesimpulan yang diambil dari jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam memperkuat pendidikan karakter siswa sekolah dasar di abad 21 sebagai media pendukung, mengingat minat siswa yang besar terhadap teknologi, internet, dan media sosial. Hal ini juga didukung oleh pembelajaran tematik yang diajarkan di sekolah dasar, yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap materi pelajaran. Kesimpulannya, pemanfaatan literasi digital dapat memperkuat nilai karakter siswa, asalkan diimbangi dengan pengawasan yang baik dari orang tua dan guru dalam penggunaannya</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Arum Desta Widyawati, Cahya Karinahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2672PENDIDIKAN KARAKTER PADA KESENIAN TRADISIONAL PERESEAN DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT2025-04-25T06:39:10+00:00Ni Made Nitha Perwithasarinithaperwithasari98@gmail.comSucita Annisa Belia IstiqomahIciannisa@gmail.com<p>Keberagaman budaya Nusantara merupakan dasar dari kebudayaan nasional yang mengakar dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Peresean merupakan salah satu permainan tradisional yang merupakan kesenian tradisional masyarakat Suku Sasak yang mempertarungkan dua laki-laki (pepadu) dengan menggunakan senjata dari tongkat rotan dan perisai yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter melalui permainan tradisional peresean dengan menggunakan metode studi pustaka (<em>library research</em>) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Pengumpulan data tersebut menggunakan cara mencari sumber dan menkontruksi dari berbagai sumber contohnya seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah pernah dilakukan. Peresean sebagai seni pertunjukan tradisional bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga mengandung berbagai nilai pendidikan karakter yang sangat penting bagi Masyarakat, yaitu keberanian dan ketahanan, disiplin dan sportivitas, kerjasama dan kreativitas, menghargai tradisi dan kemandirian, ketahanan fisik dan mental, pengendalian diri, sabar dan tahan uji, dan silaturrahmi. Nilai karakter tersebut dapat diteladani dan diterapkan dalam berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ni Made Nitha Perwithasari, Sucita Annisa Belia Istiqomahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2681PENGARUH MEDIA BALOK TERHADAP PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN MATEMATIKA OPERASI PENGURANGAN PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH KHUSUS KAK SETO2025-04-25T06:39:48+00:00Lavinda Zulfa Husnadhifalavindazulfahusnadhifa@gmail.comDedi Muliadedimulia@untirta.ac.idNeti Asmiatinetiasmiati@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan hasil belajar matematika pada operasi pengurangan menggunakan media balok pada anak tunagrahita ringan kelas 1 SDKh di Sekolah Khusus Kak Seto. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan <em>single subject research</em> (SSR) dan desain A-B-A. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas 1 SDKh dengan hambatan intelektual tunagrahita ringan yang belum mampu menyelesaikan operasi pengurangan angka satuan 1 hingga 5. Fokus penelitian ini adalah hasil belajar siswa dalam operasi pengurangan. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan tes soal, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan visualisasi grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media balok berperan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada operasi pengurangan. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar dari kondisi awal sebesar 25% menjadi 62,5%. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa media balok efektif dalam meningkatkan kemampuan belajar matematika operasi pengurangan pada anak tunagrahita ringan di Sekolah Khusus Kak Seto.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Lavinda Zulfa Husnadhifa, Dedi Mulia, Neti Asmiatihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2682PENERAPAN KEGIATAN MENGANYAM DENGAN BAHAN SPON EVA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS III SD INKLUSI DI HOMESCHOOLING KAK SETO2025-04-25T06:40:22+00:00Andre Eprilia Ataqiataqiieprilia@gamil.comNeti Asmiatineti.asmiati@untirta.ac.idToni Yudha Pratamatoniyudha@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan gambaran yang jelas mengenai efektifitas penerapan kegiatan menganyam dengan bahan spon eva dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak tunagrahita ringan. Penelitian ini dilaksanakan pada anak tunagrahita ringan kelas III SD Inklusi di Homeschooling Kak Seto yang berinisial KM. Dimana siswa memiliki kemampuan kognitif yang rendah sehingga mengalami hambatan dalam kemampuan motorik halusnya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Adapun jenis yang digunakan adalah <em>Single Subject Research </em>(SSR) dengan desain penelitian A-B-A’. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa penerapan kegiatan menganyam dengan bahan spon eva dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Target behavior yang dituju adalah meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Hal ini ditujukan dengan meningkatnya <em>mean level </em>atau rata-rata presentase dari fase baseline-1 (A1) sebesar 31,25%, intervensi (B) 74,98% dan pada fase baseline-2 (A2) rata-rata presentase mean level yang di dapat sebesar 67,8%. Dengan demikian hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa melalui penerapan kegiatan menganyam dengan bahan spon eva dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Dengan penerapan kegiatan menganyam dengan bahan spon eva ini subjek secara perlahan mengalami peningkatan dalam kemampuan motorik halusnya. Dengan demikian penelitian ini dapat menjawab hipotesis dalam penelitian ini bahwa penerapan kegiatan menganyam dengan bahan spon eva dapat meningkatkan kemampuan motorik halus subjek.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Andre Eprilia Ataqi, Neti Asmiati, Toni Yudha Pratamahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2683PENGGUNAAN METODE SUKU KATA (SYLLABIC METHOD) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA SISWA DENGAN LEARNING DISABILITY KELAS 9 DI SMP NEGERI 278 JAKARTA2025-04-25T06:40:56+00:00Zahra Rahma Asshifa2287200044@untirta.ac.idToni Yudha Pratamatoniyudha@untirta.ac.idDedi Muliadedimulia@untirta.ac.if<p>Penelitian ini disusun dengan dilatarbelakangi oleh keadaan siswa yang diidentifikasi kesulitan belajar belum mengenal huruf abjad, belum dapat membaca suku kata dan belum dapat membaca kata maupun kalimat dengan lancar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak kesulitan belajar dengan metode suku kata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif eksperimen menggunakan penelitian subjek tunggal (Single Subject Research) dengan analisis dalam dan antar kondisi. Hasil yang didapatkan yaitu setiap fase pada penelitian ini mengalami grafik yang selalu meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan mean level pada fase baseline- 1 (A1) sebesar 78,6%, pada fase intervensi (B) sebesar 86,6% dan pada fase baseline- 2 (A2) sebesar 84,1%. Maka dapat dikatakan bahwa penggunaan metode suku kata ini dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan kesulitan belajar.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Zahra Rahma Asshifa, Toni Yudha Pratama, Dedi Muliahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2684SIKAP GURU TERHADAP PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PESERTA DIDIK AUTIS DI KECAMATAN CIBINONG2025-04-25T06:41:24+00:00Putri Hanifah FitrianaHanifahfitriana01@gmail.comYuni Tanjung Utamiyunitajungutami@untirta.ac.idSiti Musayarohsitimusayaroh17@untirta.ac.id<p>Pembelajaran berdiferensiasi dapat dikatakan strategi yang tepat karena pembelajaran berdiferensiasi merupakan metode pengajaran yang menitik beratkan pada kebutuhan belajar siswa dalam hal kesiapan belajar, profil belajar, minat dan juga keterampilan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melihat bagaimana tingkatan sikap guru di SMP Citra Nusa, SMP Islam Plus Daarul Jannah dan SMP Al Azhar Syifa Budi terhadap pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan 3 komponen sikap, yaitu komponen kognitif, komponen afektif dan komponen konatif. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Data kuantitatif yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, kemudian mendeskripsikan data dari hasil penelitian yang akurat dan tepat. Populasi dalam penelitian ini target populasinya adalah 68 guru dari SMP Citra Nusa, SMP Islam Plus Darul Jannah dan SMP Al Azhar Syifa Budi. sampel pada setiap sekolah, didapatkan jumlah sampel pada penelitian ini dengan total sebanyak 58 responden. Hasil penelitian dan pembahasan pada faktor kognitif, mayoritas 45% (27 guru) memiliki sikap cukup baik, di bandingkan dengan rata-rata yang didapatkan yaitu 22,85. faktor afektif diatas, dapat dilihat bahwa presetasi paling tinggi yaitu pada kategori cukup baik dengan total 31 guru (52%). dan pada faktor konatif diatas, dapat dilihat bawah pada kategori cukup baik yang memiliki presentasi yaitu 35% (21 guru). Berbanding terbalik dengan kategori sangat kurang baik dimana memiliki presentasi 0%. Sikap guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi pada siswa autis di tiga sekolah menengah yaitu di SMP Citra Nusa, SMP Islam Plus Daarun Jannah dan SMP Al Azhar Syifa Budi, dikategorikan bahwa sikap guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi pada siswa autis dari ketiga factor cukup baik.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Putri Hanifah Fitriana, Yuni Tanjung Utami, Siti Musayarohhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2685ANALISIS DAMPAK KONTEN PORNOGRAFI TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI DAN TINGKAH LAKU ANAK TUNAGRAHITA DI KOTA SERANG2025-04-25T06:41:53+00:00Sahdi Sahdisahdim520@gmail.com<p>Paparan pornografi pada anak tunagrahita memiliki dampak yang signifikan yaitu dapat mempengaruhi emosi dan tingkah laku anak tunagrahita sehingga mengakibatkan penyimpangan perilaku seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pornografi terhadap perkembangan emosi dan prilaku anak tunagrahita di kota serang menggunakan pendekatan penelitian deskriptif data kualitatif yang dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi data. Data di analisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Paparan pornografi pada anak tunagrahita memiliki dampak yang sangat signifikan karena mereka memiliki kesulitan memahami konsep abstrak dan konsekuensi perilaku. Faktor utama yang menyebabkan paparan pornografi adalah kemudahan akses melalui smartphone dan media sosialPaparan pornografi pada anak tunagrahita memiliki dampak yang signifikan karena kesulitan mereka dalam memahami konsep abstrak dan konsekuensi perilaku. Kemudahan akses melalui smartphone dan media sosial menjadi faktor utama penyebab paparan ini. Guru memiliki peran penting dalam mengatasi dampak negatif dengan memberikan pendidikan seksual yang tepat, menekankan privasi dan batasan. Orang tua juga berperan dengan mengawasi jenis konten yang dilihat anak-anak dan membatasi akses mereka ke media sosial untuk melindungi dari dampak negatif.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sahdi Sahdihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2722EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI PERKALIAN SISWA KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA KELAS VI DI SDN DAON 1 KABUPATEN TANGERANG2025-04-25T06:43:01+00:00Zulva Arviantyazulvaarviantya61@gmail.comSistriadini Alamsyah Sidiksistriadinialamsyahsidik@untirta.ac.idYuni Tanjung Utamiyunitanjungutami@untirta.ac.id<p>Siswa kelas VI di SDN Daon 1 Kabupaten Tangerang mengalami kesulitan memahami konsep perkalian. Kesalahan umum terjadi karena siswa cenderung menghitung perkalian sebagai penjumlahan berulang secara manual, menunjukkan kurangnya pemahaman mendasar tentang konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dalam meningkatkan kemampuan perkalian siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan dengan dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes ulangan harian, serta lembar kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PMR secara signifikan meningkatkan kemampuan perkalian siswa. Sebelum intervensi, rata-rata nilai siswa adalah 45, di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Setelah penerapan PMR, nilai rata-rata meningkat menjadi 83,2, dengan kategori "Sangat Baik". Model PMR, yang mengaitkan konsep matematika dengan pengalaman nyata, tidak hanya membantu siswa memahami materi abstrak secara konkret tetapi juga meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Zulva Arviantya, Sistriadini Alamsyah Sidik, Yuni Tanjung Utamihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2981KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS RAKAT MUFAKAT DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH SWASTA DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN 2025-04-25T08:28:19+00:00Noor Ihsan Taufiqihsantaufiq33@gmail.com<p>Pembahasan penelitian ini terdiri dari, mendiskripsikan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah di SMP dan SMA Ibnu Mas’ud Putri Kec. Sungai Raya Kab. Hulu Sungai Selatan, menganalisis implementasi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah di SMP dan SMA Ibnu Mas’ud Putri Kec. Sungai Raya Kab. Hulu Sungai Selatan, memaparkan hasil evaluasi dari implementasi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah di SMP dan SMA Ibnu Mas’ud Putri Kec. Sungai Raya Kab. Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunkan metode deskriftif kualitatif. Kepemimpinan kepala sekolah yang mengedepankan prinsip rakat mufakat terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan kolaboratif. Kepemimpinan berbasis rakat mufakat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah swasta di SMP dan SMA Ibnu Mas’ud Putri. Mendorong guru untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan profesionalisme. Meningkatkan keterlibatan komunitas sekolah, termasuk orang tua dan masyarakat sekitar</p> <p> </p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Noor Ihsan Taufiqhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2942PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL BERBASIS VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN BERCERITA FABEL SISWA KELAS V SD INPRES 4/82 BIRU KABUPATEN BONE2025-04-25T08:29:07+00:00Sudirman Sudirmandirman64@unm.ac.idMujahidah Mujahidahmujahidah@unm.ac.idArum Rabania Anwararumrabania@gmail.com<p> </p> <p>Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One Group Pre-test–Post-test yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan e-modul berbasis video terhadap kemampuan bercerita fabel siswa kelas V SD Inpres 4/82 Biru, Kabupaten Bone. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan e-modul berbasis video, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan bercerita fabel siswa. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan bercerita fabel yang diberikan sebelum dan sesudah penggunaan e-modul. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas serta uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa, dari 24,30 pada pre-test menjadi 63,07 pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan e-modul berbasis video berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan bercerita fabel siswa. Dengan demikian, e-modul berbasis video dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa di jenjang sekolah dasar.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sudirman Sudirman, Mujahidah Mujahidah, Arum Rabania Anwarhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2945PENGARUH MODEL COURSE REVIEW HORAY TERHADAP MINAT BELAJAR IPAS SISWA KELAS V SD INPRES 12/ 79 CELLU II KECAMATAN TANETE RIATTANG TIMUR KABUPATEN BONE2025-04-25T08:29:45+00:00Sudirman Sudirmandirman64@unm.ac.idAsriadi Asriadiasriadi@unm.ac.idHamisah Munasia hamisahmunasia@gmail.com<p>Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan menggunakan <em>desain One Group Pretest-Posttest </em>yang bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh penerapan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) terhadap minat belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa kelas V SD Inpres 12/79 Cellu II. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model CRH, sedangkan variabel terikatnya adalah minat belajar IPAS. Populasi penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas V yang berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket untuk mengukur tingkat minat belajar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Hasil analisis data deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest sebesar 60,25 berada pada kategori rendah, sedangkan rata-rata skor posttest meningkat menjadi 70,25 yang berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model Course Review Horay memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan minat belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model CRH efektif dalam meningkatkan minat belajar IPAS pada siswa kelas V SD Inpres 12/79 Cellu II.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sudirman Sudirman, Asriadi Asriadi, Hamisah Munasia https://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2955PERENCANAAN KEUANGAN ISLAM: PERSPEKTIF PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN SISWA2025-04-25T08:30:27+00:00Rizka Septiaseptiar046@gmail.comTaufik Hidayattaufikhidayat@gmail.comWindi Widiantiwindiwidianti@gmail.comSubandi Subandisubandi@radenintan.ac.idAmiruddin Amiruddinamiruddin@radenintan.ac.id<p>Perencanaan keuangan Islam adalah pendekatan pengelolaan keuangan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah, yang tidak hanya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan finansial, tetapi juga untuk memastikan keadilan sosial dan moralitas dalam transaksi keuangan. Meskipun literasi keuangan merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar, perencanaan keuangan Islam masih jarang diajarkan di sekolah-sekolah, meskipun memiliki potensi besar untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi literatur yang ada mengenai integrasi perencanaan keuangan Islam dalam kurikulum pendidikan dasar. Melalui pendekatan literature review, penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar dalam perencanaan keuangan Islam, relevansinya dalam pendidikan, serta tantangan dan peluang dalam mengintegrasikannya ke dalam kurikulum pendidikan dasar. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan dalam penerapan materi perencanaan keuangan Islam di sekolah, integrasi materi ini berpotensi besar untuk meningkatkan literasi keuangan siswa dan membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab secara sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan untuk guru dan pengembangan materi ajar yang sesuai untuk memastikan keberhasilan integrasi perencanaan keuangan Islam dalam pendidikan dasar.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Rizka Septia, Taufik Hidayat, Windi Widianti, Subandi Subandi, Amiruddin Amiruddinhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2967ANALISIS TANTANGAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DALAM KONSEP MANUSIA DAN SISTEM KEBUDAYAAN INDONESIA2025-04-25T08:31:04+00:00Neng Widiya Puspitasariwidiyapuspitasari849@gmail.comSulthona Faturrohmansulthonabanten5@gmail.comRatna Sari Dewiratna@untirta.ac.id<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat penting untuk membantu siswa memahami kehidupan sosial dan budaya di sekitarnya. Namun, dalam pelaksanaannya, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya keterlibatan siswa, terbatasnya sumber belajar yang sesuai dengan lingkungan mereka, minimnya penggunaan teknologi, dan kurangnya pembelajaran langsung dari pengalaman nyata.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan tersebut dan menawarkan strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menganalisis berbagai buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS akan lebih efektif jika menggunakan pendekatan berbasis proyek, teknologi digital, pelatihan guru yang berkelanjutan, bahan ajar yang kontekstual, dan pengalaman belajar langsung di lapangan. Strategi-strategi ini dapat membuat siswa lebih aktif, paham terhadap budaya lokal, dan memiliki pengalaman belajar yang lebih bermakna.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Neng Widiya Puspitasari, Sulthona Faturrohman, Ratna Sari Dewihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2982PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS IV GUGUS PERUM KECAMATAN KARANGTENGAH2025-04-25T08:31:47+00:00Arief Firdausfirdausarief17@gmail.comSiti Sahronisahronihsiti@gmail.comAmel Gina Hayatiamelgina.hyt@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>scramble</em> terhadap hasil belajar pendidikan Pancasila siswa kelas IV Gugus Perum Kecamatan Karangtengah, dan pengaruh yang positif dan signifikan penggunaan model pembelajaran <em>scramble</em> terhadap kemampuan hasil belajar siswa kelas IV Gugus Perum Kecamatan Karangtengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian <em>quasi experiment.</em> Desain yang digunakan dalam penelitian menggunakan kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dan kelas kontrol tidak diberi perlakuan dan diuji <em>pre-test dan post-test non-equivalent</em>. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Gugus Perum kepada siswa kelas IV bahwa hasil siswa kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar siswa kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai <em>posttest</em> kelas eksperimen sebesar 81,18 sedangkan rata-rata nilai posttest kelas kontrol sebesar 69,38. Berdasarkan uji t dengan <sup>dk=64</sup> dan taraf signifikan <sup>a=5%</sup> diperoleh hasil t hitung = 2,219 dan t tabel = 1,998. Dari hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai t hitung >t tabel, karena t hitung berada pada daerah penerimaan <sup>H</sup><sub>a</sub> sehingga <sup>H</sup><sub>0</sub> ditolak maka hipotesis penelitian diterima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa sesudah menerapkan model pembelajaran <em>scramble</em> lebih baik dari pada yang tidak menerapkan model pembelajaran <em>scramble</em> pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di Gugus Perum Kecamatan Karangtengah.</p> <p> </p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Arief Firdaus, Siti Sahroni, Amel Gina Hayatihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2687ANALISIS MINAT MEMBACA KRITIS BAGI MAHASISWA PPG PGSD PRAJABATAN DENGAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN CRITICAL READING INTENTION SCALE (CRIS)2025-04-25T06:46:05+00:00Garda Fathan Nuzulahgardafathannuzulah@gmail.comOtang Kurniamanotang.kurniaman@lecture.unri.ac.idZufriady Zufriadyzufriady@lecture.unri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara detail bagaimana tingkatan minat membaca kritis mahasiswa PPG PGSD Prajabatan Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kampus PPG Universitas Riau dengan melibatkan 208 sampel penelitian yaitu mahasiswa aktif PPG PGSD. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Adapaun teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menghitung persentase data dari setiap indikator, kemudian menginterpretasi skor persentase data dan menganalisis setiap indikatornya secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat minat membaca kritis mahasiswa PPG PGSD Prajabatan Universitas Riau adalah 95,43% dengan kategori sangat baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi berbagai pihak dalam tingkat minat membaca kritis di Universitas Riau, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan kajian bagi peneliti lain dalam menganalisis dan mengembangkan tingkat minat membaca kritis mahasiswa dalam persiapan menjadi calon guru.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Garda Fathan Nuzulah, Otang Kurniaman, Zufriady Zufriadyhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2670PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS STEAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS2025-04-25T06:47:39+00:00Liza Febriyantiliza.febriyanti3491@student.unri.ac.idMahmud Alpusarimahmud.alpusari@lecturer.unri.ac.idEddy Novianaeddy.noviana@lecturer.unri.ac.id<p>Masalah yang di jumpai peneliti pada adalah kurangnya kemampuan siswa untuk berpikir kritis. Menurut hasil survey berupa wawancara dan hasil data yang di kumpulkan peneliti menunjukkan bahwa Siswa di SD IT Milatul Khoir Pekanbaru memiliki tingkat berpikir kritis yang masih rendah. Hal ini di buktikan dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah dan wali kelas serta data nilai ulangan siswa yang tidak mencapai KKM. Rendahnya kemampuan berpikir kritis tersebut didukung oleh hasil Survey Program Siswa Internasional PISA atau <em>Survey Programme For International Student Assesmen</em>t di tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat berpikir kritis siswa di Indonesia masih rendah yakni dari 79 negara, Indonesia menempati urutan ke-74. Dari survey tersebut mendapatkan peringkat 10 terbawah dari berbagai kategori mulai dari tahun 2009-2018. Hal ini disebabkan karena pendidik sering menggunakan pendekatan ceramah yang hanya berfokus pada guru dan selalu menggunakan media papan tulis. Akibatnya, kemampuan berpikir siswa tidak berkembang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif berupa kuasi eksperimen dengan menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk membandingkan pengaruh antara model project based learning berbasis STEAM dan pembelajaran dengan pendekatan ceramah atau konvensional. Instrument pada penelitian ini berupa soal tes dalam bentuk pilihan ganda. Sebelum pembelajaran di mulai, siswa mngerjakan soal <em>pre-test </em>dan setelah selesai pembelajaraan, siswa mengerjakan soal <em>post-test</em>. Hal demikian dilakukan untuk melihat bagaimana model <em>project based learning </em>berbasis STEAM berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan siswa yang mengunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siwa mengalami peningkatan dengan menggunakan Model <em>Project Based Leraning </em>Berbasis STEAM. Diperoleh bahwa N-Gain score pada kelas eksperimen adalah 56,95 % termasuk dalam kategori sedang/efektif. Sedangkan kenaikan rata-rata pada kelas kontrol adalah 25,83% termasuk dalam kategori rendah/kurang efektif.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Liza Febriyanti, Mahmud Alpusari, Eddy Novianahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2715PENGEMBANGAN MEDIA BIG BOOK BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN KELAS II SEKOLAH DASAR2025-04-25T06:48:08+00:00Mila Rahimahmila.rahimah1337@student.unri.ac.idZufriady Zufriadyzufriady@lecturer.unri.ac.idEva Astuti Mulyanieva.astuti@lecturer.unri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengembangan media <em>big book</em> berbasis kearifan lokal sebagai alat pendukung pembelajaran keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 192 Pekanbaru. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kualitas, proses, dan efektivitas pengembangan media big book dalam pembelajaran membaca permulaan. Jenis penelitian yang digunakan penelitian <em>Research and Development</em> (R&D). dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu <em>define, design, develop, and disseminate</em>. Media <em>big book</em> yang dikembangkan diujicobakan kepada 5 orang siswa secara skala kecil dan 20 siswa secara skala luas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Berdasarkan hasil penelitian hasil validasi ahli diperoleh 92,28% dengan kategori sangat valid. Dari hasil uji coba angket pada skala kecil rata-rata 89,99% dan uji coba lapangan rata-rata 86,52% dengan kategori sangat baik. Untuk keterampilan membaca permulaan pada uji coba kelompok kecil memperoleh nilai rata-rata 80% dengan nilai N-gain keseluruhan 72% kategori tinggi, sedangkan uji coba lapangan memperoleh nilai rata-rata 84,84% dengan nilai N-gain keseluruhan 70,60 kategori sedang.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Mila Rahimah, Zufriady Zufriady, Eva Astuti Mulyanihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2700PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI BERBASIS BUDAYA MELAYU PADA MATERI GEOMETRI DI SEKOLAH DASAR 2025-04-25T06:48:38+00:00Yulia Rosiyulia.rosi5846@student.unri.ac.idJesi Alexander Alim yulia.rosi5846@student.unri.ac.idZariul Antosayulia.rosi5846@student.unri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video animasi berbasis budaya melayu pada materi geometri di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development / R&D) dengan model Plomp yang terdiri dari 3 fase yaitu Pleminary Research Phase, Developing or Prototyping Phase, Assessment Phase. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan angket. Peneliti melakukan uji validitas terhadap tiga validator terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Peneliti juga melakukan uji praktikalitas terhadap 2 guru dan 9 siswa yang terdiri 3 orang pada one to one evaluation dan 6 orang pada small group evaluation. Hasil penelitian menunjukkan produk yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dengan persentase rata-rata ahli media memperoleh skor 98,68% , ahli materi memperoleh skor 88% dan ahli bahasa memperoleh skor 98,21% serta dinyatakan sangat praktis dengan persentase rata-rata guru memperoleh skor 96,42% dan peserta didik memperoleh skor 89,72%. Dapat disimpulkan video animasi berbasis budaya melayu pada materi geometri di sekolah dasar dinyatakan sangat valid dan praktis serta layak digunakan dalam pembelajaran.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Yulia Rosi, Jesi Alexander Alim , Zariul Antosahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2701IMPLEMENTASI VIDEO ANIMASI BERBASIS BUDAYA MELAYU MATERI GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SDN 161 PEKANBARU2025-04-25T06:49:08+00:00Yulia Rosayulia.rosa5298@student.unri.ac.idJesi Alexander Alimyulia.rosa5298@student.unri.ac.idErlisnawati Erlisnawatiyulia.rosa5298@student.unri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan numerasi siswa serta untuk mengetahui apakah dengan penggunaan video animasi berbasis budaya melayu berbasis budaya melayu materi geometri dapat meningkatkan kemampuan numerasi siswa SDN 161 Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Desain penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design, yaitu penelitian yang menggunakan dua kelas, yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas eksperimen akan diberikan perlakuan menggunakan video animasi berbasis budaya melayu dan kelas kontrol mendapatkan perlakuan pembelajaran tanpa menggunakan video animasi berbasis budaya melayu. Penelitian ini memberikan pretest sebelum mendapatkan perlakuan dan memberikan posttest sesudah mendapatkan perlakuan. Berdasarkan hasil analisis data uji hipotesis yang telah peneliti lakukan, diperoleh hasil signifikansi (2-tailed) uji t-test nilai posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 0,026. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan nilai signifikansi 0,026 < 0,05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil uji N-Gain diperoleh hasil 0,45 dengan kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan numerasi siswa dengan menggunakan video animasi berbasis budaya melayu.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Yulia Rosa, Jesi Alexander Alim, Erlisnawati Erlisnawatihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2658PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP2025-04-25T06:50:05+00:00Lita Afri Yantilitaafriyanti16@gmail.comM. Danielm.danil@umuslim.ac.idNadia Aldyzanadia.aldyza@gmail.com<p>Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup melalui pengembangan potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun, minimnya variasi metode pembelajaran sering menyebabkan siswa kehilangan motivasi, sehingga hasil belajar menurun. Model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) menawarkan solusi dengan melibatkan siswa secara aktif melalui proyek yang relevan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman materi tetapi juga hasil belajar kognitif siswa. PjBL terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran bermakna, seperti pada materi IPA, dengan mendorong keterlibatan dan kreativitas siswa. tujuan yaitu mengetahui pengaruh model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup di SD Negeri 19 Banda Sakti. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>pre-eksperimental tipe One-Group Pretest-Posttest</em> <em>Design</em>. Hasil penelitian bahwa penerapan model <em>Project Based Learning</em> (PJBL) memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup di kelas V SD Negeri 19 Banda Sakti.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Lita Afri Yanti, M. Daniel, Nadia Aldyzahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2689PENGARUH TEMBANG MACAPAT MIJIL PADA KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR2025-04-25T06:50:33+00:00Nava’ Annisanavaannisa99@gmail.comZahida Farah Safira zahidafarahs@gmail.com<p>Di Indonesia, keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa memperkaya negara, menumbuhkan persatuan di bawah semboyan Bhineka Tunggal Ika. Keberagaman ini meningkatkan budaya Indonesia, dengan masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri, yang berkontribusi pada keharmonisan sosial. Pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif tempat peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya dalam kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Perkembangan peradaban global yang pesat, termasuk globalisasi budaya, telah menyebabkan terjadinya banjir budaya. Untuk mengatasi banjir budaya, kembali ke budaya lokal, khususnya melalui kesenian Jawa seperti tembang Macapat, dapat menjadi solusi. Tembang macapat mengandung unsur estetika, etika, dan sejarah yang perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami dan sederhana agar dapat memberikan energi metafisik kepada pendengar atau pembacanya, sehingga memengaruhi nilai-nilai karakter. Pendidikan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang mulia, dengan karakter yang bersumber dari tuntunan untuk membedakan benar dan salah, menekankan pentingnya pembinaan karakter pada individu sejak usia dini melalui pendidikan dasar. Integrasi tembang macapat dalam pendidikan karakter di sekolah dasar merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan pembentukan peserta didik agar menjadi pribadi yang berkarakter tangguh dan berakhlak mulia.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nava’ Annisa, Zahida Farah Safira https://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2702PENGARUH PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV C SDN SENDANGMULYO 022025-04-25T06:51:01+00:00Salsabila Inestiaslsbila.inest@gmail.comHusni Wakhyudinhusniwakhyudin@upgris.ac.id<p>Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika. Rendahnya pengetahuan dasar siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan literasi numeric dalam kehidupan sehari-hari turut berkontribusi terhadap rendahnya pencapaian hasil belajar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar siswa serta mengidentifikasi pengaruh penerapan pendekatan <em>Teaching at the Right Level</em> (TaRL) terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi pola bilangan di kelas IV C SD Negeri Sendangmulyo 02. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas IV C SD Negeri Sendangmulyo 02. Instrumen yang dipakai dalam penelitian meliputi: 1) Observasi dan 2) Tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran <em>Teaching at the Right Level</em> efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pola bilangan. Peningkatan tersebut dibuktikan melalui analisis nilai <em>pretest </em>dan <em>posttest </em>yang diolah menggunakan uji statistik <em>Paired Samples t-test</em> dengan bantuan perangkat SPSS. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi (two-sided p) sebesar <0,000, yang lebih kecil dari 0,05 (5%). Temuan ini mengindikasikan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah diterapkannya pendekatan pembelajaran tersebut.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Salsabila Inestia, Husni Wakhyudinhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2688PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SD NEGERI 65 PEKANBARU2025-04-25T06:51:31+00:00Stevani Adeliastevaniadelia482@gmail.comHendri Mahardihendri.marhadi@lecturer.unri.ac.idZariul Antosazariul.antosa@lecturer.unri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri 65 Pekanbaru. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai kriteria minimal 70 sesuai dengan Kurikulum Merdeka, serta penggunaan metode ceramah yang membuat siswa kurang terlibat aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, melibatkan 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata pretest (52,96) dan posttest (72,5) di kelas eksperimen. Uji t menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga disimpulkan bahwa model Reciprocal Teaching berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Stevani Adelia, Hendri Mahardi, Zariul Antosahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2712PEMBELAJARAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN TOKECANG: IMPLEMENTASI NILAI “ING NGARSO SUNG TULADHA”2025-04-25T06:52:30+00:00Dinda Nur Afifahdindanurafifah6@gmail.comHasna Fauziah Zaelanihasnazaelani@gmail.com<p>Permainan tradisional memiliki peran penting dalam pembentukkan karakter anak. Nilai karakter yang terkandung dalam permainan tradisional adalah kejujuran, kreativitas, sportivitas, kegotongroyongan, kepemimpinan dan juga kegigihan. Namun, di era globalisasi ini, anak-anak sudah jarang memainkan permainan tersebut dan malah kecanduan untuk bermain permainan secara daring. Maka dari itu, penelitian ini untuk mengetahui bahwa pendidikan karakter anak itu penting dan perlu dibentuk sedari kecil. Salah satu permainan tradisional asal Jawa Barat yaitu permainan Tokecang yang dimainkan minimal oleh 4 orang. Permainan ini membentuk karakter kepemimpinan anak. Pengaruh era digital berdampak negatif terhadap pembentukan karakter anak, sehingga perlu peran dan kerja sama orang tua dan guru dalam membentuk dan melindungi karakter anak dari pengaruh hal yang kurang baik. Semua pihak seperti stakeholder, pemerintah, orang tua dan guru dapat melakukan kerjasama untuk membantu dan membentuk karakter anak bangsa menjadi karakter yang positif.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Dinda Nur Afifah, Hasna Fauziah Zaelanihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2721IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR2025-04-25T06:51:59+00:00Agnes Hilmi Priatnaagneshilmi@gmail.comElsa Azahraelsazhra.70@upi.eduImran Mahirimranmahir13072003@gmail.comUmi Salamahumi.salamah1@upi.eduJenuri Jenurijenuri@upi.eduDina Mayadiana Suwarmadinamayadiana@upi.edu<p>Penulisan ini bertujuan untuk membahas implementasi teori belajar Behavioristik dalam pembelajaran di SD melalui metode kajian literatur. Teori memahami perilaku manusia dengan menggunakan pendekatan objektif, mekanistik, dan materialistik, sehingga setiap perubahan perilaku seseorang dapat dilakukan melalui upaya pengkondisian. Guru dapat dengan mudah mengukur keberhasilan pembelajaran karena teori ini berorientasi pada perilaku yang tampak berupa “hasil yang dapat diukur, diamati, dianalisis, dan diuji secara obyektif.” Selain itu, teori ini membantu siswa memahami aturan dan prosedur secara jelas, sehingga cocok diterapkan pada anak-anak atau siswa dengan tingkat pemahaman awal yang belum kompleks.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Agnes Hilmi Priatna, Elsa Azahra, Imran Mahir, Umi Salamah, Jenuri Jenuri, Dina Mayadiana Suwarmahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2729KEGIATAN SEMARBOWO (SEDINTEN MATUR BOSO JOWO) SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN NILAI KARKATER DI SDN KARANGANOM 1 KARANGMOJO, KABUPATEN GUNUNG KIDUL2025-04-25T06:53:02+00:00Happy Tri Sabelahepitri4@gmail.comHuzen Umar Wibawahuzenwibawa@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan SEMARBOWO <em>(Sedinten Matur Boso Jowo) </em>sebagai upaya pembentukan nilai karakter peserta didik di SD Negeri 1 Karanganom. Jenis penelitian ini adalah hasil obervasi dan kajian yang serupa atau berkaitan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif deduktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembiasaan Semarbowo pada kegiatan Kemis Jowo dapat menumbuhkan rasa sopan satun, solidaritas, rasa cinta terhadap budaya Jawa melalui (1) Pembiasaan penerapan berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa yang diterapkan oleh seluruh warga sekolah setiap kemis Jowo, (2) Penerapan pembiasaan budaya cium tangan dan pengucapan “wilujeng enjang” kepada bapak/ibu guru setiap masuk kelas, (3) Penerapan pembiasaan membungkuk dan pengucapak “nuwun sewu” setiap bertemu orang yang lebih tua, (4) Penerapan pembiasaan pembelajaran berbasis kelompok supaya menumbuhkan rasa solidaritas serta gotong royong, (5) Pengintegrasian pembiasaan SEMARBOWO dalam gelar karya P5.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Happy Tri Sabela, Huzen Umar Wibawahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2728PENGARUH PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS 3 SDN PEDURUNGAN KIDUL 012025-04-25T06:53:31+00:00Arzaqina Maulidya Sariarzaqinams1@gmail.comDuwi Nuvitaliaduwinuvitalia@upgris.ac.id<p>Pendidikan menjadi salah satu komponen penting bagi kehidupan manusia yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku manusia. Sebagai guru, harus mampu mengidentifikasi kelemahan setiap peserta didik, memberikan bimbingan yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV serta perbedaan tingkat kemampuan kognitif yang cukup signifikan antara peserta didik yang tidak difasilitasi dengan pembelajaran yang baik. Metode penelitian yang digunakan yakni eksperimen menggunakan <em>One-Group Pretest Posttest Design. </em>Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Tes dilakukan sebanyak dua kali yakni <em>prestest </em>dan <em>posttest. </em>Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik<em> non probability sampling</em> dengan sampel jenuh yang berjumlah 28 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 dimana kurang dari taraf signifikannya 0,05. Hasil nilai <em>pretest</em> yang semula 52,50 pada <em>posttest </em>naik menjadi 71,42 setelah diberikan model pembelajaran TaRL. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pendekatan <em>Teaching at the Right Level </em>(TaRL) terhadap hasil belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV SDN Pedurungan Kidul 01.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Teaching at the Right Level, </em>TaRL, hasil belajar</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Arzaqina Maulidya Sari, Duwi Nuvitaliahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2731PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SD NEGERI 65 PEKANBARU2025-04-25T06:53:58+00:00Stevani Ade Liastevani.ade3539@student.unri.ac.idHendri Marhadihendri.marhadi@lecturer.unri.ac.idZariul Antosazariul.antosa@lecturer.unri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri 65 Pekanbaru. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai kriteria minimal 70 sesuai dengan Kurikulum Merdeka, serta penggunaan metode ceramah yang membuat siswa kurang terlibat aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, melibatkan 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata pretest (52,96) dan posttest (72,5) di kelas eksperimen. Uji t menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga disimpulkan bahwa model Reciprocal Teaching berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Stevani Ade Lia, Hendri Marhadi, Zariul Antosahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2732ANALISIS PENDEKATAN STEM PADA PELAJARAN MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR2025-04-25T06:54:25+00:00Novia Pratama Savitrinoviapratamasavitri30@gmail.comHasna Salsabilahhasnasalsabilah08@gmail.comDesvi Mila Maretadesvimillamareta@gmail.com<p>STEM adalah Pendekatan pembelajaran terpadu ini menggabungkan aplikasi dunia nyata dengan pembelajaran di kelas, yang mencakup empat disiplin ilmu: sains, teknologi, teknik, dan matematika. Tujuan dari analisis tantangan dalam pendekatan STEM adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa. deskripsi latar belakang masalah dan studi teoritis yang diberikan sebelumnya. Oleh karena itu, SLR tentang STEM sangat dibutuhkan saat merancang pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai sumber menunjukkan bahwa sel punca memiliki efek positif pada aspek kognitif, emosional dan psikomotorik. Selain itu, penerapan STEM memiliki tantangan tersendiri bagi guru dan siswa. Dari analisis literatur yang dilakukan, ditemukan bahwa pendekatan STEM mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu secara relevan dan kontekstual. Ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep matematika, tetapi juga memperluas kemampuan mereka untuk menerapkan pengetahuan itu dalam situasi nyata.</p> <p>Berpikir Kreatif, Berpikir Kritis, STEM, SLR.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Novia Pratama Savitri, Hasna Salsabilah, Desvi Mila Maretahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2733PENGARUH TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) DALAM PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 3C PELAJARAN MATEMATIKA SDN KARANGANYAR GUNUNG 022025-04-25T06:58:57+00:00Zulfa Lailatul Nikmahzulfalailatuln@gmail.comSiti Patonahsitifatonah@upgris.ac.idSiti Kusniatikusniati66@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dalam pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> terhadap hasil belajar peserta didik materi perkalian mata pelajaran matematika kelas III C SDN Karanganyar Gunung 02 Semarang. Penelitian ini menggunakan <em>mix method. Mix method reseach design </em>(penelitian dengan menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif dalam suatu penelitian). <em>Mix method </em>yang digunakan adalah tipe <em>embedded design</em>. Dengan desain metode kuantitatif yang digunakan adalah pre-eksperimental design One Group Pretest-Posttest. Wawancara adalah metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. 25 peserta didik di kelas III C yang merupakan populasi penelitian. Tes tertulis, dokumen, dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data untuk penelitian ini. Uji normalitas <em>pre test </em>dan <em>posttest</em>, uji perbedaan dua rata-rata dengan analisis uji-t, analisis korelasi biserial, dan analisis koefisien penentuan adalah beberapa metode analisis data yang digunakan. Penelitian ini menemukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang dipengaruhi oleh pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dalam pembelajaran berbasis masalah. Menunjukan bahwa t_hitung = 6,256 dan t_(tabel) = 1,714. Bahwa pendekatan ini memberikan dukungan terhadap hasil belajar peserta didik. Jika t_hitung > t_(tabel), maka Ha diterima. Hasil analisis korelasi biserial menunjukkan tingkat korelasi yang sangat kuat (r_hitung = 0,8265). Analisis korelasi mengungkapkan bahwa kenaikan persentasenya adalah 68%. Hal ini menunjukkan bahwa strategi Teaching at the Right Level (TaRL) memiliki dampak 68% terhadap hasil belajar siswa dan bahwa hasilnya merupakan perbedaan antara rata-rata skor <em>pretest </em>dan <em>post test.</em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Zulfa Lailatul Nikmah, Siti Patonah, Siti Kusniatihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3031PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU POWERPOINT INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR2025-05-05T03:49:42+00:00Rionaldi Rionaldirionaldi0608@gmail.comHetilaniar Hetilaniarhetilaniar@univpgri-palembang.ac.idSyska Purnama Sarisyskapurnamasari@gmail.com<p>Berpikir kritis merupakan kemampuan penting yang membantu siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata. Pembelajaran yang mendorong siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Model <em>Problem Based Learning </em>(PBL) menekankan pemecahan masalah nyata sebagai inti pembelajaran, sementara PowerPoint interaktif digunakan sebagai media pendukung untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model <em>Problem</em><em> </em><em>Based</em><em> </em><em>Learning </em>berbantu PowerPoint interaktif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>quasi eksperimen </em>dengan desain <em>one group pretest-posttest</em>. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD Negeri 25 Palembang yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket kemampuan berpikir kritis, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik untuk membandingkan hasil <em>pretest </em>dan <em>posttest. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model <em>Problem</em><em> </em><em>Based</em><em> </em><em>Learning </em>berbantu PowerPoint interaktif berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model ini menunjukkan peningkatan dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penggunaan model PBL dan PowerPoint interaktif dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Rionaldi Rionaldi, Hetilaniar Hetilaniar, Syska Purnama Sarihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2719PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PANCASILA KELAS III DI SDN PEDURUNGAN KIDUL 01 SEMARANG2025-04-25T06:59:24+00:00Alissa Qothrunnadaalissaachmad910@gmail.comDuwi Nuvitaliaduwinuvitalia@upgris.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa serta untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) terhadap hasil belajar peserta didik kelas III pada mata pelajaran Pancasila di SDN Pedurungan Kidul 01 Semarang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode pre-eksperimen. Desain yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri Pedurungan Kidul 01 Semarang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah Tes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis data deskriptif, diperoleh nilai rata-rata pretest peserta didik = 52,75 dan pada posttest = 77,75. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan TaRL berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pancasila di Kelas III SDN Pedurungan Kidul 01 Semarang.</p> <p> </p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Alissa Qothrunnada, Duwi Nuvitaliahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2727PENGARUH PENDEKATAN TARL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS 4 DI SDN PEDURUNGAN KIDUL 012025-04-25T06:59:52+00:00Dewinta Arum Maulidadarummaulida@gmail.comDuwi Nuvitaliaduwinuvitalia@upgris.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan <em>Teaching at The Right Level </em>(TaRL) terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas 4 di SDN Pedurungan Kidul 01. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas 4 di SDN Pedurungan Kidul 01 dan sampel diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes berupa <em>pretest </em>dan <em>posttest. </em>Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan TaRL memberikan pengaruh signifikan pada proses pembelajaran . Hasil uji hipotesis menggunkan <em>Independent Sample T-Test </em>menunjukkan hasil 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan di antara kedua data tersebut. Dengan demikian, penggunaan pendekatan TaRL berpengaruh terhadap hasil bellajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas 4 di SDN Pedurungan Kidul 01.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Dewinta Arum Maulida, Duwi Nuvitaliahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2737IMPLEMENTASI PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TaRL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI MATEMATIKA SISWA KELAS I SDN PANDEANLAMPER 032025-04-25T07:00:21+00:00Pramaisheilla Ninda Karisapramaisheillakarisa@gmail.comFine Reffianefinereffiane@upgris.ac.idMaryati Maryatimaryatitar@gmail.com<p>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas IA SDN Pandeanlamper 03, diperoleh bahwa kemampuan numerasi siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan pendekatan TaRL (<em>Teaching at the Right Level</em>) dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas IA SDN Pandeanlamper 03. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian Mixed Method yang memadukan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Dalam tahap ini, guru mengelompokkan siswa menjadi 3 kelompok berdasarkan kemampuan. Kelompok satu yaitu kelompok mahir. Kelompok kedua siswa dengan kemampuan cukup. Kemudian kelompok ketiga siswa yang belum bisa bahkan belum lancar menghitung. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan TaRL efektif dibuktikan dengan hasil uji <em>paired sample t-test</em> diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ha diterima artinya terdapat perbedaan hasil belajar antara nilai pretest dan posttest. Sedangkan hasil uji <em>n-gain</em> diperoleh 0,62 dimana termasuk dalam kriteria sedang yang artinya ternjadi peningkatan rata-rata hasil belajar antara pretest dan posttest. Simpulan pada penelitian ini adalah penerapan pendekatan TaRL efektif untuk meningkatkan kemampuan numerasi Matematika siswa kelas IA SDN Pandeanlamper 03.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Pramaisheilla Ninda Karisa, Fine Reffiane, Maryati Maryatihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2735MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI TARI ZAPIN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 138 PEKANBARU2025-04-25T07:00:47+00:00Reyka Renjanireyka.renjani1324@student.unri.ac.idZulfriadi Zulfriadizufriady@lecturer.unri.ac.idEddy Novianaeddy.noviana@lecturer.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar seni tari Zapin pada siswa kelas V SD Negeri 138 Pekanbaru melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan hasil belajar siswa dalam seni tari, yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik, serta kurangnya pengenalan dan apresiasi terhadap budaya lokal. Tari Zapin dipilih karena merupakan salah satu warisan budaya Melayu yang memiliki nilai estetika dan filosofis tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen Pre-Experimental Designs tipe One Group Pretest-Posttest. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta tes praktik berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji t, dan N-gain dengan bantuan perangkat lunak SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TPS memberikan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Pada tahap Thinking, siswa dilatih untuk berpikir kritis terhadap gerakan tari yang dipelajari secara individu. Tahap Pairing memungkinkan siswa berdiskusi dan bekerja sama dalam pasangan untuk mempraktikkan gerakan tari, sementara tahap Sharing memberi kesempatan siswa berbagi hasil latihan dengan kelompok lain. Penerapan TPS juga meningkatkan sinkronisasi gerakan, kekompakan, dan rasa percaya diri siswa dalam mempraktikkan tari Zapin. Analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari kategori cukup ke kategori baik setelah penerapan TPS, dengan peningkatan rata-rata nilai sebesar 30%.Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif TPS efektif untuk meningkatkan hasil belajar seni tari Zapin. Selain mendorong pemahaman mendalam terhadap seni budaya, model ini juga meningkatkan kolaborasi dan kreativitas siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model TPS untuk pembelajaran seni budaya lainnya di berbagai jenjang pendidikan, serta integrasi teknologi untuk mendukung metode ini dalam meningkatkan apresiasi siswa terhadap seni dan budaya lokal.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Reyka Renjani, Zulfriadi Zulfriadi, Eddy Novianahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2675PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP2025-04-25T07:01:16+00:00Sri Dewi Murnisridewimurni.sdn@gmail.comM. Danilm.danil@umuslim.ac.idNadia Aldyzanadia.aldyza@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada materi klasifikasi makhluk hidup di tingkat sekolah dasar. Masalah yang dihadapi dalam pembelajaran IPA di SDN 8 Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, mencakup rendahnya pemahaman siswa tentang konsep klasifikasi makhluk hidup serta terbatasnya media pembelajaran dan metode pengajaran yang kurang inovatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test, melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa model PBL berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji statistik <em>t-test</em>, dan observasi kualitatif dilakukan untuk melihat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBL efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa tentang klasifikasi makhluk hidup dan memberikan dampak positif pada motivasi dan keterampilan berpikir kritis siswa.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sri Dewi Murni, M. Danil, Nadia Aldyzahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2726IMPLEMENTASI MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS III SDN SENDANGMULYO 02 KOTA SEMARANG2025-04-25T07:01:44+00:00Desyana Ajeng Safitridesyana655@gmail.comKhusnul Fajriyahkhusnulfajriyah@upgris.ac.id<p>Penelitian ini didasarkan pada pentingnya meningkatkan kemampuan bernalar kritis pada peserta didik terutama di SD dalam pelajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya membangun karakter dan wawasan kebangsaan sejak dini . Penerapan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) diharapkan mampu mengatasi permasalahan kurangnya kemampuan bernalar kritis yang dialami oleh peserta didik sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif) atau biasa disebut <em>mix methode</em> . Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III A SDN Sendangmulyo 02 Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berbentuk uraian bernalar kritis. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengukur peningkatan kemampuan bernalar kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan bernalar kritis peserta didik. Temuan ini didukung oleh hasil uji <em>T paired samples t-test</em>, dimana nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata- rata kemampuan bernalar kritis sebelum dan setelah penerapan <em>Problem Based Learning</em> pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis peserta didik kelas III jenjang sekolah dasar.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Desyana Ajeng Safitri, Khusnul Fajriyahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2743PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PBL TERINTEGRASI PENDEKATAN TARL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD2025-04-25T07:02:16+00:00Jamiatul Ariniarinijamiatul@gmail.comFerina Agustiniferinaagustini@upgris.ac.idEstiyani Estiyaniestiyanispd479@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan strategi pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> (PBL) yang terintegrasi dengan pendekatan <em>Teaching at the Right Level</em> (TaRL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas IVA SDN Pandeanlamper 03 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method) dengan desain eksperimen <em>One-Group Pretest-Posttest Design</em>, melibatkan 28 siswa sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data mencakup tes kognitif, wawancara, angket, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Normalitas, uji T-Test, serta uji N-Gain.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan melalui hasil uji T-Test dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) dan nilai uji N-Gain sebesar 0,49 yang berada dalam kategori sedang. Strategi pembelajaran PBL-TaRL berhasil memenuhi kebutuhan belajar siswa dengan cara mengelompokkan mereka berdasarkan kemampuan, yaitu <em>fast learner, regular learner, dan slow learner</em>. Pendekatan ini membantu siswa memecahkan masalah secara mandiri, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan meningkatkan tanggung jawab dalam proses pembelajaran.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jamiatul Arini, Ferina Agustini, Estiyani Estiyanihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2752PENGARUH PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) TERHADAP HASIL BELAJAR LITERASI ALAM DAN SOSIAL SISWA KELAS VB SDN PANDEANLAMPER 03 SEMARANG2025-04-25T07:02:48+00:00Nur Sa'idahsaidahnur732@gmail.comFine Reffianefinereffiane@upgris.ac.idMaryati Maryatimaryatitar@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh pembelajaran melalui pendekatan TaRL di SDN Pandeanlamper 03 Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode campuran. Penelitian ini menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif untuk meningkatkan hasil penelitian. Penelitian ini mengkaji bagaimana pendekatan TaRL mempengaruhi mata pelajaran IPAS di kelas VB di SDN Pandeanlamper 03 Semarang. Dalam fase ini, guru mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan peserta didik. Guru dapat menggunakan strategi TaRL untuk mengakomodasi semua siswa dengan kepribadian yang berbeda dalam satu pelajaran. Namun, penerapan pendekatan TaRL menimbulkan tantangan besar bagi guru, karena mereka perlu membuat kurikulum canggih yang mempertimbangkan berbagai karakteristik siswa di kelas mereka.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nur Sa'idah, Fine Reffiane, Maryati Maryatihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2573PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS DIGITAL CONTENT GAMIFIKASI DALAM BENTUK QUIZIZ UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI AJAR IPA PESERTA DIDIK2025-04-25T07:03:15+00:00Mega Pandu Winatamega.panduwinata17@guru.sd.belajar.idNadia Aldyzanadia.aldyza@gmail.comM. Danilm.danil@umuslim.ac.id<p>Penelitian ini merupakan penelitian yang memiliki 3 tujuan penting yaitu 1). Bertujuan untuk melihat gambaran dari sebuah hasil belajar peserta didik, 2). Bertujuan untuk melihat materi ajar IPA berbasis digital content gamifikasi dalam bentuk quiziz untuk meningkatan hasil belajar materi ajar IPA peserta didik, 3). Bertujuan untuk menganalisi penerapan materi ajar IPA berbasis digital content gamifikasi dalam bentuk quiziz untuk meningkatan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelituian Tindakan Kelas, Dalam penelitian ini ini yang menjadi subjek adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Muara Dua pada tahun 2024/2025, jumlah peserta didik yang menjadi subjek dari penelitian ini adalah sebanyak 15 peserta didik, dalam penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan materi ajar IPA berbasis digital content gamifikasi dalam bentuk quiziz untuk meningkatan hasil belajar terlihat sangat aktif dan sangat menyenangkan hal ini terlihat karena peserta didik dapat berkreasi dengan bebas dan peserta didik dapat melakukan semua tahapan pembelajaran dengan sangat baik, hasil observasi pada aktivitas penggunaan materi Ajar IPA berbasis digital content dalam peningkatan hasil belajar peserta didik terlihat berhasil hal ini dapat dilihat dari kedua siklus yang ada pada penelitian, Pada siklus I skor yang di di peroleh adalah 60 dalam kategori sedang dan pada siklus 2 skor yang di peroleh adalah 87 dalam kategori baik. </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Mega Pandu Winata, Nadia Aldyza, M. Danilhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2613PERAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP PERKEMBANGAN KETRAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI SIKLUS AIR UNTUK MURID SD 11 JANGKA2025-04-25T07:03:46+00:00Nurfida Nurfidanurfidaspd569@gmail.comNadia Aldyzanadia.aldyza@gmail.comM.Danil Danilm.danil@umuslim.ac.id<p> </p> <p>Telah dilakukan penelitian peran media pembelajaran interaktif terhadap perkembangan ketrampilan proses sains pada materi siklus air untuk murid SD 11 Jangka. Melalui model ini, akan dapat di lihat selain penguasaan konsep tentang siklus air khususnya dan IPA pada umumnya serta kreativitas murid dalam menerapkan dapat mengubah gerak dan bentuk suatu benda dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tahap-tahap model pembelajaran meliputi invitasi, eksplorasi, mengusulkan penjelasan dan solusi, mengambil tindakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sedangkan instrumen yang digunakan adalah LKS, soal tes, lembar observasi dan catatan lapangan. Data hasil penelitian atau pencapaian hasil belajar diolah secara kualitatif digunakan metode statistik deskriptif. penerapan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran pembelajaran interaktif terhadap perkembangan ketrampilan dengan pendekatan STM dalam meningkatkan hasil belajar murid yang meningkat dari 80,7% sampai 96,1%, jadi peningkatannya hingga 15%. Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus pertama dengan persentase 74% dan mengalami peningkatan sebesar 18% menjadi 92% pada siklus kedua. Sedangkan aktivitas murid pada siklus pertama sebesar 72% dan mengalami peningkatan sebesar 24% pada siklus kedua sebesar 96% dan tergolong dalam kategori sangat baik. Repon murid SD Negeri 11 Jangka dalam penerapan model pembelajaran pembelajaran interaktif terhadap perkembangan ketrampilan dengan pendekatan STM berada pada kategori yang sangat baik yaitu yang menyatakan setuju mencapai 93,16% dan menyatakan baru 90,5% dari keseluruhan murid.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nurfida Nurfida, Nadia Aldyza, M.Danil Danilhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2609PENGGUNAAN MEDIA APLIKASI LEAFSNAP TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI TUMBUHAN SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN DI BUMI2025-04-25T07:04:15+00:00Nurida Nuridanurida25031988@gmail.comNadia Aldyzanadia.aldyza@gmail.comM. Danilm.danil@umuslim.ac.id<p>Digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Dengan pemanfaatan teknologi digital, pembelajaran menjadi lebih inklusif, fleksibel, dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) 1. Bagaimana praktik dikelas dalam Penggunaan Media LeafSnap terhadap Peningkatan Hasil Belajar (2) Apa saja kelebihan dan kekurangan Penggunaan Media LeafSnap terhadap Peningkatan Hasil Belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dengan jenis<em> Literature Review</em> atau tinjauan pustaka. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aplikasi LeafSnap menawarkan pendekatan yang menyegarkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermanfaat. Penggunaan aplikasi ini dapat memperkaya pengetahuan siswa tentang dunia tumbuhan, mengembangkan keterampilan teknologi siswa usia dasar, serta mendorong pembelajaran berbasis lingkungan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan manfaat tersebut, aplikasi ini dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar. Kelebihan penggunaan media leafsnap terhadap peningkatan hasil belajar bahwa pembelajaran kontekstual dan interaktif, meningkatkan minat dan motivasi belajar, kemudahan dan kecepatan akses informasi, pengembangan keterampilan teknologi serta meningkatkan pemahaman visual. Adapun kekurangan penggunaan media leafsnap ketergantungan pada teknologi, kemungkinan ketidakakuratan data, keterbatasan dalam mendalami materi, hambatan infrastruktur dan aksesibilitas serta kurangnya interaksi manusia.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nurida Nurida, Nadia Aldyza, M. Danilhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2653DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL QUIZIZZ DALAM PEMBELAJARAN IPAS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA2025-04-25T07:04:42+00:00Mutia Hasanhasanmutia963@gmail.comNadia Aldyzanadia.aldyza@gmail.comM. Danilm.danil@umuslim.ac.id<p>Pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan kemampuan dan karakter manusia serta peradaban bangsa. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 menegaskan pentingnya pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Meskipun demikian, banyak pendidik masih menggunakan metode pembelajaran satu arah yang membuat siswa merasa jenuh. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif untuk mengamati pengaruh penggunaan Quiziz sangat berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Peureulak pada tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui pengamatan, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa, dari skor awal 65 menjadi 78 pada siklus I dan 85 pada siklus II setelah penerapan Quizizz. Siswa merasa lebih senang dan tertarik dengan pembelajaran yang interaktif, meskipun awalnya mengalami kesulitan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz dapat secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Mutia Hasan, Nadia Aldyza, M.Danilhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2805ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS BAGI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN MODEL PBL2025-04-25T07:05:09+00:00Wuri Yulia Wulandaricuteyulianis11@gmail.comEndang Surahmane.surahman@unsil.ac.idRahmat Rizalrahmatrizal@unsil.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam konteks pembelajaran dan kebutuhan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi efektivitas model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah literature review atau tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan model Problem Based Learning pada Kegiatan pembelajaran efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik, (2) karakteristik model problem based learning efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, (3) kegiatan pembelajaran lebih berpusat ke peserta didik, sumber pembelajaran lebih bervariatif, sehingga peserta didik lebih terlatih dalam memecahkan masalah dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Artikel ini mencakup peningkatan pemahaman tentang pentingnya keterampilan berpikir kritis, memberikan wawasan tentang strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan model pembelajaran <em>Problem Based Learning</em>.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Wuri Yulia Wulandari, Endang Surahman, Rahmat Rizalhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2611IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS V SDN 28 BANDAR BARU2025-04-25T07:05:36+00:00Yusniah Yusniahyusniahspd1@gmail.comNadia Aldyzanadia.aldyza@gmail.comM. Danilm.danil@umuslim.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran <em>Project based learning</em> dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada materi IPA kelas V serta tantangan yang dihadapi dalam menerapkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahapan, pertama reduksi data, kedua penyajian data, ketiga menarik kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model <em>project based learning</em> pada pembelajaran IPA di SD Dilaksanakan dengan menggunakan dua tahap yaitu : (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) Evaluasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pengimplementasian model <em>project based learning</em> dalam meningkatkan kemapuan berpikir kritis siswa pada materi IPA kelas V merupakan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru, sehingga menciptakan pembelajaran yang menarik dalam pembelajaran.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Yusniah Yusniah, Nadia Aldyza, Danilhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2812IMPROVING LEARNING OUTCOMES ON THE CONCEPT OF SUBSTANCE FORMS AND THEIR CHANGES THROUGH THE 'FRIENDLY AND HEALTHY SOAP' EXPERIMENTAL METHOD AND ROLE PLAYING METHOD: EXPERIMENTAL STUDY ON ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS2025-04-25T07:09:43+00:00Amira Riski Yasinia210611100102@student.trunojoyo.ac.idIka Dian Rahmawatiika.rahamawati@trunojoyo.ac.idRika Wulandaririka.wulandari@trunojoyo.ac.id<p>This study was motivated by the low interest and involvement of students in learning Natural Science in elementary schools, which was caused by ineffective learning methods and difficulties in understanding abstract concepts. This study aims to identify the effect of the "Friendly and Healthy Soap" experimental method and the role-playing method on learning outcomes of material changes in the state of matter in grade IV students. Through an experimental design, this research divided students into two groups: the first group used an experimental approach, while the second group applied a role-playing approach. Hypothesis testing was carried out using the Wilcoxon test and the Mann-Whitney U test with the help of SPSS 27. The results of the Wilcoxon test for both approaches showed significance at the 0.05 level with Asymp.Sig (2-tailed) of 0.000, which indicates that both approaches have a significant influence on student learning outcomes. The Mann-Whitney U test produces an Asymp.Sig (2-tailed) value of 0.003 < 0.05, so that Ho is rejected and Hi is accepted, indicating that there are differences in learning outcomes between the two groups. The average post-test score for the "Friendly and Healthy Soap" experimental approach reached 83.68, higher than the role-playing approach which had an average of 71.57, indicating that the experimental approach was more effective in increasing students' understanding.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Amira Riski Yasinia, Ika Dian Rahmawati, Rika Wulandarihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2817PENERAPAN MEDIA LARGE MOVEABLE ALPHABET (LMA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS IV DI SKH SAMANTHA KOTA SERANG2025-04-25T07:10:15+00:00Resi Saputriresisaputri2002@gmail.comNeti Asmiatineti.asmiati@unitirta.ac.idSayidatul Maslahahsayidatulmaslahah@unitirta.ac.idSiti Musayarohsitimusayaroh17@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media <em>Large Moveable Alphabet</em> (LMA) untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada siswa tunagrahita kelas IV di SKh Samantha Kota Serang. Sebagaimana temuan dilapangan bahwa siswa masih belum mampu dalam menulis permulaan huruf abjad. Siswa juga mengalami kesulitan dalam menyalin huruf dan juga kurang antusias saat belajar menulis huruf. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan suubjek tunggal (<em>Single Subject Research</em>) dengan desain A-B-A. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV di SKh Samantha Kota Serang yakni, S. <em>Target Behavior</em> dalam penelitian ini adalah meingkatkan kemampuan menulis permulaan. Berdasarkan temuan penelitian, dapat diketahui bahwa penerapan media <em>Large Moveable Alphabet</em> (LMA) dapat meninggkatkan kemampuan menulis permulaan siswa. Perolehan data terhadap subjek yang didapat dari nilai <em>mean level</em> fase <em>Baseline</em> 1 (A1) adalah 25 pada fase ini subjek diteliti berada dalam kondisi alamiah tanpa adanya perlakuan atau <em>Intervensi</em>. Pada fase intervensi (B) perolehan data yang didapat dari nilai mean level subjek sebesar 78,876 karena pada fase ini subjek sudah mulai di berikan perlakuan atau intervensi berupa media <em>Large Moveable Alphabet</em>. Sementara pada fase <em>Baseline </em>2 (A2) rata-rata presentase <em>mean level</em> subjek 57 atau meningkat dari <em>Baseline</em> 1 (A1). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan penerapan media <em>Large Moveable Alphabet</em> (LMA) memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa tunagrahita kelas IV di SKh Samantha Kota Serang.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Resi Saputri, Neti Asmiati, Sayidatul Maslahahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2827PENERAPAN METODE SENAM OTAK ARM ACTIVATION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK TUNAGRAHITA DI SKH JANNATUL AULAD2025-04-25T07:10:40+00:00Winny Nurjannahwinnynurjaanah@gmail.comReza Febri Abadirezafebriabadi@untirta.ac.idSiti Musayarohsitimusayaroh12@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan metode senam otak <em>arm activation</em> dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada siswa kelas IV SDKh di SKh Jannatul Aulad. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, terdapat dua siswa yang mengalami hambatan dalam kemampuan menulis permulaan. Hal ini ditandai dengan kesulitan menggerakkan alat tulis sehingga tulisan terlalu tebal dan keluar garis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan <em>single subject research</em> dan desain penelitian A-B-A. Subjek pada penelitian ini adalah dua siswa kelas IV SDKh di SKh Jannatul Aulad yaitu, NFT dan RF. Sasaran perilaku dalam penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada tahap menebalkan garis putus-putus pola dasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan metode senam otak <em>arm activation</em> dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa. Perolehan data terhadap subjek NFT dan subjek RF yang didapat dari nilai <em>mean level</em> pada fase baseline 1 (A<sub>1</sub>) adalah 25% dan 35% yang mana pada fase ini kedua subjek diteliti dalam kondisi alamiah tanpa intervensi. Pada fase intervensi (B) rata-rata persentase subjek sebesar 66,6% dan 69,16%, pada fase ini kedua subjek sudah mulai diberikan intervensi atau perlakuan berupa senam otak <em>arm activation</em>. Sementara pada fase baseline 2 (A<sub>2</sub>) rata-rata persentase subjek sebesar 71,6% dan 75% atau meningkat dari baseline 1 (A<sub>1</sub>). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode senam otak <em>arm activation </em>dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan anak tunagrahita kelas IV SDKh di SKh Jannatul Aulad.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Winny Nurjannah, Reza Febri Abadi, Siti Musayarohhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2826PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY SEBAGAI INOVASI PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIK2025-04-25T07:11:08+00:00Rachmah Amaliarachmah.amalia09@gmail.comTeguh Prasetyoteguh@unida.ac.id<p>Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pengembangan media pembelajaran Augmented Reality (AR) dalam pendidikan di era revolusi industri 4.0 menggunakan metode penelitian kajian literatur sistematik. Literatur diperoleh melalui Google Scholar, Crossref, dan OpenAlex dengan kriteria inklusi meliputi: artikel yang membahas AR dalam konteks pendidikan, jurnal terakreditasi SINTA, artikel dalam rentang waktu 2019-2024, dan artikel berbahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Analisis data menggunakan kerangka kerja PRISMA yang meliputi identification (identifikasi), screening (penyaringan), eligibility (kelayakan), dan included (dimasukkan). Hasil penelitian menemukan tiga fokus utama, yaitu: model pengembangan, penerapan, dan efektivitas media pembelajaran AR di era revolusi industri 4.0. Penelitian menyimpulkan bahwa media pembelajaran AR dapat dikembangkan melalui model Borg and Gall, MDLC, ADDIE, dan 4D, model-model ini mampu menciptakan media AR yang efektif dan inovatif sehingga mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan siswa dalam proses belajar, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam melalui integrasi teknologi. Penelitian ini berkontribusi dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi di setiap jenjang pendidikan.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Rachmah Amalia, Teguh Prasetyohttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2832ASSESMEN AWAL BERDASARKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)2025-04-25T07:11:41+00:00Windy Puspitasariwindywindra139@gmail.comIsnaini Mau'idzoh Hasanahisnainimdzh@gmail.comFarah Miftahul Husnahfarahmiftah89@gmail.comRahmiati Rahmiatirahmiatizen@gmail.comSepti Fitri Meilanasepti.fitri.meilana@uhamka.ac.id<p>Penelitian ini dikaji berdasarkan temuan informasi yang ditemukan di SDN Tengah 03. <strong> </strong>Kesetaraan pendidikan menjadi dasar prinsip dalam pendidikan inklusi untuk selalu memberikan kesempatan yang sama mendapatkan pendidikan bagi setiap individu tanpa memandang perbedaan fisik, intelektual, emosional, atau sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman mengenai assesmen awal berdasarkan data karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui temuan informasi yang diberikan oleh narasumber. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologis dengan menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa hasil pada asesmen awal memungkinkan pendidik untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan khusus ABK, seperti kebutuhan dalam komunikasi, keterampilan motorik, atau dukungan sosial.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Windy Puspitasari, Isnaini Mau'idzoh Hasanah, Farah Miftahul Husnah, Rahmiati Rahmiati, Septi Fitri Meilanahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2837PERAN IDENTIFIKASI DINI DAN KOLABORASI DALAM MENINGKATKAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN IKNLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR NEGERI TENGAH 03 PAGI2025-04-25T07:14:03+00:00Tri Nadia Julyanitrinadiajulyani14@gmail.comDiaz Andini Putridiazandiniptr@gmail.comFebby Nur Harizahfebbynhnh05@gmail.comZulfadewina ZulfadewinaZulfadewina@gmail.com<p>Pendidikan inklusif merupakan pendekatan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang adil dan ramah bagi semua siswa, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Artikel ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif dengan fokus pada identifikasi dini ABK di sekolah dasar. Identifikasi dini membantu sekolah memahami kebutuhan spesifik anak serta mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif. Studi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara guru, psikolog, dan orang tua berperan penting dalam memberikan dukungan yang tepat bagi ABK. Selain itu, pelatihan berkelanjutan untuk guru, dukungan kebijakan kepala sekolah, dan penyediaan infrastruktur inklusif menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi pendidikan inklusif. Meskipun ada kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya dan pendekatan yang belum optimal. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat mendorong pemangku kepentingan untuk memperkuat implementasi pendidikan inklusif demi menciptakan sistem pendidikan yang adil, setara, dan toleran.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Tri Nadia Julyani, Diaz Andini Putri, Febby Nur Harizah, Zulfadewina Zulfadewinahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2842PENGARUH PENGGUNAAN WEB EDUCANDY BERBASIS MODEL E-LEARNING UNTUK MERANGSANG PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN MELAFAZKAN HURUF HIJAIYYAH PADA ANAK KELOMPOK B RA HJ. KHODIJAH2025-04-25T07:14:54+00:00Elya Susantielyasusanti75@gmail.comRian Vebriantorian.vebrianto@uin-suska.ac.id<p>Pada masa perkembang teknologi yang canggih ini, media menjadi transformasi perubahan kondisi berlangsungnya KBM, sehingga pendidik dituntut untuk menyesuaikan proses pembelajaran menggunakan media yang berteknolgi sebagai inovasi pembelajaran. Upaya inovasi tersebut berupa media pembelajaran berbasis permainan educandy dengan tujuan merangsang pemahaman anak dan mengasah keterampilan anak dalam melafalkan huruf hijaiyyah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan metode R&D yang dikemukakan oleh Borg and Gall yang mana peneliti batasi hanya 7 langkah: 1) identifikasi masalah; 2) pengumpulan data; 3) desain produk; 4) validasi desain; 5) uji coba produk; 6) revisi produk; 7) uji pemakaian. Hasil dari penelitian ini bahwa media educandy layak digunakan sebagai media dan alat evaluasi di Tingkat Raudhatul Athfal. Penggunaan media educandy juga mendapatkan respon “positif” dari 50 anak RA. Hj. Khodijah dengan hasil lebih dari 80% anak sudah memahami dan mampu melafalkan huruf hijaiyyah dengan baik.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Media, Huruf Hijaiyyah, Educandy</em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Elya Susanti, Rian Vebriantohttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2839PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR: TANTANGAN, IDENTIFIKASI, DAN DUKUNGAN FASILITAS UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS 2025-04-25T07:15:47+00:00Sendy Annafi Rizqiini.sendok0630@gmail.comGhaida Indraghaidaindra29@gmail.comAmbar Abdisetyorini ambarabdi4@gmail.comZulfadewina Zulfadewinazulfadewina@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana sekolah dasar dapat memenuhi kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam pendidikan inklusif, serta tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mengelola ABK di kelas heterogen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar guru mengenali keberadaan ABK di kelas, identifikasi yang tidak lengkap dan kurangnya fasilitas khusus menghambat pengelolaan pendidikan inklusif. Guru juga menghadapi kesulitan dalam memberikan perhatian yang cukup kepada ABK karena keterbatasan pengetahuan dan pelatihan. Beberapa pendekatan yang digunakan oleh guru termasuk komunikasi intensif dengan orang tua dan pendekatan personal terhadap ABK. Namun, terbatasnya fasilitas sekolah dan kurangnya program khusus untuk ABK memperburuk tantangan ini. Kesimpulannya, pendidikan inklusif yang efektif memerlukan peningkatan fasilitas, pelatihan guru, dan perbaikan dalam proses identifikasi ABK. Untuk itu, perlu adanya dukungan lebih besar dari pemerintah dan sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan ramah bagi ABK.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sendy Annafi Rizqi, Ghaida Indra, Ambar Abdisetyorini , Zulfadewina Zulfadewinahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2844PENGEMBANGAN MODUL AJAR MEDIA DIGITAL MATERI LUAS DAN VOLUME MENGGUNAKAN MODEL PBL UNTUK KELAS II SD2025-04-25T07:17:40+00:00Brigita Puspita Hapsaribrigitapuspita.hapsari@gmail.comIgnatia Esti Sumarahbrigitapuspita.hapsari@gmail.com<p>Keterampilan abad ke-21 penting bagi peserta didik untuk menghadapi tantangan globalisasi dan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar dengan media digital materi luas dan volume menggunakan model PBL untuk kelas II SD dan mengetahui kualitas modul ajar dengan media digital yang dikembangkan. Model penelitian yang digunakan adalah R&D dengan tipe ADDIE. Penelitian ini menggunakan 4 validator (1 dosen, 1 guru kelas II, 1 ahli bahasa, dan 1 ahli TIK). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah kuesioner analisis kebutuhan. Teknik analisis data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan: 1) Pengembangan modul ajar dengan media digital materi luas dan volume dengan model PBL yang dilaksanakan dengan 5 tahapan ADDIE, yaitu <em>Analyze, Design, Development, Implement, </em>dan <em>Evaluate</em>, 2) Kualitas modul ajar yang telah divalidasi mendapat skor 3,87 dengan kategori “sangat baik” melalui beberapa aspek cover, kata pengantar, daftar isi, isi modul ajar, dan bahasa, 3) Manfaat modul ajar bagi peserta didik berdasarkan hasil rerata <em>post-test </em>pertemuan 1 dan 2 mengalami peningkatan dari 63% sampai 81% dengan rata-rata kenaikan sebesar 18%. Oleh karena itu modul ajar dengan media digital materi luas dan volume menggunakan model PBL dapat membantu peserta didik memahami materi luas dan volume.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Brigita Puspita Hapsari, Ignatia Esti Sumarahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2907IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI MADRASAH UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER GEMAR MEMBACA DI MIN 2 DAN MIN 5 KOTA BANJARMASIN2025-04-25T07:18:52+00:00Henny Apriantiapriantihenny@gmail.comMuhammad Yuliansyahm.yuliansyah170777@gmail.comAgustina Rahmiagustina.rahmi89@gmail.com<p>Rendahnya kemampuan literasi menyebabkan kurangnya minat membaca pada siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan upaya dari madrasah untuk mengoptimalkan literasi anak. Gerakan Literasi Madrasah diterapkan di MIN 2 dan MIN 5 Kota Banjarmasin sebagai solusi untuk membentuk karakter gemar membaca peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program gerakan literasi madrasah serta peran guru dalam memotivasi siswa untuk membaca. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan literasi madrasah dilakukan dalam tiga tahap: (1) tahap pembiasaan, melalui aktivitas membaca sebelum pembelajaran seperti membaca doa dan buku selama 5–15 menit di pojok baca, (2) tahap pengembangan, dengan kegiatan yang mendorong pemahaman bacaan, diskusi kelas, serta pengayaan, dan (3) tahap pembelajaran berbasis literasi, yang mengintegrasikan materi pelajaran dengan sumber bacaan di pojok baca. Selain itu, peran guru sebagai motivator, fasilitator, dan inovator sangat berpengaruh dalam meningkatkan karakter gemar membaca siswa. Meskipun program gerakan literasi madrasah telah diterapkan di MIN 2 dan MIN 5 Kota Banjarmasin, hasilnya belum optimal karena masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kegiatan literasi.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Henny Aprianti, Muhammad Yuliansyah, Agustina Rahmihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2871PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TGT BERBANTUAN MEDIA WORDWALL PADA SISWA KELAS V2025-04-25T07:20:08+00:00Jessica Dhiya ‘ Ulhaqjessicaciko@gmail.comWawan Shokib Rondliwawan.shokib.rondli@umk.ac.idRani Setiawatyrani.setiawaty@umk.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila mealalui model pembelajaran <em>Teams Games Tournament </em>(TGT) berbantuan media <em>wordwall </em>materi “Mengenali Diri Sendiri dan Lingkunganku” di kelas V SD Negeri 3 Sidigede. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Sidigede. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: 1) Observasi, 2) Wawancara, 3) Dokumentasi, 4) Tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran <em>Teams Games Tournament </em>(TGT) berbantuan media <em>wordwall </em>dapat meningkatkan hasil belajar pada materi “Mengenali Diri Sendiri dan Lingkunganku” di kelas V SD Negeri 3 Sidigede. Diketahui ketuntasan hasil belajar pra siklus yaitu 30%, peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 41% siswa yang tuntas, pada siklus II yaitu: 85% siswa yang tuntas. Hal ini membuktikan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jessica Dhiya ‘ Ulhaq, Wawan Shokib Rondli, Rani Setiawatyhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2906MANAJEMEN SUPERVISI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA DI MIN 3 DAN SDN KUIN SELATAN 1 KOTA BANJARMASIN2025-04-25T07:18:26+00:00Emi Lestariemilestariutomo04@gmail.comMuhammad Yuliansyahm.yuliansyah170777@gmail.comAgustina Rahmiagustina.rahmi89@gmail.com<p>Penelitian ini membahas tentang Manajemen supervisi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya di MIN 3 dan SDN Kuin Selatan 1 Kota Banjarmasin. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian adalah 1) Manajemen supervisi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya di MIN 3 kota Banjarmasin dan SDN Kuin Selatan 1 Kota Banjarmasin yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut dari hasil supervisi dengan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan untuk meningkatkan profesionalismenya dalam mengajar dengan pendekatan langsung melalui kegiatan supervisi kelas dan Pendekatan tidak langsung melalui kegiatan rapat maupun pelatihan dan pendekatan kolaboratif melalui kelompok kerja guru maupun diskusi terkait mata pelajaran yang diampu guru. 2) Faktor pendukung implementasi supervisi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya antara yaitu: perencanaan yang baik, adanya hubungan yang baik dan koordinasi supervisor dengan kepala sekolah dan juga guru yang disupervisi, guru diberikan penjelasan tentang pentingnya dan kriteria supervisi, kepala sekolah meluangkan waktu untuk melaksanakan supervisi sendiri, dan sarana dan prasarana yang lengkap. Sedangkan faktor yang menghambat antara lain: kurangnya kesiapan guru, kurangnya personil supervisi, jadwal supervisi tidak berjalan sesuai rencana adapun solusi nya adalah dengan pemberian motivasi kepada guru akan pentingnya supervisi pembelajaran, memperbaiki koordinasi dan kerjasama, menerapkan disiplin terhadap tata tertib guru. 3) Implikasi Manajemen Supervisi berdampak positif terhadap supervisi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru seperti guru lebih paham dalam membuat perangkat pembelajaran, lebih mudah memahami perilaku dan karakteristik siswa, lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan metode-metode pembelajaran , lebih mudah dalam menggunakan teknologi pembelajaran, minat untuk melakukan perubahan sikap dan kinerja meningkat lebih baik.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Emi Lestari, Muhammad Yuliansyah, Agustina Rahmihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2558PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA SEKOLAH DASAR2025-04-25T04:11:44+00:00Ahmad Zamharizamhariahmad1969@gmail.comRani Laviski ranilaviski031@gmail.comSri Wiyanti sriwia66@gmail.comInka Citia Endini inkacitian@gmail.comHidayatus Shofyanhidayatusshofyan@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik di sekolah dasar. Pola asuh orang tua memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian dan kemampuan anak, termasuk dalam bidang akademik. Pola asuh dibagi menjadi tiga jenis, yaitu pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif, yang masing-masing memiliki pendekatan dan dampak berbeda terhadap perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah yang relevan, menggunakan kata kunci “pola asuh” dan “prestasi belajar”. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik. Pola asuh ini ditandai dengan komunikasi yang baik, penghargaan terhadap pendapat anak, serta pengawasan yang tidak bersifat memaksa, sehingga mendorong motivasi belajar yang tinggi. Sebaliknya, pola asuh otoriter dan permisif cenderung kurang efektif dalam mendukung prestasi belajar anak. Dengan demikian, pemahaman dan penerapan pola asuh yang tepat oleh orang tua sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan akademik peserta didik di sekolah dasar.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Zamhari, Rani Laviski , Sri Wiyanti , Inka Citia Endini , Hidayatus Shofyanhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2565PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH MELALUI METODE PEMBELAJARAN JIGSAW 2025-04-25T04:12:22+00:00Dewi Susilo Renidewisusiloreni@iaingawi.ac.idAslim Lu’luizzahraZamzahra270520@gmail.comFahri Nasikhinfachryart25@gmail.comMuhammad Nur Hudahudaaduh1903@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa melalui penerapan metode pembelajaran Jigsaw dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI PSM Bendo Barat. Keterampilan komunikasi yang rendah, seperti bertanya dan mengemukakan pendapat, menjadi masalah yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan siswa dalam berkomunikasi, terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan pendapat. Selain itu, terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang diukur melalui tes siklus. Penerapan metode Jigsaw juga berhasil menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan interaktif, mendorong keterlibatan siswa secara aktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pembelajaran Jigsaw merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus memaksimalkan hasil belajar. Metode ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia secara berkesinambungan.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Dewi Susilo Reni, Aslim Lu’luizzahra, Fahri Nasikhin, Muhammad Nur Hudahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2604INTERAKSI BUDAYA DAN BAHASA DI LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR 2025-04-25T04:18:35+00:00Ahmad Zamhari zamhariahmad1969@gmail.comHera Oktary heraoktari6@gmail.comMalinda MalindaMalindaa2906@gmail.comLaila Umul Muvidalailamuvida@gmail.comAnggy Vitarika anggyvitarika794@gmail.comPutri Nurmala Dewi putrinurmaladewi9@gmail.com<p>Dalam konteks globalisasi yang semakin intensif, sekolah dasar telah menjelma menjadi cerminan miniatur masyarakat dunia. Keberagaman budaya dan bahasa yang semakin menonjol di lingkungan sekolah menghadirkan dinamika sosial yang kompleks. Interaksi antar siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda tidak hanya sekadar pertemuan, melainkan sebuah proses pertukaran nilai, norma, dan pengetahuan yang kaya. Sekolah dasar, sebagai institusi pendidikan pertama yang secara formal menaungi anak-anak, memiliki peran krusial dalam memfasilitasi interaksi budaya dan bahasa ini. Melalui interaksi dengan teman sebaya yang berbeda budaya, siswa dapat mengembangkan sikap toleransi, empati, dan rasa saling menghormati. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif. merupakan penelitian yang bersifat penjabaran dan condong memakai analisis. Penelitian kualitatif kerap kali menekankan sudut pandang subjek, proses dan arti dari penelitian tersebut dengan memakai dasar teori-teori sebagai seolah payung atau pembantu supaya relevan dengan kenyataan di situasi nyata. Selain itu, dasar teori digunakan sebagai deskripsi umum latar penelitian serta bahan penunjang isi penelitian (Cikka 2020). Interaksi antara bahasa dan budaya telah menjadi fokus utama dalam berbagai disiplin ilmu, terutama dalam bidang sosiolinguistik dan antropologi. Dalam konteks ini, bahasa tidak hanya dipahami sebagai alat komunikasi semata, tetapi juga sebagai cermin budaya yang mencerminkan nilai-nilai, norma, dan sejarah suatu komunitas. Konsep ini melandaskan pemahaman bahwa bahasa tidak hanya memengaruhi komunikasi interpersonal, tetapi juga memengaruhi cara individu dalam memandang dunia dan meresponsnya. Ini tercermin dalam Hypothesis Sapir-Whorf, yang menyatakan bahwa bahasa yang digunakan oleh seseorang memengaruhi cara berpikir dan persepsinya terhadap dunia.Berikut bentuk interaksi budaya dan bahasa yaitu Pengaruh Bahasa terhadap identitas budaya, Bahasa sebagai alat Resolusi konflik budaya, upaya Pelestarian Bahasa dan Budaya, Revitalisasi Bahasa melalui Pendidikan Formal dan Informal dan masih banyak bentuk-bentuk interaksi budaya dan bahasa di lingkungan sekolah siswa sekolah dasar lainya.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Zamhari , Hera Oktary , Malinda Malinda, Laila Umul Muvida, Anggy Vitarika , Putri Nurmala Dewi https://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2615PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERERAT KEBERSAMAAN PESERTA DIDIK MELALUI TRADISI MAKAN BEDULANG MASYARAKAT BELITUNG2025-05-15T00:14:07+00:00Niken Erawatinikenerawati1@gmail.comZafira FauzahZafira160518@gmail.com<p>Artikel ini membahas tentang tradisi makan bedulang yang ada di masyarakat Belitung sebagai sumber pembelajaran dalam pendidikan multikultural, dengan tujuan untuk memperkuat kebersamaan peserta didik melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam tradisi makan bedulang, serta keberagaman masyarakat Belitung, dan bagaimana pendidikan multikultural dapat mempererat kebersamaan melalui tradisi tersebut. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif, dengan pengumpulan data melalui metode library research. Objek penelitian ini meliputi tradisi makan bedulang, nilai-nilai filosofi yang terkandung, serta pendidikan multikultural. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menganalisis nilai-nilai yang ada dalam tradisi makan bedulang dan mengintegrasikannya sebagai sumber dalam pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Pulau Belitung sangat beragam dalam aspek budaya, etnis, dan suku bangsa. Selain itu, tradisi makan bedulang memiliki makna yang kaya, termasuk dalam bidang etika, estetika, religi, dan sosial. Tradisi ini kemudian dijadikan sumber pembelajaran multikultural dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, dengan pendekatan "belajar dengan budaya".</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Niken Erawati, Zafira Fauzahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2588HAKEKAT ILMU DAN WORLDVIEW TAUHID ISLAM SERTA IMPLIKASINYA DALAM KEBENARAN ILMU2025-04-25T06:37:15+00:00Ahmad Syarifariefpoenya27@gmail.comAmril Mansuramril@uin-suska.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat ilmu dalam perspektif Islam, khususnya melalui pendekatan worldview tauhid sebagai dasar pemikiran. Tauhid, yang merupakan inti ajaran Islam, tidak hanya menjadi landasan keimanan, tetapi juga memengaruhi cara pandang terhadap ilmu dan kebenaran. Dalam konsep Islam, ilmu dipandang sebagai sesuatu yang bersumber dari Allah SWT, yang mencakup aspek wahyu dan akal sebagai alat untuk memahaminya. Penelitian ini juga mengeksplorasi hubungan antara worldview tauhid dengan validitas dan kebenaran ilmu, serta implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan.</p> <p>Melalui metode analisis literatur, ditemukan bahwa worldview tauhid memberikan paradigma yang holistik dalam memahami ilmu sebagai sesuatu yang tidak hanya bersifat duniawi, tetapi juga terkait dengan tujuan akhirat. Tauhid memandu manusia untuk menyelaraskan pengetahuan empiris dengan nilai-nilai spiritual dan moral. Implikasi dari worldview tauhid dalam kebenaran ilmu meliputi pengakuan akan keterbatasan akal manusia, pentingnya integrasi antara wahyu dan rasio, serta komitmen terhadap nilai-nilai etika dalam praktik keilmuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ilmu dalam Islam harus dilihat sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi umat manusia. Dengan demikian, worldview tauhid berperan penting dalam membentuk paradigma ilmu yang berlandaskan kebenaran sejati, yakni kebenaran yang bersumber dari Allah SWT.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Syarif, Amril Mansurhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2686PENGEMBANGAN MEDIA APLIKASI ANDROID ALIF TO YA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYAH UNTUK ANAK AUTIS KELAS 2 SDKH DI SKH NEGERI 03 LEBAK2025-04-25T06:42:30+00:00Selvia Apriantiselviaaprianti6@gmail.comSistriadini Alamsyah Sidiksistrialamsyahsidik@untirta.ac.idReza Febri Abadirezafebriabadi@untirta.ac.id<p>Sistem pendidikan nasional, bahwa semua jenjang pendidikan termasuk pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) harus memasukkan Pendidikan Agama Islam (PAI). Maka dari itu, Pendidikan agama islam yang diberikan perlu diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi android <em>Alif To Ya</em> untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada siswa autis. Subjek pada penelitian ini yaitu satu siswa autis kelas 2 yang memiliki kemampuan mengenal huruf hijaiyah yang masih kurang terasah secara optimal. Penelitian ini menggunakan <em>mixed method</em> dengan desain sekuensial ekplorasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Ada tiga fase yang digunakan pada penelitian ini. Fase pertama, ekplorasi dan analisis data kualitatif terkait kondisi objektif kemampuan mengenal huruf hijaiyah dan penggunaan media yang digunakan oleh guru kelas 2. Fase kedua merancang media pembelajaran berbasis aplikasi android, validasi media pembelajaran dilakukan pada 2 orang<em> expert judgment</em>. Fase ketiga, menguji efektivitas media pembelajaran yang telah dikembangkan dengan menggunakan <em>single Subject Research</em> (SSR) dengan desain A-B-A. Hasil penelitian ini yaitu kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada siswa autis kelas 2 masih belum terasah secara optimal. Media yang digunakan guru yaitu menggunakan media konvensional dengan menggunakan pias gambar. Dari keseluruhan data hasil validasi dan uji efektivitas media aplikasi android <em>Alif To Ya</em> layak digunakan. Hal tersebut tergambarkan dari adanya peningkatan <em>mean level</em> A1, B, dan A2 dari subjek yaitu 33%-87,75%-66%. Data overlap pada subjek menunjukkan 0% yang bermakna bahwa intervensi (aplikasi <em>Alif To Ya</em>) memiliki pengaruh baik terhadap <em>terget behavior</em> (kemampuan mengenal huruf hijaiyah).</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Selvia Aprianti, Sistriadini Alamsyah Sidik, Reza Febri Abadihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2870PERAN GURU DALAM MEWUJUDKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) POJOK BACA2025-04-25T07:19:31+00:00Muhammad Sya’ban ZakiyaZakysyaban53@gmail.comIka Ari Pratiwiika.ari.pratiwi@umk.ac.idWawan Shokib Rondliwawan.shokib.rondli@umk.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan minat membaca siswa melalui kegiatan literasi di pojok baca. Guru memiliki peran krusial sebagai pembimbing, pendorong, dan pengawas dalam proses ini. Meningkatkan minat membaca siswa menjadi hal yang esensial, mengingat beberapa siswa kurang menyukai membaca akibat minimnya kebiasaan membaca serta pengaruh kemajuan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan eksploratif. Lokasi penelitian berada di SDN 3 Sidigede dengan subjek penelitian adalah guru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan validitas data diperkuat menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam meningkatkan minat membaca siswa dengan bertindak sebagai pencipta, pendidik, fasilitator, motivator, evaluator. Sebagai pencipta, guru menghadirkan ide-ide baru untuk meningkatkan minat membaca. Sebagai fasilitator, guru menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan membaca. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan dan semangat kepada siswa. Sebagai evaluator, guru menilai capaian siswa dalam membaca. Terakhir, sebagai penggerak, guru memastikan kegiatan membaca terus berlangsung secara berkelanjutan.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Sya’ban Zakiya, Ika Ari Pratiwi, Wawan Shokib Rondlihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2872MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS AKTIVITAS PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS VI SD NEGERI 0201 BINANGA2025-04-25T07:20:46+00:00Desnora Sahrianty Siregardesnorasiregar62@guru.sd.belajar.id<p>Dengan menggunakan model pembelajaran interaktif berbasis aktivitas, siswa cenderung lebih aktif karena suasana belajar mengarah kepada siswa menemukan hasil pemahaman melalui suatu interaksi, mudah dalam memahami materi ajar, karena dibantu melalui media belajar yang kongkrit.Setelah dilakukan tindakan-tindakan dalam penelitian ini, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari hasil ketuntasan awal pada pra siklus meningkat pada siklus Idan kembali meningkat pada siklus II.Pada pra siklus yang tuntas belajar hanya sebesar 56,25 % atau 9 siswa, sedangkan siswa yang belumtuntas 44,75 atau 7 siswa. Pada siklus 1 nilai rata-rata meningkat yaitu sebesar 68,75 dengan ketuntasan belajar sebesar 62,50% atau 10 anak sedangkan yang belum tuntas 33,50% atau 6 siswa. Pada siklus 2 ketuntasan belajar mengalami peningkatan hingga mencapai 87,50% atau 14 siswa sedangkan yang belum tuntas 12,50% atau 2 siswa.Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan pembelajaran menggunakan model pembelajaran interaktif berbasis aktivitas dapat meningkatkan hasil belajar siswa padamata pelajaran PKn kelas VI SD Negeri 0201 Binanga.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Desnora Sahrianty Siregarhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2873PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SD NEGERI 0503 PARSOMBAAN2025-04-25T07:21:20+00:00Jekson Hasibuanjeksonhasibuan27@guru.sd.belajar.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran Tematik dengan menerapankan model dicovery learning (DL) kelas V SD Negeri 0503 Parsombaan, (2) meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Tematik melalui penerapan model dicovery learning (DL)kelas V SD Negeri 0503 Parsombaan.Metode yang digunakan adalah (PTK) yang terdiri dari empat tahap yaituperencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan model discovery learning pada pembelajaran Tematik kelas V SD Negeri 0503 Parsombaan dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran baik aktivitas guru maupun aktivitas siswa. Hal ini dapat terlihat dari hasil observasi setiap siklusnya. Hasil observasi guru pada siklus pertama nilai rata-rata adalah 39 dengan kategori cukup meningkat pada siklus kedua dengan nilai rata-rata adalah 49 dengan kategori baik.Hasil observasi siswa pada siklus pertama nilai rata-rata adalah 38 dengan kategori cukup meningkat pada siklus kedua dengan nilai rata-rata adalah 44 dengan kategori baik. (2) Penerapan model discovery learning pada pembelajaran Tematik kelas V SD Negeri 0503 Parsombaan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari hasil belajar setiap siklusnya. hasil belajar siswa siklus pertama nilai rata-rata adalah 68,5 dengan persentase ketuntasan secara klasikal adalah 70% meningkat pada siklus kedua dengan nilai rata-rata adalah 85 dengan persentase 88%.</p> <p><em> </em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jekson Hasibuanhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2875PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS V SD NEGERI 0401 PASAR UJUNG BATU2025-04-25T07:23:06+00:00Lenni Marlina Hasibuanlenni.hsb@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA di kelas V SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, setiap siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan lembar tes. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi dan tes. Data tes dianalisis dengan menggunakan rumus rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar klasikal. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini yaitu :1) pada siklus I pembelajaran belum berjalan dengan baik dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar 6,2 dan terdapat 6 siswa yang belum mencapai ketuntasan serta persentase keterlibatan peserta didik sebesar 31,6% yang aktif, sisanya masih kurang aktif selama pembelajaran. Pada sikus II pembelajaran telah berjalan dengan baik, aktivitas siswa dan guru telah menunjukkan peningkatan dari siklus I dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar 7,53 dan semua siswa mencapai ketuntasan serta persentase keterlibatan siswa sebesar 89,5% aktif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA di kelas V SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Lenni Marlina Hasibuanhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2876UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PENGUKURAN SUDUT PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPKAN PEMBELAJARAN TWO STRAY TWO STAY SISWA KELAS IV SD NEGERI 0401 PASAR UJUNG BATU2025-04-25T07:23:52+00:00Nur Asiah Jamil Nasutionnurspd641@guru.sd.belajar<p>Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Two Stray Two Stayterhadap hasil belajar Matematika. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Matematika setelah diterapkannya pembelajaran Two Stray Two Stay Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IV SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I 35%), siklus II (75 %), siklus III ( 95 %). Pembelajaran Two Stray Two Stay dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas IV SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stray Two Stay dapat digunakan sebagai salah satu alternativ model dalam pembelajaran Matematika</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nur Asiah Jamil Nasutionhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2877PENGARUH METODE DRILL DAN PRACTICE (D&P) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS2025-04-25T07:24:29+00:00Nurleli Hariani Harahapnurleliharahap96@guru.sd.belajar.id<p>Kemampuan berpikir kreatif matematis penting untuk dimiliki siswa Sekolah Dasar sehingga mereka dapat terlibat aktif dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang menantang. Terkait hal tersebut maka tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh metode Drill dan Practice (D&P) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang tinjau dari kemampuan awal matematis (KAM). Penelitian menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan tipe One Group Pretest-Posttest Desaign dan melibatkan 22 siswa sebagai sampel penelitian yang dipilih secara proposive. Untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis digunakan N-gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh metode D&P terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa ditinjau dari KAM. Uji lanjut menggunakan Post Hoc Test menunjukan bahwa KAM level tinggi >< sedang tidak terdapat perbedaan, sedangkan KAM tinggi >< rendah dan sedang >< rendah terdapat perbedaan. Setiap level KAM mencapai peningkatan dalam kategori sedang. Peningkatan dikarenakan efektivitas metode D&P. Metode D&P dapat memicu peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa, karena siswa berlatih mengerjakan soal-soal dan mempraktekan terhadap permasalahan kontekstual. Proses ini membuat siswa dapat mengeksplorasi kemampuan berpikir kreatif mereka.</p> <p> </p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nurleli Hariani Harahaphttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2878KEEFEKTIFAN MODEL PAIR CHECKS TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN2025-04-25T07:25:11+00:00Nur Royhana Hasibuannap200698@gmail.com<p>Dengan menggunakan model pembelajaran pair check, siswa lebih aktif, karena situasi belajar memusatkan perhatian pada siswa untuk menemukan pemahaman siapa yang dimaksud bahan bacaan, setelah melakukan penelitian, hasil penelitian, beberapa Prestasi siswa mengacu pada pretest yang diperoleh dari peneliti, mengetahui hal itu rata-rata nilai pretest siswa hanya 53 dengan pembelajaran klasikal pencapaian 20% maksudnya. Itu hanya 4 siswa yang tuntas dan 16siswa atau 80% tidak tuntas. Pretest ini merupakan skor siswa sebelum mereka menggunakan pemeriksaan berpasangan untuk model pembelajaran. Hasil ini dapat dikatakan sebagai skor siswa ketika preteset belum maksimal. Setelah siswa melakukan ini pretest, peneliti memberikan cek pasangan siswa untuk pertemuan model pembelajaran ke kali. Selanjutnya, di akhir pertemuan, siswa melakukan pretest dan get the hasil posttest 70,75 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 85%. berarti ada 17 siswa yang tuntas dan 3 siswa atau 20% siswa tuntas belum tuntas, sehingga dapat dikatakan hasil penelitian sudah maksimal.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nur Royhana Hasibuanhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2879PERANAN GURU DALAM MENERAPKAN KETERAMPILAN BERTANYA DI SD NEGERI 0722 PTPN IV LUBUK BUNUT2025-04-25T07:25:45+00:00Seri Gustiniserigustini60@guru.sd.belajar.id<p>Peran guru dalam penerapan keterampilan bertanya dilakukan pada saat pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam penerapan keterampilan bertanya, kendala dan solusi dalam penerapan keterampilan bertanya di SD Negeri 0722 PTPN IV Lubuk Bunut. Implementasi, kendala dan solusi yang diteliti dalam penelitian ini adalah peran yang dilakukan guru dalam penerapan keterampilan bertanya pada saat pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas I sampai kelas VI di SD Negeri 0722 PTPN IV Lubuk Bunut. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data, model data (display data) dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Hasil observasi peneliti di SD Negeri 0722 PTPN IV Lubuk Bunut dapat disimpulkan bahwa keterampilan bertanya guru merupakan kegiatan yang paling sering dan paling penting dilakukan dalam proses pembelajaran. Kemampuan bertanya merupakan kemampuan utama yang harus dimiliki oleh guru karena bertanya merupakan salah satu alat bantu dalam mengajar. Karena hampir di setiap tahapan pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan oleh guru akan menentukan kualitas jawaban siswa. Pemberian pertanyaan akan membantu siswa belajar secara mental dan lebih sempurna dalam menerima informasi sehingga siswa berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran.</p> <p> </p> <p><em> </em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Seri Gustinihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2880MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR WILAYAH VIII KOTANOPAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KAB. MANDAILING NATAL2025-04-25T07:26:37+00:00Wahdeni Wahdeniwahdeni201@gmail.com<p>Belajar merupakan bagian integral dari proses pendidikan. Bagus atau proses pembelajaran yang berkualitas menentukan terwujudnya tujuan pendidikan. Itu Tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran manajemen yang berfokus pada empat masalah: (1) perencanaan pembelajaran, (2) pembelajaran strategi, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) faktor pendukung dan hambatan dalam pembelajaran di Wilayah VII Kotanopan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kab. Mandailing Natal. Hasil penelitian menunjukkan: (a) Pengelolaan pembelajaran dilakukan melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap strategi, tahap evaluasi serta faktor pendukung dan penghambat. Di setiap tahap. Panggung utama dari pelaksanaannya berorientasi pada mutu pembelajaran secara inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup untuk inisiatif, kreativitas, dan kemandirian, (b) Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran, (c) Faktor pendukungnya pengelolaan peningkatan mutu pembelajaran adalah: dukungan orang tua terhadap pembelajaran fasilitas dan model kepemimpinan kepala sekolah, (d) Adapun apa yang menjadi permasalahan antara lain anggapan bahwa belajar itu sulit dan motivasi siswa yang demikian kekurangan.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Wahdeni Wahdenihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2885KEPRIBADIAN GURU DALAM PENDIDIKAN ISLAM : KAJIAN QUR’AN SURAH ALI IMRAN AYAT 1592025-04-25T07:27:12+00:00Fatimah Urifatimahury45@gmail.comAbu Anwarabuanwar@kampusmelayu.ac.id<p>Guru merupakan pelaku dan tokoh yang sangat fundamental dalam menciptakan pendidikan yang kondusif, efektif, dan efesien untuk melahirkan generasi yang memiliki kepribadian yang istimewa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kepribadian Guru dan Implementasi Kepribadian Guru dalam Surah Ali Imran Ayat 159 pada Kajian Tafsir Al-Azhar. Merupakan jenis kajian pustaka dengan metode analisa terhadap data-data deskriptif berupa dokumen tulisan-tulisan yang diperoleh dari data-data tersebut dideskriptifkan dan analisis untuk menjawab permasalahan yang dipaparkan. Diperoleh data dari penelitian kepribadian guru dalam surah Ali Imran ayat 159 adalah: Sifat Lemah Lembut. Tidak kasar dan keras hati, Pemaaf, Musyawarah, dan Tawakal. Sedangkan dalam implementasinya pada kepribadian guru adalah bertutur kata yang manis (lemah lembut) dan dengan kata-kata serta tingkah laku yang sopan, guru harus menjadikan sikap pemaaf bagi peserta didik, dalam musyawarah guru berperan sebagai pemimpin atau moderator dalam proses kegiatan kelas, ketika usaha dan ikhtiar sudah dilaksanakan, keputusan terakhir seutuhnya diserahkan kepada Allah SWT.</p> <p> </p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Fatimah Uri, Abu Anwarhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2900LITERASI KEUANGAN UNTUK SISWA: EFEKTIVITAS BUKU CERITA ANAK BERGAMBAR DALAM EDUKASI FINANSIAL DI SEKOLAH DASAR2025-04-25T07:27:57+00:00Wahyu Wibowowahyuwibowopenulis@gmail.com<p>Financial literacy is an essential skill that needs to be taught early on to form healthy financial habits in children. However, the level of financial literacy of children in Indonesia is still low due to curriculum limitations and the lack of interesting learning resources. This study aims to analyze the effectiveness of illustrated children's storybooks as a medium for financial education for children. Using a qualitative approach with a literature study method, this study examines various literature related to children's financial literacy, story-based learning strategies, and factors that influence children's understanding of financial concepts. The results of the study indicate that illustrated storybooks can improve children's financial understanding in an interactive and fun way, especially if accompanied by the involvement of parents and educators. The main factors that influence its success include the quality of content, illustrations, and the relevance of the story to children's lives. These findings confirm that the development of interesting and educational financial storybooks can be a strategic solution in building financial awareness from an early age, as well as supporting financial literacy policies at the elementary school level.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Wahyu Wibowohttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2854PERAN PANCASILA SEBAGAI LANDASAN ETIKA DALAM PENINGKATAN SISTEM INFORMASI BERKELANJUTAN 2025-04-25T07:29:10+00:00Nurul Setianinurulsetiani05@gmail.comShendy Febrilian Nabili febrilyan17@gmail.comFikri Fieresta fikrifieresta10@gmail.comMuhammad Andriyawan muhammadandri583@gmail.comMuhammad Rifaldy Luthfan faldy.luthfan333@gmail.comSaeful Jihadin Islam saefuljihadin3003@gmail.comZalfak Khijjul Arsi zalfak.shesa@gmail.comFaras Khotimah faraskhotimah21@gmail.comPipin Pinayah pipinpinayah29@gmail.com<p>Pancasila sebagai fondasi filosofis bangsa Indonesia menyimpan nilai-nilai universal dan abadi yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi, Artikel ini menjelajahi penerapan prinsip-prinsip Pancasila dalam pengembangan sistem informasi berkelanjutan dan beretika. Dengan menganalisis sila-sila Pancasila, penulis mengidentifikasi implikasi etisnya pada desain sistem, pengamanan data, privasi, dan keadilan digital. Studi ini menawarkan kerangka konseptual untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan sistem informasi yang responsif, transparan, dan berorientasi masyarakat. Analisis ini mencakup aspek sila pertama menghormati privasi dan kepercayaan pengguna, sila kedua mengembangkan sistem yang mudah diakses dan ramah pengguna, sila ketiga meningkatkan integrasi data untuk kepentingan bersama, sila keempat mengembangkan sistem transparan dan akuntabel, sila kelima meningkatkan aksesibilitas teknologi untuk semua lapisan masyarakat. Hasil dari Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem informasi yang berkelanjutan, beretika, dan berorientasi masyarakat di Indonesia.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nurul Setiani, Shendy Febrilian Nabili , Fikri Fieresta , Muhammad Andriyawan , Muhammad Rifaldy Luthfan , Saeful Jihadin Islam , Zalfak Khijjul Arsi , Faras Khotimah , Pipin Pinayah https://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2916PENERAPAN METODE FORWARD CHAINNING TERHADAP KESADARAN PENILE HYGIENE SISWA DOWN SYNDROME DI SKH ELOK ASRI KOTA SERANG2025-04-25T07:29:56+00:00Arief Abdillah2287200021@untirta.ac.idYuni Tanjung Utamitettyzalukhu298@gmail.comSayidatul Maslahahtettyzalukhu298@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode <em>forward chaining</em> terhadap kesadaran <em>penile hygiene</em> pada aspek membersihkan organ seksual pada siswa <em>down syndrome</em>. Kemampuan membersihkan organ seksual terpusat pada pengenalan tata cara membasuh, membersihkan, membilas, dan mengeringkan organ seksual. Metode <em>forward chaining</em> digunakan karena sifatnya membagi tugas menjadi langkah-langkah terkecil dan memudahkan anak berkebutuhan khusus dalam mempelajari sesuatu yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen subjek tunggal atau single subject research (SSR). Hasil dari penelitian ini berupa peningkatan terhadap kesadaran penile hygiene siswa down syndrome pada aspek membersihkan organ seksual, pada baseline 1 (A-1) diperoleh nilai rata-rata 38%, data yang diperoleh pada fase ini diambil sebelum diberikannya perlakuan (kemampuan awal) pada subjek. Pada fase intervensi (B) subjek mengalami peningkatan dikarenakan adanya perlakuan atau <em>treatment</em> dengan menggunakan metode <em>forward chaining</em> dengan rata-rata nilai 60%. Pada fase baseline 2 (A-2) subjek memperoleh nilai rata-rata 55%, data yang diperoleh pada fase ini diambil secara alami setelah subjek diberikan intervensi pada fase sebelumnya.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Arief Abdillah, Yuni Tanjung Utami, Sayidatul Maslahahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2919IMPLEMENTASI PERAN GURU DALAM PEMBINAAN NILAI RELIGIUS DAN SOSIAL PADA SISWA KELAS III SD 2025-04-25T08:02:22+00:00Ach Ubaidillahubaiubeth27@gmail.comYulina Fadilahyulinafadilah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi peran guru dalam membina nilai keagamaan dan sosial pada siswa kelas III di SD Badrut Tamam Wonoasih, Kota Probolinggo. Nilai religius dan sosial memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini. Oleh karena itu, guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pelatihan nilai-nilai keagamaan melalui berbagai kegiatan, seperti pembiasaan doa sebelum dan sesudah belajar, membaca Al-Qur'an, serta menanamkan sikap sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, nilai sosial dikembangkan melalui gotong royong, kerja sama kelompok, serta sikap tolong-menolong di lingkungan sekolah. Faktor pendukung implementasi ini meliputi kebijakan sekolah yang mendukung pendidikan karakter, keterlibatan orang tua, serta lingkungan yang mendukung pembelajaran. Namun ditemukan beberapa kendala, seperti perbedaan latar belakang siswa dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan kegiatan pembiasaan. Kesimpulannya, peran guru sangat penting dalam membina nilai keagamaan dan sosial siswa melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, dan integrasi nilai dalam pembelajaran. Sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua diperlukan agar pelatihan nilai-nilai tersebut dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ach Ubaidillah, Yulina Fadilahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2920NILAI–NILAI PENDIDIKAN ISLAM YANG TERDAPAT DALAM HADIS ANJURAN AZAN DAN QOMAT KETIKA KELAHIRAN ANAK2025-04-25T08:03:13+00:00Robi'ah Robi'ahrobiaah07@gmail.com<p>Penelitian ini dilakukan berdasarkan sunnah Rasulullah mengazankan anak ketika lahir , penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hadist tentang anjuran azan dan iqomat yaitu <em>Nilai– Nilai Pendidikan Islam Yang Terdapat Dalam Hadis Anjuran Azan Dan Qomat Ketika Kelahiran Anak</em>. Data ini hadits At-Tirmidzi yang berkenaan mengazankan bayi ketika lahir, data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan content analysis atau analisa isi. Selanjutnya dikategorisasikan (dikelompokkan) dengan data yang sejenis, dan analisa isinya secara kritis guna mendapatkan formulasi yang kongkrit dan memadai, sehingga pada akhirnya dijadikan sebagai langkah dalam mengambil kesimpulan sebagai jawaban dari rumusan masalah yang ada. Jenis penelitian ini penelitian kepustakaan <em>(Library Research)</em>, sedangkan metode penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang berhubungan dengan hadist tentang mengazankan bayi ketika lahir. Hasil penelitian adalah dalam hadist At-Tardmizi nilai yang terkandung dalam hadist tersebut adalah nilai keimanan,nilai akhlak, nilai sosial dan nilai ibadah.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Robi'ah Robi'ahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2921PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKITF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SDN 106806 CINTA RAKYAT 2025-04-25T08:03:56+00:00Teguh Anggintateguh12345688@gmail.comLidia Simanihuruklidiasimanihuruk@unimed.ac.idWildansyah Lubiswildansyahlubis@unimed.ac.idWinara Winarawinara@unimed.ac.idPutra Afriadiputraafriadi@unimed.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, praktikalitas dan keefektifan dari media pembelajaran interaktif berbasis <em>Articulate Storyline </em>pada mata pelajaran IPAS Kelas IV SDN 106806 Cinta Rakyat. Penelitian dan pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan diantaranya <em>Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation</em>. Subjek penelitian ini 21 siswa yang tediri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, angket dan tes. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah instrumen wawancara, instrumen ahli (angket, tes, desain, dan materi), instrument praktikalitas (angket respon guru dan siswa), dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validitas mendapatkan persentase 84 persen berkategori sangat layak. Hasil uji praktikalitas memperoleh hasil skor nilai kepraktisan dengan persentase sebesar 90 persen berkategori Sangat Praktis. Hasil efektifitas produk dari hasil pre test dan post test peserta didik berdasarkan hasil analisis N-Gain memperoleh skor rata-rata N-Gain sebesar 0,64 dengan kategori “Efektif”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwasanya media pembelajaran interaktif berbasis <em>Articulate Storyline </em>pada mata pelajaran IPAS dinyatakan Sangat Layak, Sangat Praktis, dan Efektif digunakan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Teguh Angginta, Lidia Simanihuruk, Wildansyah Lubis, Winara Winara, Putra Afriadihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2938ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KELAS V SDN BERTINGKAT NAIKOTEN KOTA KUPANG2025-04-25T08:04:31+00:00Lariska Kristin KikhauLariskakikhau361@gmail.comMarkus SampeLariskakikhau361@gmail.comNetty E. A. NawaLariskakikhau361@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi dengan keberadaan media pembelajaran berbasis video animasi yang di gunakan dalam proses pembelajaran. Media video animasi digunakan sebagai alat penunjang dalam membantu siswa untuk belajar. Dengan adanya media video animasi ini dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan motivasi siswa yang ditunjukan melalui rasa nyaman, fokus, semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk : 1) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran berbasis video animasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN Bertingkat Naikoten Kota Kupang. 2) Untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN Bertingkat Naikoten Kota Kupang. 3) Untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis video animasi di kelas V SDN Bertingkat Naikoten Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara menggunakan metode survei dengan instrumen penelitian berupa angket dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V A SDN Bertingkat Naikoten dan guru kelas dengan jumlah 43 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa :1) Penggunaan animasi memiliki peran yang sangat penting dan berkontribusi baik dalam proses pembelajaran, dapat dilihat dari hasil rata-rata seluruh indikator XI sebesar 2,36 dengan kategori sangat baik. 2) Media video animasi berdedikasi baik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yang dilihat dari data hasil rata-rata seluruh indikator X2 sebesar 2,42 dengan kategori sangat baik. 3) Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran menggunakan media video animasi dilihat dari hasil rata-rata seluruh indikator Y sebesar 2,45 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil analisis dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media video animasi yang digunakan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan motivasi belajar.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Lariska Kristin Kikhau, Markus Sampe, Netty E. A. Nawahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2948ANALISIS TANTANGAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR 2025-04-25T08:05:06+00:00Nurul Fajriatinurulfajriati106@gmail.comEva Yuliawatievayuliawatig@gmail.comAhmad Muttaqinmuttaqin89@gmail.comRatna Sari Dewiratna@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar melalui pendekatan filosofis yang meliputi aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Tantangan-tantangan tersebut muncul dalam konteks perkembangan globalisasi, digitalisasi, dan lemahnya koneksi antara nilai-nilai Pancasila dengan realitas kehidupan peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, yang melibatkan analisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku teks, dokumen kurikulum, dan penelitian sebelumnya. Teknik analisis data dilakukan melalui content analysis yang mencakup pengkodean data, identifikasi tema, interpretasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan ontologis berkaitan dengan sifat nilai Pancasila yang abstrak dan sulit dipahami secara konkret oleh siswa. Tantangan epistemologis terletak pada dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Sementara itu, tantangan aksiologis muncul dari kesenjangan antara nilai yang diajarkan dan perilaku nyata siswa, yang dipengaruhi oleh paparan budaya global melalui media digital. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan interaktif serta penguatan peran guru, teknologi, dan kolaborasi lintas lingkungan sebagai upaya strategis untuk mengoptimalkan internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan dasar.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nurul Fajriati, Eva Yuliawati, Ahmad Muttaqin, Ratna Sari Dewihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2950ANALISIS TANTANGAN PEMBELAJARAN IPS DALAM KONSEP TATA RUANG DAN SISTEM SOSIAL2025-04-25T08:08:52+00:00Ratu Meri Agustaratumeriagusta@gmail.comSiti Nur Syamsiahsnursyamsiah87@gmail.comIka Rahmawatirahmawati0508@gmail.comRatna Sari Dewiratna@untirta.ac.id<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman awal siswa mengenai dinamika kehidupan sosial dan ruang geografis. Namun, implementasi pembelajaran IPS di tingkat dasar masih dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dari segi konten, pendekatan pedagogis, ketersediaan media, maupun kesiapan tenaga pendidik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif berbagai hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran IPS, khususnya pada konsep tata ruang dan sistem sosial, serta mengeksplorasi solusi yang relevan dan aplikatif dalam konteks pendidikan abad ke-21.</p> <p>Hasil kajian menunjukkan bahwa kompleksitas konsep tata ruang dan sistem sosial kerap sulit dipahami oleh siswa karena keterbatasan kemampuan berpikir abstrak pada usia dini, ditambah dengan minimnya penggunaan media pembelajaran yang kontekstual dan visual. Tantangan lainnya adalah rendahnya kapasitas guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan interaktif, serta belum optimalnya integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran IPS. Kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan juga memperparah kualitas pembelajaran, mengingat banyaknya sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana pendukung yang memadai, termasuk tenaga pendidik yang kompeten dan pelatihan profesional yang berkelanjutan.</p> <p>Artikel ini merekomendasikan perlunya penyusunan kurikulum adaptif yang mampu menjembatani kebutuhan siswa dengan tuntutan zaman, penguatan pelatihan profesional guru secara berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana untuk meningkatkan interaktivitas, efektivitas, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaboratif, pembelajaran IPS di Sekolah Dasar dapat ditransformasi menjadi pengalaman belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan bagi peserta didik, sekaligus membentuk generasi yang memiliki kesadaran ruang, tanggung jawab sosial, dan kepekaan terhadap isu-isu global.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ratu Meri Agusta, Siti Nur Syamsiah, Ika Rahmawati, Ratna Sari Dewihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2983PENGARUH PENGGUNAAN CERITA RAKYAT SEBAGAI STIMULUS TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA SISWA SEKOLAH DASAR2025-04-25T09:32:46+00:00Vera Ironita Christiani Sihombingveraicsihombing@gmail.comSutar Oktaviana Tampubolonsutaroktaviana@gmail.comMelpa Br Marbunmelpamarbun88@gmail.com<p>Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan <em>Pre-Experimental</em> <em>Design</em>. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD UPT SPF SDN 106168 Desa Deli Tua, yang berjumlah 20 orang. Instrumen penelitian berupa <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> keterampilan menulis narasi. Data dari kedua tes tersebut dianalisis menggunakan software SPSS versi 25. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh simpulan hasil keterampilan menulis narasi sebelum menggunakan cerita rakyat tergolong rendah, dengan rata-rata nilai sebesar 60.50. Kemudian setelah diberikan perlakukan dengan cerita rakyat, hasil keterampilan menulis narasi siswa meningkat secara signifikan, dengan rata-rata nilai mencapai 83.50. Terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan cerita rakyat sebagai stimulus terhadap peningkatan hasil keterampilan menulis narasi siswa yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05).</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Vera Ironita Christiani Sihombing, Sutar Oktaviana Tampubolon, Melpa Br Marbunhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3002DAMPAK KEBIJAKAN LARANGAN PUNGUTAN TERHADAP MOTIVASI DAN KINERJA GURU DI KABUPATEN KARAWANG2025-05-13T08:08:55+00:00Tedy Andriantedyandrian@gmail.comIcih Surnasihicihsurnasih4@gmail.comImamah Imamahnuril12imamah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan larangan pungutan di sekolah negeri terhadap motivasi dan kinerja guru. Kebijakan ini diterapkan di Karawang melalui Instruksi Bupati Nomor 100.3.4.2/322/Inspt/2025, yang melarang pungutan, termasuk iuran sukarela dari orang tua siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap enam guru sekolah dasar dan menengah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut tidak menurunkan motivasi intrinsik guru. Meskipun mengalami keterbatasan fasilitas, guru tetap berkomitmen tinggi dan berinovasi dengan memanfaatkan bahan ajar digital dan kolaborasi antar guru. Namun, kebijakan ini menyebabkan penurunan ketersediaan sarana pembelajaran yang sebelumnya didukung oleh iuran sukarela. Dukungan dari institusi pendidikan, seperti Dinas Pendidikan dan sekolah, masih dirasakan belum optimal, sehingga guru mengharapkan peningkatan fasilitas dan pelatihan. Di sisi lain, kebijakan ini berpotensi memperbaiki hubungan antara sekolah dan masyarakat dengan mengurangi beban biaya bagi orang tua. Namun, tanpa dukungan pendanaan yang jelas, kebijakan ini dapat menimbulkan frustrasi di kalangan guru dan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan larangan pungutan berpotensi meningkatkan transparansi pendidikan, namun membutuhkan dukungan yang lebih besar untuk menjaga kualitas pembelajaran.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Tedy Andrian, Icih Surnasih, Imamah Imamahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3008PENERAPAN ECOPRINT DALAM KEGIATAN PRASIAGA UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI2025-05-13T08:09:41+00:00Novianti Noviantinovianti.priyono@gmail.comSuwati Suwatidewisuwati35@gmail.comImamah Imamahnuril12imamah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teknik ecoprint dalam kegiatan prasiaga sebagai upaya pembentukan karakter anak usia dini di TK Harapan. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan melibatkan 30 peserta didik berusia 5–6 tahun. Proses ecoprint dilakukan melalui tahapan pengenalan bahan alam, penataan daun dan bunga pada kain, serta pencetakan motif dengan bimbingan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ecoprint secara signifikan meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, serta menanamkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, tanggung jawab, empati, dan kepedulian lingkungan pada anak. Kegiatan ini juga membangun rasa percaya diri, disiplin, dan kemampuan berinteraksi sosial anak. Ecoprint terbukti menjadi media pembelajaran yang ramah lingkungan, berbasis kearifan lokal, dan efektif dalam mendukung pendidikan karakter secara holistik. Implikasi praktis dari penelitian ini antara lain integrasi ecoprint dalam kurikulum prasiaga, pelatihan guru, serta kolaborasi dengan orang tua untuk memperkuat pendidikan karakter di rumah dan sekolah</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Novianti Novianti, Suwati Suwati, Imamah Imamahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3006MENGGALI ETNOSAINS DALAM PENGOLAHAN LONTONG KUPANG : SUMBER BELAJAR INOVATIF UNTUK SISWA SD2025-04-28T02:34:26+00:00Mudhachiroh Henik Prihantini24010855126@mhs.unesa.ac.idWahono Widodo24010855126@mhs.unesa.ac.idGanes Gunansyah24010855126@mhs.unesa.ac.id<p>Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pengolahan lontong kupang menawarkan peluang besar untuk mengintegrasikan etnosains dalam pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikan potensi etnosains dalam pengolahan lontong kupang sebagai sumber belajar inovatif bagi siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian meliputi nelayan kupang, pengolah petis, dan pengolah lontong kupang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa<sup> </sup>proses pengolahan kupang di Desa Balongdowo mengandung konsep-konsep etnosains yang kaya akan nilai-nilai budaya, filosofi, dan pembelajaran sosial. Proses pengolahan lontong kupang melibatkan serangkaian tahapan yang didasarkan pada pengetahuan dan keterampilan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Pengolahan lontong kupang memiliki potensi besar sebagai sumber belajar inovatif bagi siswa SD. Konsep-konsep etnosains yang terkandung dalam pengolahan lontong kupang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran tematik, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Selain itu, pengolahan lontong kupang juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal pada siswa sejak dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan lontong kupang di Desa Balongdowo dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dasar sebagai sumber pembelajaran berbasis etnosains yang kaya akan nilai-nilai budaya, filosofi, dan pembelajaran sosial. Pengembangan sumber belajar berbasis etnosains yang mengintegrasikan pengolahan lontong kupang dalam pembelajaran tematik di SD memerlukan kolaborasi antara guru, masyarakat lokal, dan ahli sains. Hal ini juga memperkaya kurikulum sekolah dasar dengan memanfaatkan kearifan lokal, yang pada gilirannya dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap budaya sendiri serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep ilmiah yang diajarkan di sekolah. Dengan pendekatan ini, pendidikan menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan menarik bagi siswa.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Mudhachiroh Henik Prihantini, Wahono Widodo, Ganes Gunansyahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3017ANALISIS KEAKTIFAN DALAM PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMODAL PADA MATAPELARAN IPAS MATERI MAGNET KELAS IVB SD ISLAM SULTAN AGUNG 02 SEMARANG2025-05-04T23:30:16+00:00Nanda Aulia Savitrinandaauliasavitri@gmail.comMuhamad Afandimafandi@unissula.ac.idYulina Ismiyantiyulinaismiyanti@unissula.ac.id<p>Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis keaktifan peserta didik dalam penerapan media pembelajaran multimodal materi gaya magnet pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IVB SD Islam Sultan Agung 02 Semarang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran multimodal, seperti video, PowerPoint interaktif, praktik pengamatan, permainan edukatif, dan games berbasis digital, mampu meningkatkan keaktifan siswa. Peserta didik tampak lebih fokus, antusias, serta aktif berpartisipasi dalam setiap langkah pembelajaran. Media multimodal terbukti mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nanda Aulia Savitri, Muhamad Afandi, Yulina Ismiyantihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3023TINJAUAN LITERATUR PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA SATUAN TINGKAT PENDIDIKAN DASAR2025-05-13T08:10:51+00:00Mustapa Mustapamustapa@unima.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pembelajaran berdiferensiasi di tingkat Sekolah Dasar dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan bibliometrik. Proses analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Publish or Perish dan VOSviewer, dengan fokus pada artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan selama periode 2020 hingga 2024. Tahapan penelitian mencakup proses pencarian literatur secara sistematis, seleksi artikel berdasarkan kriteria relevansi, analisis data melalui sintesis temuan kualitatif, pengendalian kualitas sumber, serta penyusunan laporan akhir. Data dikumpulkan melalui identifikasi artikel terdahulu yang memuat kata kunci "pembelajaran berdiferensiasi", "kurikulum merdeka" dan "Sekolah Dasar", guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tren, fokus penelitian, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di Sekolah Dasar masih menghadapi sejumlah hambatan, seperti keterbatasan pemahaman guru, kurangnya sarana pendukung, serta tantangan dalam adaptasi kurikulum. Salah satu solusi strategis yang diidentifikasi adalah pelaksanaan pelatihan profesional mengenai pembelajaran berdiferensiasi, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru dalam mendukung efektivitas Kurikulum Merdeka.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Mustapa Mustapahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3021ANALISIS GAYA BELAJAR TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SEKOLAH DASAR2025-05-04T23:19:32+00:00Dewi Rintanidewirintani22@gmail.comMuhamad Afandimafandi@unissula.ac.idJupriyanto Jupriyantojupriyanto@unissula.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan gaya belajar terhadap kepercayaan diri siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial kelas IV SD N Gedawang 01 Kecamatan Banyumanik Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Gedawang 01. Teknik analisis data menggunakan teknik kualitatif meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan jenis gaya belajar dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri menjadi meningkat. Hal ini dibuktikkan pada kelompok belajar Visual (V), Auditori (A), dan Kinestetik (K) memenuhi 4 indikator kepercayaan diri diantaranya percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, bertanggung jawab, dan bersemangat ketika mengemukakan pendapat.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Dewi Rintani, Muhamad Afandi, Jupriyanto Jupriyantohttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2933STRATEGI GURU DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SD/MI2025-05-13T08:12:16+00:00Risma Dewi Herlistirismaherlisti62@guru.sd.belajar.idTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Pengembangan media pembelajaran yang efektif merupakan salah satu strategi penting yang dapat diterapkan oleh guru dalam meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Media pembelajaran yang menarik dan inovatif dapat membantu siswa memahami konsep abstrak dalam IPS serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan media pembelajaran IPS di SD/MI serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru IPS, serta analisis dokumen terkait. Subjek penelitian terdiri dari guru-guru SD/MI yang telah menerapkan berbagai media pembelajaran dalam pengajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi dalam mengembangkan media pembelajaran, seperti pemanfaatan media visual (peta, gambar, video animasi), media digital interaktif, serta permainan edukatif berbasis IPS. Guru juga menerapkan pendekatan kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Namun, beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan fasilitas teknologi, kurangnya pelatihan bagi guru dalam pembuatan media digital, serta waktu yang terbatas untuk merancang media pembelajaran yang inovatif. Kesimpulannya, strategi guru dalam pengembangan media pembelajaran IPS di SD/MI sangat beragam dan memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dukungan dalam bentuk pelatihan, penyediaan fasilitas, serta kebijakan yang mendukung inovasi pembelajaran sangat diperlukan agar pengembangan media pembelajaran dapat lebih optimal.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Risma Dewi Herlisti, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2934PENERAPAN METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN IPS PAKET A PKBM AL-ZAYTUN INDRAMAYU2025-05-13T08:12:54+00:00Hartono Hartono244120300004@mhs.uinsaizu.ac.idTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Pembelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Pembelajaran IPS bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa, serta memahami konsep-konsep sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis warga belajar dalam pembelajaran IPS melalui penerapan metode diskusi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan subjek penelitian tutor dan warga belajar Paket A (setara SD/MI) PKBM Al-Zaytun sedangkan objeknya adalah metode diskusi. Dengan teknik pengumpulan data melalui diskusi, wawancara, atau observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif untuk memahami makna dan konteks data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa dalam pembelajaran IPS. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa metode diskusi dapat meningkatkan partisipasi warga belajar dalam proses pembelajaran dan meningkatkan motivasi warga belajar untuk belajar IPS.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Hartono Hartono, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2932EMPAT KOMPETENSI GURU DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS DI SD NEGERI 3 CANDINEGARA KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS2025-05-13T08:13:39+00:00Esti Wahyuningsihestynazwa@gmail.comTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan empat kompetensi guru (pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian) yaitu penguasaan materi, strategi pembelajaran, manajemen kelas, dan keterampilan komunikasi dalam pengembangan pembelajaran IPS di SDN 3 Candinegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penenlitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah dan analisis dokumen. Adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Miles dan Huberman yakni dimulai dengan reduksi, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogic guru SD Negeri 3 Candinegara bervariasi. Beberapa guru telah menunjukkan kemmapuan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa, sementara yang lain masih menggunakan metode konvensioanl. Kompetensi kepribadian guru secara umum baik, tercermin dari sikap tanggungjawab, dan keteladanan. Kompetensi social guru dalam berinteraksi dengan siswa, rekan sejawat, dan orang tua siswa terjalin dengan baik. Namun kompetensi professional guru, terutama dalam penguasaan materi IPS yang mendalam dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keempat kompetensi guru memiliki peran penting dalam pengembangan pembelajaran IPS di SD Negeri 3 Candinegara. Namun diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi professional guru yang berfokus pada peningkatan kompetensi professional, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dan hasil belajar siswa di SD Negeri 3 Candinegara.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Esti Wahyuningsih, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2924IMPLEMENTASI NILAI NASIONALISME MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKAPADA SISWA KELAS III DI SD NEGERI 01 SEMEDO2025-05-13T08:14:19+00:00Meliya Faradisameliya.faradisa31@gmail.comTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Dekadensi nilai nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar menjadi tantangan signifikan dalam era globalisasi. Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka berperan sebagai sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai nasionalisme dalam kegiatan Pramuka bagi siswa kelas III di SD Negeri 01 Semedo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai nasionalisme ditanamkan melalui upacara pembukaan latihan, permainan edukatif, pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU), serta pengenalan seni budaya dan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa cinta tanah air siswa. Namun, implementasinya menghadapi kendala, seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya motivasi siswa, serta minimnya keterlibatan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi peran pembina melalui pelatihan, penyediaan fasilitas, serta metode pembelajaran berbasis pengalaman. Temuan ini menegaskan bahwa dengan strategi yang tepat, Pramuka dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter nasionalis generasi muda sejak dini.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Meliya Faradisa, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2923BUDAYA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS 6 SD NEGERI 1 CILANGKAP2025-05-13T08:15:57+00:00Alipi Wardanialipi.sukmawati38@admin.sd.belajar.idTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Budaya sekolah yang kuat dan positif dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran, sedangkan budaya yang negatif bisa berdampak buruk pada kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa serta staf sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana budaya sekolah dapat berperan dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran IPS di kelas 6 SD Negeri 1 Cilangkap. Penelitian ini dilakukan di kelas 6 SD Negeri 1 Cilangkap, Gumelar dengan subjek penelitian terdiri dari 7 siswa kelas 6, guru kelas 6, kepala sekolah, dan orang tua/wali siswa menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan mereduksi data, yaitu menyaring, memilih, dan memfokuskan data yang relevan dengan fokus penelitian dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah di SD Negeri 1 Cilangkap telah diterapkan dalam berbagai aspek pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran IPS di kelas 6. Budaya sekolah yang mencakup nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan toleransi terlihat dalam berbagai kegiatan di dalam maupun di luar kelas. Budaya sekolah melandasi perilaku seseorang. Kegiatan siswa ketika datang ke sekolah disambut dengan senyum, salam dan sapa, kegiatan ini rutin diterapkan setiap pagi dengan menggunakan 5 budaya sekolah yang menuju karakter siswa. Budaya sekolah yang dikembangkan seperti literasi, kegiatan pembiasaan awal dan akhir KBM, pembiasaan perilaku baik yang bersifat spontan, menerapkan tata tertib sekolah. Guru kelas 6 secara aktif mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran IPS melalui metode pembelajaran berbasis diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi peran (role-playing).Berdasarkan hasil penelitian, budaya sekolah di kelas 6 SD Negeri 1 Cilangkap memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter siswa dalam pembelajaran IPS. Budaya sekolah yang mencakup disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan toleransi telah diterapkan secara konsisten dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak positif pada perkembangan karakter siswa.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Alipi Wardani, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2925STRATEGI PEMBELAJARAN IPS BERBASIS DIGITAL MELALUI GAME BAAMBOOZLE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS 3 DI SD NEGERI 2 SAMUDRA KULON2025-05-13T08:16:40+00:00Paryati Paryatiparyatigumelar81@gmail.comTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Perkembangan teknologi informasi telah memberikan pengaruh besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam penerapan berbagai strategi pembelajaran. Salah satu kendala dalam mengajarkan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar adalah rendahnya minat siswa, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik serta minim interaktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pembelajaran IPS berbasis digital melalui pemanfaatan game edukatif Baamboozle serta dampaknya terhadap minat belajar siswa kelas 3 di SD Negeri 2 Samudra Kulon. Dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan penelitian meliputi seorang guru IPS dan 19 siswa kelas 3, terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Baamboozle dalam pembelajaran IPS mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Mereka menjadi lebih aktif, bersemangat, serta mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, guru merasa lebih terbantu dalam menyampaikan materi karena game ini menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan interaktif. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital melalui game Baamboozle dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa di Sekolah Dasar, khususnya dalam mata pelajaran IPS. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran agar lebih sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik siswa di era digital.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Paryati Paryati, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2927OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DAN TEKNOLOGI DI SDN 02 CIKEMBULAN2025-05-13T08:21:23+00:00Lilis Widurililiswiduri35@gmail.comTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN 02 Cikembulan memiliki tantangan dalam mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap materi yang berkaitan dengan lingkungan sosial dan budaya. Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya penerapan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga berpotensi menghambat pemahaman dan keterlibatan siswa dalam materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggali metode inovatif yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan IPS kepada siswa kelas V di SDN 02 Cikembulan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kela V dan objeknya adalah proses pembelajaran IPS di SDN 02 Cikembulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN 02 Cikembulan telah berhasil mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran inovatif, seperti pendekatan kontekstual, pemanfaatan teknologi, dan pembelajaran berbasis diskusi. Begitu pula bagi siswa-siswi kelas V, metode-metode ini terbukti meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS dan membangun keterampilan sosial mereka.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: ilmu pengetahuan sosial, guru profesional, metode pembelajaran inovatif</p> <p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN 02 Cikembulan memiliki tantangan dalam mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap materi yang berkaitan dengan lingkungan sosial dan budaya. Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya penerapan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga berpotensi menghambat pemahaman dan keterlibatan siswa dalam materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggali metode inovatif yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan IPS kepada siswa kelas V di SDN 02 Cikembulan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kela V dan objeknya adalah proses pembelajaran IPS di SDN 02 Cikembulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN 02 Cikembulan telah berhasil mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran inovatif, seperti pendekatan kontekstual, pemanfaatan teknologi, dan pembelajaran berbasis diskusi. Begitu pula bagi siswa-siswi kelas V, metode-metode ini terbukti meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS dan membangun keterampilan sosial mereka.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Lilis Widuri, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2936GURU KREATIF DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SDN 01 SEMEDO2025-05-13T08:17:20+00:00Supriyono supriyonoathaprastacka@gmail.comTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Media pembelajaran memegang peran penting dalam proses penyampaian materi, media pembelajaran yang kreatif dapat menciptakan suasana belajar yang menyenagkan dan lebih mudah diterima oleh siswa. Pembelajaran IPS merupakan Pelajaran tang kompleks dan membutuhkan pemahaman yang mendalam, sehingga guru juga dituntut untuk dapat menciptakan suasana dan media belajar yang mendukung materi yang akan disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kreativitas guru dalam mengajarkan pembelajaran yang inovatif pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas V SD Negeri 1 Semedo, Kecamatan Pekuncen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan peserta didik kelas V SD Negeri 1 Semedo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru telah menunjukkan kreativitas dalam pengembangan media pembelajaran IPS, khususnya dalam menyajikan materi peristiwa kedatangan bangsa Barat dengan menggunakan konsep imajinatif, merangsang ide dan karya orisinal, menerapkan variasi pola interaksi, gaya mengajar, serta ragam pesan, serta menerapkan evaluasi langsung; (2) guru juga telah kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran dan sumber belajar dengan memproduksi media secara mandiri.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Supriyono supriyono, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2926BUDAYA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA SD NEGERI 2 GLEMPANG2025-05-13T08:18:08+00:00Yeni Lestiariniyenilestiarini@gmail.comTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan sosial yang kuat pada anak-anak merupakan tujuan utama dari program pembangunan karakter di sekolah. Budaya sekolah merupakan salah satu elemen terpenting yang membantu membentuk karakter seseorang. Agar siswa dapat mengembangkan kepribadian yang lebih kuat, penting untuk memasukkan pendidikan karakter ke dalam budaya sekolah. Memperkenalkan prosedur ini kepada anak-anak di usia muda akan membuatnya lebih efektif. Demikian pula, pendidikan karakter di sekolah dasar dan unit pendidikan dasar lainnya sangat penting untuk meletakkan dasar bagi karakter masa depan anak-anak. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Alih-alih menggunakan data numerik atau statistik, teknik deskriptif kualitatif memaparkan skenario atau kondisi yang diteliti melalui deskripsi naratif, dan data yang dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, foto, atau tindakan. Kami memilih metode ini karena kami ingin mengetahui bagaimana budaya SD Negeri 2 Glempang memengaruhi kepribadian siswa melalui interaksi mereka dengan guru dan teman sekelas serta rutinitas dan pengalaman sehari-hari mereka di sana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah SD Negeri 2 Glempang secara signifikan memengaruhi pengembangan karakter siswa. Penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah yang mendukung memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan pribadi anak-anak. SD Negeri 2 Glempang telah membangun iklim sekolah yang stabil dan memberikan dukungan yang sangat baik untuk pertumbuhan pribadi siswa. Wawancara dengan siswa telah menunjukkan bahwa mereka meniru tindakan guru mereka dalam kehidupan nyata. Dalam hal akuntabilitas, kesadaran sosial, dan disiplin, kepala sekolah dan instruktur SD Negeri 2 Glempang telah menjadi contoh bagi siswa untuk diikuti. Siswa dapat berhasil menyerap kualitas karakter melalui pembiasaan cita-cita keagamaan, kegiatan ekstrakurikuler, kerja sama timbal balik, dan disiplin. Meskipun demikian, pendidikan karakter di luar lingkungan sekolah memerlukan bantuan tambahan dari orang tua dan masyarakat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Untuk pengembangan karakter yang lebih baik pada siswa, harus ada kerja sama antara masyarakat, keluarga, dan sekolah untuk menciptakan budaya sekolah yang dapat bertahan dalam ujian waktu.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Yeni Lestiarini, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3026PENINGKATAN KONSENTRASI DAN HASIL BELAJAR MATERI GAYA DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DAN MEDIA E-MODUL DI KELAS IV SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA2025-05-06T10:04:57+00:00Betta Puspita Ningrumbettapuspitan11@gmail.comIgnatia Esti Sumarahisumarah@gmail.com<p>Dari hasil wawancara dengan guru kelas IV di SDK Sang Timur Yogyakarta, peneliti mendapatkan informasi bahwa peserta didik di kelas tersebut belum konsentrasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, hasil belajar untuk IPAS materi gaya belum mencapai KKM (70). Oleh karena itu, peneliti melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Subjek penelitian adalah 14 peserta didik kelas IV di SD tersebut, 9 laki-laki dan 5 perempuan. Penelitian Tindakan Kelas(PTK)yang dilakukan peneliti terdiri dari 2 siklus, dengan menerapkan model pembelajaran <em>D</em><em>iscovery Learning</em> dan media E-modul pembelajaran yaitu modul yang bisa diakses melalui laptop, komputer dan lainya. Modul digital ini berwujud teks, gambar, video dan audio. Metode yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan tes. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap konsentrasi dan hasil belajar. Persentase peningkatan sikap konsentrasi: dari ketagori sangat konsentrasi, meningkat dari 14.3% di siklus 1 menjadi 28.6% di siklus 2. Pada kategori konsentrasi, meningkat dari 28.6% di siklus 1 menjadi 50% di siklus 2. Persentase keberhasilan belajar juga meningkat dari 87.5% di pra siklus menjadi 100% di siklus 2.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Betta Puspita Ningrum, Ignatia Esti Sumarahhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3028IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN YANG DIPERSONALISASI BERBASIS AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA2025-05-03T02:39:14+00:00Anjar Watitianjrwa@gmail.comRattu Anggunrattuanggunnur@gmail.comAhmad Hidayatahmadhidayat262022@gmail.comOman Farhurohmanoman.farhurohman@uinbanten.ac.id<p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas proses pembelajaran. Salah satu pendekatan inovatif yang kini berkembang adalah pembelajaran yang dipersonalisasi berbasis AI, di mana sistem pembelajaran menyesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar masing-masing peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pembelajaran yang dipersonalisasi berbasis AI melalui studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan melalui peningkatan keterlibatan belajar, efektivitas materi yang sesuai kebutuhan, serta pemantauan perkembangan belajar secara real-time. Meskipun demikian, tantangan seperti kesiapan infrastruktur, pelatihan guru, dan keamanan data menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam implementasinya. Pembelajaran yang dipersonalisasi berbasis AI dinilai sebagai solusi potensial dalam menciptakan pendidikan yang lebih adil, adaptif, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.<br /><br /></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Anjar wati, Rattu Anggun Nurassyifa, Ahmad Hidayat, Oman Farhurohmanhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3047PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN QUESTION CARD (KARTU PERTANYAAN) PADA MATERI KENAMPAKAN ALAM KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAM DATOK SULAIMAN PALOPO2025-05-13T08:22:31+00:00Putri Rahmadaniputrirahmadani121202@gmail.comNursyamsi Nursyamsinursyamsi@iainpalopo.ac.idAhmad Munawirahmadmunawir@iainpalopo.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap pengembangan media pembelajaran kartu pertanyaan dan untuk mengetahui validasi, praktikalitas dan efektivitas pengembangan media pembelajaran kartu pertanyaan untuk materi IPS Kenampakan Alam kelas V MI Islam Datok Sulaiman palopo. Jenis penelitian yang digunakan penelitian pengembangan atau metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah adalah siswa kelas V MI Islam Datok Sulaiman. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: 1) Wawancara, 2) Dokumentasi, 3) Angket, 4) Validasi Ahli, 5) Tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil analisis kebutuhan dan tahap pengembangan di kelas V MI Datok Sulaiman, ditemukan bahwa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut terdapat kebutuhan untuk menghadirkan inovasi baru dalam media pembelajaran. Salah satu bentuk inovasi yang diperlukan adalah media kartu pertanyaan <em>(question card</em>). Validasi media pembelajaran dikembangkan menunjukkan tingkat validitas yang tinggi. Ahli media mendapatkan persentase validitas sebesar 77% dengan kategori valid. Ahli materi memberikan nilai persentase 90%, ahli bahasa memberikan nilai persentase 85% dengan kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan yang diuji cobakan kepada siswa sebanyak 20 orang menunjukkan nilai 84% dan dari guru kelas II dengan nilai akhir dari hasil uji kepraktisan mencaai 92% dengan kategori sangat praktis Hasil uji keefektifan mengenai media kartu pertanyaan (question card) diperoleh rata-rata skor pretest siswa adalah 71,25%, sedangkan rata-rata posttest siswa adalah 90% dengan kategori sangat baik.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Putri Rahmadani, Nursyamsi Nursyamsi, Ahmad Munawirhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3054EDUKASI MULTIKULTURAL DALAM TRADISI RUWAH DESA: STUDI ETNOPEDAGOGIK DI SIDOARJO2025-05-13T08:23:09+00:00Dwi Pangestuningtyasdwipangestu120582@gmail.comWahono Widodowahonowidodo@unesa.ac.idGanes Gunansyahganesgunansyah@unesa.ac.idNeni Mariananenimariana@unesa.ac.id<p>Ruwah Desa merupakan tradisi lokal yang masih dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Sidoarjo. Tradisi ini berfungsi sebagai penghormatan kepada leluhur melalui doa bersama dan kegiatan budaya yang mencerminkan nilai sosial seperti solidaritas dan gotong royong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Ruwah Desa sebagai media edukasi multikultural dengan pendekatan etnopedagogik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melibatkan wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruwah Desa menanamkan nilai toleransi, inklusivitas, dan pewarisan budaya lintas generasi. Meskipun menghadapi modernisasi, tradisi ini tetap relevan melalui strategi adaptasi seperti dokumentasi digital dan keterlibatan komunitas. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pendidikan untuk memperkuat identitas budaya dan kohesi sosial.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Dwi Pangestuningtyas, Wahono Widodo, Ganes Gunansyah, Neni Marianahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3058PENDIDIKAN LITERASI AKHLAK BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL: STUDI PUSTAKA PERSPEKTIF ISLAM2025-05-13T08:24:04+00:00Budianto Budiantootnaidub181@gmail.comAhmad FaojiAf601518@gmail.com<p>Perkembangan teknologi informasi telah menjadikan media sosial bagian dari kehidupan anak, namun sering tanpa disertai pemahaman etika digital yang memadai. Fenomena seperti konten negatif, ujaran kebencian, hoaks, <em>cyberbullying</em>, dan lunturnya sopan santun menjadi ancaman bagi perkembangan akhlak siswa. Penelitian studi pustaka ini bertujuan menganalisis konsep literasi akhlak dalam perspektif Islam serta relevansinya bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dalam menghadapi tantangan moral akibat penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur ilmiah dan kitab-kitab rujukan Islam untuk mengkaji nilai-nilai akhlak Islam, konsep literasi akhlak, serta tantangan moral di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi akhlak Islam meliputi akhlak kepada Allah seperti sikap tunduk, taat, ikhlas, dan tawakal, dan akhlak kepada sesama seperti kasih sayang, hormat, dan keadilan. Literasi ini penting dalam membentengi siswa dari pengaruh negatif media sosial. Strategi pendidikan yang efektif melibatkan peran aktif guru dan orang tua melalui keteladanan, dialog interaktif, serta penetapan aturan digital berbasis nilai Islam (<em>targhib wa tarhib</em>). Integrasi nilai akhlak dalam kurikulum dan aktivitas digital siswa, dengan penekanan pada tanggung jawab atas lisan dan tulisan, merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter mulia di era digital. Pendidikan literasi akhlak berbasis Islam menjadi fondasi esensial bagi siswa SD untuk menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai ajaran Islam.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Budi anto, Ahmad Faojihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3059KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN UMAR BIN KHATTAB RADHIYALLAHU ‘ANHU SEBAGAI INSPIRASI DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR2025-05-13T08:24:39+00:00Ahmad Faojiaf601518@gmail.comBudianto Budiantobudianto0881@gmail.com<p>Kepemimpinan Umar bin Khattab merupakan salah satu contoh teladan yang sangat relevan dalam berbagai aspek manajemen, termasuk manajemen pendidikan . Dalam konteks pendidikan dasar, penerapan nilai-nilai kepemimpinan yang adil, tegas, visioner, dan partisipatif memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali karakteristik kepemimpinan Umar bin Khattab dan menganalisis relevansinya sebagai inspirasi dalam manajemen pendidikan dasar.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data dikumpulkan dari berbagai literatur, termasuk buku-buku sejarah Islam, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik melalui reduksi, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima karakteristik utama kepemimpinan Umar bin Khattab—keadilan, ketegasan, visi jangka panjang, musyawarah, dan kesederhanaan—dapat diadaptasi dalam manajemen pendidikan dasar. Implementasi nilai keadilan dapat diterapkan dalam distribusi sumber daya pendidikan, sementara ketegasan relevan untuk membangun budaya disiplin di sekolah. Pendekatan musyawarah mendorong partisipasi semua pemangku kepentingan, dan visi jangka panjang Umar menginspirasi perencanaan kurikulum yang inovatif.</p> <p>Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik kepemimpinan Umar bin Khattab memberikan panduan yang kuat untuk meningkatkan manajemen pendidikan dasar yang lebih efektif, adil, dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kepala sekolah, pendidik, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya dalam mengelola institusi pendidikan dasar.</p> <p><strong> </strong></p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Faoji, Budianto Budiantohttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3065KAJIAN PUSTAKA TENTANG PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH2025-05-13T08:25:17+00:00Pepen Suhendrapepen.suhendra@gmail.comFadillah Prabowofadillahprabowo@gmail.comNabila Nasutionnasutionbl@gmail.com<p>Pembelajaran Bahasa Arab bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Problematika dalam pembelajaran Bahasa Arab masih banyak dan sering bermunculan, sayangnya jarang sekali terpecahkan solusinya. Tulisan ini dibuat untuk melihat problematika dalam pembelajaran Bahasa Arab terutama pada jenjang madrasah ibtidaiyah agar dengan begitu para pengajar dapat lebih memperhatikan pembelajaran Bahasa Arab yang mereka ajarkan dan berupaya untuk mengatasi problematika-problematika yang ada. Dalam penyusunan tulisan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan sumber kajian pustaka atau <em>library research</em>, yang di mana penggunaanya dengan pengumpulan data dan informasi yang bersumber dari bacaan. Jenis penelitian ini merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Upaya mengintegrasi pendidikan Bahasa Arab di sekolah dasar memiliki beberapa masalah yang menjadikan implementasi pendidikan Bahasa Arab mengalami kendala. Hal-hal tersebut merupakan masalah besar dalam upaya pelaksanaan integrasi pendidikan Bahasa Arab. Upaya tersisa yang diharapkan dapat memperbaiki dan mengatasinya ialah peran seorang guru. Berbagai tantangan atau masalah dalam pembelajaran Bahasa Arab dapat diklasifiksikan menjadi dua yaitu sebagai faktor linguistik, dan non-linguistik. Namun, terlepas dari permasalahan-permasalahan yang kita temui dalam pembelajaran Bahasa Arab, faktanya Bahasa Arab memiliki beberapa kelebihan dan keuntungan bagi siapa saja yang mempelajarinya. Bahasa Arab sejatinya merupakan harta karun peradaban Islam yang terdapat banyak kelebihan.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Pepen Suhendra, Fadillah Prabowo, Nabila Nasutionhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/1967ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MELALUI PEMBUATAN TEKS DESKRIPTIF DI KELAS IV SD NEGERI 101340 BATANG BARUHAR JULU TAHUN AJARAN 2023/20242025-04-25T08:32:24+00:00Rani Kumala Sariranikumalasarih@gmail.comAfdhal Ilahiafdhalilahi08@gmail.comRani Kusuma Ningtyasranikusuma126@gmail.comNurbaiti Nurbaitinurb9388@gmail.com<p> </p> <p><em>This research aims to analyze students' speaking skills through the creation of descriptive texts in Grade IV of State Elementary School 101340 Batang Baruhar Julu during the academic year 2023/2024. This study employs a qualitative descriptive approach, utilizing data collection techniques such as interviews, observations, and document analysis. The results indicate significant improvement in students' speaking skills. Out of a total of 20 students, 80% demonstrated clear pronunciation, 70% spoke fluently, 85% showed good comprehension of the content discussed, 95% were able to construct sentences effectively, and 85% exhibited good argumentative abilities. Student-centered approaches, open discussions, and direct demonstrations by teachers regarding the characteristics of flowers proved highly effective in enhancing students' descriptive writing skills. Teachers encouraged students to relate their writing to personal experiences, provided clear guidelines, and supported the revision process with constructive feedback. Students were motivated to write about flowers due to curiosity and personal memories. They also endeavored to compose easily understandable texts, incorporate personal experiences, and regularly revise their writing. Overall, this research demonstrates that the majority of students have shown progress in various aspects of speaking skills. However, there is still room for further improvement. Additional support from teachers and appropriate learning activities are crucial to strengthening each aspect of students' speaking skills and preparing them for more complex communication in the future.</em></p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Rani Kumala Sari, Afdhal Ilahi, Rani Kusuma Ningtyas, Nurbaiti Nurbaitihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/1875PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 101404 AEK KAHOMBU2025-04-25T08:33:17+00:00Lili Pratiwililipiliang4@gmail.comRoyhanun Siregarroyhanun28@gmail.comSahiddin Batubaraafdhalilahi08@gmail.comMuhammad Royiafdhalilahi08@gmail.com<p>This research aims to determine the effect of using the Discovery Learning learning model on the learning outcomes of class V students at SD Negeri 101404 Aek Kahombu. This research uses a type of experiment with quantitative methods with a one group pretest posttest design. There are two variables in this research, namely the dependent variable, namely the Discovery Learning learning model (X) and the independent variable learning outcomes (Y). The population in this study was class V of SD Negeri 101404 Aek Kahombu, totaling 27 people. The sampling technique is a saturated sampling technique (census) so that the entire population is used as a sample. Before implementing the Discovery Learning learning model, researchers conducted an initial test on students to determine students' abilities, namely the pretest, after that a final test was carried out after applying the learning model, namely the posttest. The average value of learning outcomes obtained at the beginning of the test was 53.74, while the average value of learning outcomes obtained in the final test was 76.11. After the pretest and posttest results have been analyzed to determine whether the proposed hypothesis is accepted or rejected, a t-test is carried out and it is found that the ttable value is 1.71. Frequency (db) is 27-1 =26, at a significance level of 0.05%, tcount is 4.39. Therefore, tcount = 4.39 > ttable = 1.71, significance level 0.05, so the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which means there is a significant influence after using the Discovery Learning learning model on student learning outcomes.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Lili Pratiwi, Royhanun Siregar, Sahiddin Batubara, Muhammad Royihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2105PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SD NEGERI 158501 SIBULUAN 2025-04-25T08:33:59+00:00Yulinda Sianturiyulindasianturi947@gmail.comReviva Safitri revivasafitri26@gmail.comJefri Faizalafdhalilahi08@gmail.comNia Devi Anggraininiadevianggraini93@gmail.com<p>This research aims to determine the effect of using the outdoor study method on learning outcomes in science and science learning on norms and customs in my area, class IV at SD Negeri 158501 Sibuluan. The method used is quantitative experimental research using a one group pretest and posttest design. The subjects in this research were 20 students in class IV B of SD Negeri 158501 Sibuluan. The data collection technique uses a test in the form of 10-item multiple choice questions, 5 questions and 5 questions essay. Data analysis techniques use SPSS Version 29 which includes Normality Test, Homogeneity Test, Hypothesis Test. Using the outdoor study method shows that there are significant differences in student learning outcomes before and after being given treatment. Judging from the pretest average, it is 46, while the posttest average value is 75. With the results of the t-test, a significant value (2-tailed) of 0.05 or 0.000 <0.05 is obtained so that Ho is rejected and Ha is accepted. Thus it can be concluded that there is an influence of the use of the method outdoor study on the learning outcomes of students in science and science subjects in class IV of SD Negeri 158501 Sibuluan.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Yulinda Sianturi, Reviva Safitri , Jefri Faizal, Nia Devi Anggrainihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/110PENGARUH PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI BENCANA ALAM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SD NEGERI 084081 SIBOLGA2024-05-09T10:37:07+00:00Yustisia Simatupangyustisiasim@gmail.comSamakmur Samakmurafdhalilahi08@gmail.comNurzanna Nurzannanurzanna127@gmail.comRahma Hidayanthiafdhalilahi08@gmail.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi memperbaiki hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri 084081 Sibolga. Kurangnya pemahaman dan variasi penerapan pembelajaran siswa dapat dilijat dari hasil belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menyarankan salah satu model pembelajaran yaitu model pembelajaran <em>contextual teaching and learning</em>. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan sampel 15 orang serta menggunakan teknik pengambilan data <em>simple random sampling</em> dari 83 siswa. Observasi dan tes digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan analisis dapat ditemukan a. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan model <em>contextual teaching and learning</em> adalah 53,33 dengan kategori kurang dan b. Rata-rata hasil belajar sesudah menggunakan model <em>contextual teaching and learning</em> adalah 85,33 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil perhitungan data statistic menggunakan uji t (SPSS 22), hasilnya menunjukkan nilai signifikan t<sub>hitung</sub>>t<sub>tabel </sub>dengan diperoleh nilai uji t 3,091>1,761. Hal ini berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan model <em>contextual teaching and learnin</em>g pada mata pelajaran ips materi bencana alam terhadap hasil belajar siswa kelas v di SD Negeri 084081 Sibolga.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Yustisia Simatupang, Samakmur Samakmur, Nurzanna Nurzanna, Rahma Hidayanthihttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2112PENGARUH METODE OUTDOOR STUDY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS IV SD NEGERI 158501 SIBULUAN2024-11-28T17:05:14+00:00Stela Octavia Pasaribustelapasaribu82@gmail.comMonica Theresiamonicatheresia63@gmail.comSabri Sabrisabrikombih52@gmail.comSartika Rati Asmara Nasutionsasartikaratiasmara_nasution@yahoo.com<p class="s27"><span class="s26">This research aims to determine the effect of using the outdoor study method on social studies learning outcomes regarding norms and customs in my area, class IV at SD Negeri 158501 Sibuluan. The method used is quantitative experimental research using a one group pretest and posttest design. The subjects in this research were 20 students in class IV B of SD Negeri 158501 Sibuluan. The data collection technique uses a test in the form of 10-item multiple choice questions, 5 questions and 5 questions essay. Manual data analysis techniques include Normality Test, Homogeneity Test, Hypothesis </span><span class="s26">Test .</span><span class="s26"> From the results of observations made on the homeroom teacher in class IV B of SD Negeri 158501 Sibuluan through indicators by submitting 23 statement items, an average score of 89.16 was obtained. If the assessment criteria were consulted, the score was in the "Very Good" category. Regarding student learning outcomes after using the outdoor study method, an average score of 75 was given as "good". To see the effect of the outdoor study method on learning outcomes, it can be seen from the calculations carried out to obtain tcount = 5.91. When compared with ttable at a 95% confidence level or 5% error rate with degrees of freedom (dk) = N – 1 = 20 – 1 = 19, ttable is 2,093. If the value of tcount = 5.91 is compared with ttable= 2.093 then it can be seen that tcount is greater than ttable, namely 5.91>2.093. Thus, it can be concluded that there is an influence of the use of outdoor study methods on the learning outcomes of students in science and science subjects in class IV of SD Negeri 158501 Sibuluan.</span></p> <p class="s27"> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Stela Octavia Pasaribu, Monica Theresia, Sabri Sabri, Sartika Rati Asmara Nasutionhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/1805UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA 3 SUBTEMA 2 MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS IV SD NEGERI 200207 SITAMIANG PADANGSIDIMPUAN2025-05-30T02:23:17+00:00Afriani Situmorangafrianisitumorang543@gmail.comZulfadli Zulfadlifadlinasution224@gmail.comEko Sucahyoekosucahyoo@gmail.comSamakmur Samakmurafdhalilahi08@gmail.com<p> </p> <p>This research aims to see improvements in student learning outcomes for theme 3 subteme 2 diversity of living creatures in the environment. This research uses the Problem Based Learning (PBL) model. The subjucts in this research were all fourth grade students at SDNegeri 200207 sitamiang padangsidimpuan consisting of 22 students. The data collection instruments were observation and test. The results of the research in cycl l,the average student score was 31.81 and in cycl l the average score increased to 72.72. Then, it can be seen from the increase in scores on the theacher observation sheet in cycle 1 of 68.75% and in cycle ll of 85.41%, an increase of 16.66%. judgeng from the increase in scores obtained on student observation sheets in cycle l by 60% and in cycle ll by 75%, there was an increase of 15%. Student learning results have increased. It can be seen that in cycle l, the percentage obtained was 31.81% completed and 68.18%. the % incomplete increased in cycle ll, resulting in a percentage of 72.72% completed and 27.27% incomplete. The conclusion obtained is that there is an increase in learning outcomes for theme subteme 2 caring about living things using the Problem Based Learning (PBL) model for class IV SD Negeri 200207 Padangsidimpuan.</p> <p> </p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Afriani Situmorang, Zulfadli Zulfadli, Eko Sucahyo, Samakmur Samakmurhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3107PENINGKATAN HASIL BELAJAR CIRI-CIRI BANGUN DATAR MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI KELAS III B SDN 18 KAMPUNG DURIAN KOTA PADANG 2025-05-20T13:06:30+00:00Dwi Puja Apriliadwipujaaprillia@gmail.comSyafri Ahmadsyafriahmad@fip.unp.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang berlangsung belum mampu mencapai target hasil belajar yang ditetapkan, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Ciri-Ciri Bangun Datar menggunakan Model <em>Cooperative Learning</em> Tipe <em>Jigsaw</em> di Kelas III B SDN 18 Kampung Durian Kota Padang. Penelitian ini merupakan penilitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif, sementara pendekatan kualitatif hanya digunakan untuk mendukung penelitian. Dilaksanakan dalam 2 siklus, siklus I terdiri dari 2 pertemuan dan siklus II terdiri dari 1 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan modul ajar, pelaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Ciri-Ciri Bangun Datar menggunakan Model <em>Cooperative Learning</em> Tipe <em>Jigsaw</em>. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil pengamatan modul ajar siklus I pertemuan 1 adalah 85,7% (B) dan siklus I pertemuan 2 adalah 92,8% (SB) meningkat pada siklus II menjadi 96,4% (SB). Ini juga terlihat pada rata-rata hasil aktivitas guru siklus I pertemuan 1 adalah 81,2% (B) dan siklus I pertemuan 2 adalah 93,7% (SB) meningkat pada siklus II menjadi 96,8% (SB). Pada aktivitas peserta didik didapat rata-rata siklus I pertemuan 1 adalah 81,2% (B) dan siklus I pertemuan 2 adalah 87,5% (B) meningkat pada siklus II menjadi 96,8% (SB). Pada hasil belajar peserta didik rata-rata siklus 1 yakni 81 (B) dan meningkat pada siklus 2 menjadi 91 (SB). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model <em>Cooperative Learning</em> Tipe <em>Jigsaw</em> dapat meningkatkan hasil belajar Ciri-Ciri Bangun Datar di Kelas III B SD N 18 Kampung Durian Kota Padang</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Dwi Puja Aprilia, Syafri Ahmadhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3063ANALISIS MENDALAM TEORI, PRAKTIK, TANTANGAN, DAN PROSPEK PENGEMBANGAN ASESMEN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR2025-05-16T01:43:22+00:00Wahdeni Wahdeninap200698@gmail.comCindy Ayu Lestarilemannasution11@gmail.comTuti Khairanitutikhairani11@admin.sd.belajar.idIrma Surianiirmasuariani0107@gmail.comJamaluddin Jamaluddinjamaluddin84hrp@gmail.comAlmira Amiralmira@iain-padangsidimpuan.ac.id<p>Jurnal ini bertujuan untuk menyajikan analisis komprehensif mengenai asesmen matematika di Sekolah Dasar (SD). Asesmen bukan sekadar alat evaluasi hasil belajar, melainkan komponen integral dari proses pembelajaran yang efektif. Melalui eksplorasi teori-teori yang mendasari asesmen, pengamatan praktik di berbagai kelas awal SD (kelas I-VI), identifikasi tantangan implementasi, serta penawaran prospek pengembangan, jurnal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi para pendidik, peneliti, dan pemangku kebijakan pendidikan mengenai pentingnya asesmen matematika yang berkualitas dalam meningkatkan mutu pendidikan di tingkat dasar</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Wahdeni Wahdeni, Cindy Ayu Lestari, Tuti Khairani, Irma Suriani, Jamaluddin Jamaluddinhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2995ANALISIS NILAI KARAKTER SISWA MELALUI TEORI BIG FIVE (OCEAN) DALAM PELAKSANAAN P5 DI SDN 104202 BANDAR SETIA2025-05-13T08:08:10+00:00Vebri Injilika Br Sembiringvebriinjilika1@gmail.comLaurensia M. Perangin-anginvebriinjilika1@gmail.comTiarnita Maria Sarjani Br Siregarvebriinjilika1@gmail.comRobenhart Tambavebriinjilika1@gmail.comApiek Gandamanavebriinjilika1@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter kemandirian siswa melalui pendekatan teori kepribadian <em>Big Five (OCEAN)</em> dalam konteks pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN 104202 Bandar Setia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung terhadap perilaku siswa, wawancara mendalam dengan guru kelas, dan penyebaran angket/kuisioner kepada siswa kelas VI-B dan VI-C. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI-B dan VI-C sebanyak 48 orang serta guru kelas sebagai informan kunci. Fokus utama penelitian ini adalah pada identifikasi aspek-aspek kepribadian yang berkaitan dengan kemandirian, serta mengevaluasi sejauh mana P5 berkontribusi dalam membentuk karakter tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada dalam kategori mandiri, dengan dimensi kepribadian <em>openness</em><em> </em>(keterbukaan terhadap pengalaman baru) dan <em>Agreeableness</em><em> </em>(kerja sama dan empati) menjadi faktor dominan yang memperkuat karakter kemandirian. Sementara itu, dimensi <em>Conscientiousness</em><em> </em>(kedisiplinan dan tanggung jawab) dan <em>Neuroticism</em><em> </em>(stabilitas emosi) masih menunjukkan kelemahan pada sebagian siswa, terutama dalam hal pengelolaan waktu dan pengendalian emosi. Pelaksanaan P5 secara umum telah memberikan ruang aktualisasi diri dan pelatihan tanggung jawab bagi siswa, meskipun dibutuhkan strategi pembelajaran dan pembinaan karakter yang lebih terstruktur untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran berbasis karakter di sekolah dasar, serta menjadi referensi bagi pendidik dalam memperkuat nilai-nilai kemandirian melalui pendekatan psikologi kepribadian.</p> <p> </p>2025-06-06T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Vebri Injilika Br Sembiring, Laurensia M. Perangin-angin, Tiarnita Maria Sarjani Br Siregar, Robenhart Tamba, Apiek Gandamanahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2707SURVEY GURU DALAM MENANAMKAN NILAI NILAI ISLAM PADA PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI PAUD2025-06-12T10:55:29+00:00Ashofa Syamila Rahmahashofasyml@upi.eduFima Chairunnisafimachairunnisa@upi.eduRiska Uswatun Hasanahriskauswatun22@upi.eduSalsa Ainurrahmahsalsaainurrahmah8@upi.eduHafiziani Eka Putrihafizianiekaputri@upi.eduHisny Fajrussalamhfajrussalam@upi.edu<p style="margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 11.0pt; color: black;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi guru dalam menanamkan nilai-nilai islam pada anak usia dini dan mengetahui bagaimana cara menanamkan nilai-nilai islam pada anak usia dini sehingga diharapkan dapat menjadi acuan dalam pendidikan lingkungan hidup di pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dan data yang dilakukan dengan teknik survey yang menggunakan kuesioner tertutup yang disebarkan melalui google form dengan jarak waktu pengisian selama dua minggu. Subjek penelitian yaitu guru PAUD yang berjumlah 31 orang guru. Hasil penelitian ini secara general yang menunjukan bahwa pentingnya pendidik untuk </span><span style="font-size: 11.0pt; color: #202124; background: white;">menanamkan nilai-nilai Islam dalam pendidikan lingkungan hidup di pendidikan anak usia dini </span><span style="font-size: 11.0pt; color: black;">pendidik yang berada pada klasifikasi “sangat setuju” sebanyak 28 orang atau 90.3% dari jumlah responden. Lalu responden pendidik yang berada pada klasifikasi “setuju” sebanyak 3 orang atau 9.7% dari jumlah keseluruhan responden pendidik dalam survey ini. Hal ini dari analisis SPSS Statistika dengan nilai koefisien korelasi spearman adalah 0,80 yang menunjukan adanya hubungan yang sangat kuat dan bernilai positif antara persepsi guru dan perilaku anak. Bahwa peran guru sangat kuat dalam menanamkan nilai nilai islam kepada anak usia dini untuk menjaga lingkungan hidup.</span></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 11.0pt;"> </span></p>2025-06-16T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ashofa Syamila Rahmah, Fima Chairunnisa, Riska Uswatun Hasanah, Salsa Ainurrahmah, Hafiziani Eka Putri, Hisny Fajrussalamhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3112IMPLEMENTASI PENDEKATAN CTL BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PEMBELAJARAN IPAS KELAS VI DI SDN LABENG2025-06-01T08:06:58+00:00Ricca Aulia Rahmariccaauliarahma@gmail.comMafrichatuz Zuhrohmafrichatuzzuhroh@gmail.comPutri Faridatus Sholehahputrisholehah310804@gmail.comAndika Aninanda Siswoyoandika.siswoyo@trunojoyo.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang didukung oleh media pembelajaran digital dalam upaya meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas VI di SDN Labeng. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VI tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket motivasi belajar, dan tes hasil belajar. Penelitian ini menggunakan desain siklus Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner (pretest dan posttest), observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan CTL berbantuan media digital mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan serta mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Nilai rata-rata meningkat dari 58,45 (pra siklus) menjadi 68,79 (siklus 1) dan 79,14 (siklus 2). Peningkatan ini juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa. Kesimpulannya, model CTL terintegrasi dengan media digital efektif meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa pada materi rotasi dan revolusi bumi. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi variasi LKPD dan adaptasi CTL terhadap beragam gaya belajar siswa.</p> <p> </p>2025-06-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ricca Aulia Rahma, Mafrichatuz Zuhroh, Putri Faridatus Sholehah, Andika Aninanda Siswoyohttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3184PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DALAM MATERI UNSUR INTRINSIK CERITA MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN STAD DENGAN BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS 5 DI SDN MARTAJASAH 2025-06-01T07:51:29+00:00Siti Roihana Putriroihanaap@gmail.comAndika Adinanda Siswoyo andika.siswoyo@trunojoyo.ac.idDina Ameliadinaamelia2233@gmail.comFirawdatus Sarifafirawdatussyarifa@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada materi unsur intrinsik cerita, dengan dukungan media audiovisual, di kelas 5 sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut model Kemmis dan McTaggart, serta melibatkan 23 siswa kelas 5. Instrumen yang digunakan meliputi: 1) lembar observasi dan 2) lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menyimak siswa, dari sebelumnya hanya 17,39% yang tergolong sangat kurang, meningkat menjadi 73,91% dalam kategori sangat baik. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang didukung media audiovisual efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa pada materi unsur intrinsik cerita di SDN Martajasah Bangkalan.</p>2025-06-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Siti Roihana Putri, Andika Adinanda Siswoyo , Dina Amelia, Firawdatus Sarifahttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/2922PEMANFAATAN ALAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS YANG MENYENANGKAN PADA SISWA KELAS VI DI SD NEGERI 2 DARMAKRADENAN 2025-06-13T03:19:43+00:00Jumiati Jumiatijumiatisusworo@gmail.comTutuk Ningsihtutuk@uinsaizu.ac.id<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar sering kali dianggap kurang menarik oleh siswa karena penyajiannya yang lebih banyak bersifat teoritis. Untuk mengatasi hal tersebut, pemanfaatan alam sebagai media pembelajaran menjadi alternatif inovatif yang dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan alam sebagai media pembelajaran IPS yang menyenangkan pada siswa kelas VI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI di salah satu sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran IPS berbasis alam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan pembelajaran dilakukan di luar kelas, seperti kunjungan ke taman, sungai, atau area pertanian untuk mengamati langsung materi yang berkaitan dengan IPS, seperti interaksi manusia dengan lingkungan, sumber daya alam, dan ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis alam memberikan dampak positif bagi siswa. Mereka menjadi lebih antusias dan aktif dalam proses belajar, lebih mudah memahami konsep-konsep IPS, serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap lingkungan. Selain itu, metode ini juga meningkatkan keterampilan sosial siswa melalui kerja kelompok dan diskusi. Namun, tantangan dalam penerapan metode ini meliputi keterbatasan fasilitas sekolah serta faktor cuaca yang dapat mempengaruhi keberlangsungan kegiatan di luar kelas.</p>2025-06-21T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jumiati Jumiati, Tutuk Ningsihhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3347MENUMBUHKAN BERNALAR KRITIS DAN KEMANDIRIAN SISWA MELALUI PROJEK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA SISWA KELAS VI SD INPRES LINGGA TENGAH-KAB.DAIRI 2025-07-07T03:08:47+00:00Erdalina Sinulinggaerdalinasinulingga1975@gmail.comSrie Faizah Lisnasarilisnasari.2502@gmail.comJainab Jainabjainabnaibaho1@gmail.comDatten Dattendattenbrginting@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan projek pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan karakter bernalar kritis dan kemandirian siswa sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, yang dilaksanakan melalui pendekatan kontekstual yang memanfaatkan budaya lokal Batak sebagai sumber belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas 3 SD (Fase B) sejumlah 15 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, asesmen formatif dan sumatif berbasis rubrik P5, serta dokumentasi hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa projek pembelajaran yang dirancang secara kontekstual dengan mengangkat budaya lokal mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam memahami informasi, menyusun langkah-langkah, dan menyelesaikan masalah sederhana. Selain itu, siswa menunjukkan perkembangan kemandirian yang terlihat dari tanggung jawab terhadap tugas dan keaktifan dalam kerja kelompok. Kegiatan ini juga memperkuat keterampilan kolaboratif dan rasa bangga terhadap budaya daerah. Dapat disimpulkan bahwa projek berbasis kearifan lokal efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa sejak dini.</p> <p> </p>2025-07-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Erdalina Sinulingga, Srie Faizah Lisnasari, Jainab Jainab, Datten Dattenhttps://jipdas.jurnalcenter.com/index.php/JIPDAS/article/view/3350STRATEGI GAMIFIKASI BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK PENGUATAN NUMERASI: PROYEK FASDA PERUBAHAN 2.0 DI KABUPATEN KARO 2025-07-07T03:09:21+00:00Erniati Br. Tariganetarigan1974@gmail.comSrie Faizah Lisnasarilisnasari.2502@gmail.comJainab Jainabllisnasari5@gmail.comPelista Br. Karo Sekalipelistauqb@gmail.com<p>Numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting untuk membantu siswa menganalisis dan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Temuan dari Rapor Pendidikan 2024 menunjukkan penurunan capaian numerasi di Kabupaten Karo, sehingga diperlukan intervensi pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Penelitian ini mengkaji implementasi proyek FASDA Perubahan 2.0 yang mengintegrasikan strategi gamifikasi dengan pembelajaran berbasis lingkungan sekitar untuk memperkuat kemampuan numerasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan 27 sekolah dasar sasaran. Teknik pengumpulan data mencakup observasi terstruktur, asesmen formatif dan sumatif, dokumentasi karya siswa dan jurnal refleksi, serta wawancara terbatas dengan guru dan siswa. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 75% sekolah berhasil mengembangkan dan menerapkan modul numerasi berbasis gamifikasi dengan memanfaatkan konteks lingkungan lokal. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi, partisipasi, kemampuan berpikir kritis, dan kemandirian dalam menyelesaikan tugas-tugas numerasi. Guru juga melaporkan peningkatan kreativitas dalam merancang pembelajaran yang relevan, menyenangkan, dan terhubung dengan budaya lokal. Pembelajaran numerasi berbasis gamifikasi lingkungan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar sekaligus memperkuat identitas lokal dan relevansi konteks. Model ini berpotensi direplikasi secara luas di daerah pedesaan atau wilayah yang menghadapi tantangan serupa dalam meningkatkan kompetensi dasar siswa.</p> <h3> </h3>2025-07-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Srie Faizah Lisnasari, Erniati Br. Tarigan, Jainab Jainab, Pelista Br. Karo Sekali